Selasa, 19 Nopember 2019 - 18:39 WIB

KPK Bukan Anak Kandung Reformasi, Tapi Anak Kandung Keluarga Cendana Ini Buktinya.....

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 15 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak satu dekade terakhir mengklaim dirinya adalah anak kandung reformasi. Istilah anak kandung reformasi ini pertama kali disosialiasikan oleh Bambang Widjojanto pada tahun 2009 yang dimuat dalam artikelnya Diskriminasi Politik Penegakan Hukum di koran Tempo 15 Oktober 2009.

Bambang Widjojanto yang kemudian menjadi komisioner 2009-2014 itu menulis hal terkait dalam kaitannya sebagai anggota Tim Pembela Pimpinan KPK yang diberhentikan sementara Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. Bahkan Bambang Widjojanto menyebutkan bahwa KPK adalah icon reformasi dalam sektor pemberantasan korupsi.

Namun benarkah KPK adalah anak kandung reformasi ? ternyata salah satu amanat reformasi yang tertuang sebagai konstitusi dalam Tap MPR Nomor IX/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dimana dalam Pasal 4 menulis dengan tegas nama mantan presiden Soeharto dan keluarganya.

Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.

Salah satu penggerakan reformasi 1998 Adian Napitupulu mempertanyakan anggapan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah ‘anak kandung reformasi‘. Pasalnya, KPK tak pernah menjalankan agenda reformasi yang terpenting, yakni membongkar kasus-kasus korupsi Soeharto dan keluarga.

Faktanya KPK selama 17 tahun berdiri telah melupakan amanat reformasi yang tertuang dalam Tap MPR Nomor XI/MPR/1998 tersebut. Keluarga Suharto dan kroni-kroninya hingga saat ini tidak tersentuh KPK dan tetap melenggang dan bebas meneruskan ambisi kekuasaan kembali.

“Yang membongkar kasus Yayasan Supersemar justru Kejaksaan, bukan KPK. Yang nangkap Tommy Soeharto dulu juga Kepolisian, bukan Kejaksaan,” kata Adian dalam Dialog Aktivis Lintas Generasi di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Adian melanjutkan, KPK justru hanya menangkap banyak koruptor level menengah ke bawah. Walhasil, masyarakat pun menjadi beranggapan era reformasi lebih banyak koruptornya dibandingkan era Soeharto.

Seperti diketahui pada 1 September 1998, Kejaksaan Agung menemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana yayasan-yayasan yang dikelola Soeharto dan keluarganya. Setidaknya ada 7 yayasan yang diperiksa, yakni: Dharmais, Dana Abadi Karya Bhakti (DAKAB), Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora. Total asetnya diperkirakan mencapai Rp 4,014 triliun.

Kejaksaan Agung juga menemukan rekening atas nama Soeharto di 72 bank di dalam negeri dengan nilai deposito Rp 24 miliar, Rp 23 miliar tersimpan di rekening BCA, dan tanah seluas 400 ribu hektare atas nama Keluarga Cendana.

Pada Oktober 2017, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus eksekusi Yayasan Supersemar. MA memerintahkan Yayasan Supersemar yang dikelola keluarga Cendana membayar Rp 4,4 triliun.

Hutomo Mandala Putra (Tomy Soeharto) juga sempat mendekam di penjara lantaran terkait sederet kasus hukum. Salah satunya kasus korupsi tukar guling tanah Bulog dengan PT Goro Batara Sakti (GBS) pada 1994. Pada 22 September 2000, Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita menghukum 18 bulan penjara ganti rugi Rp 30 miliar.

Tapi yang membuat Tommy mendekam dipenjara bukan kasus korupsi, melainkan pembunuhan. Dia dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Pada Juli 2002 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Amirudin Zakaria menghukumnya 10 tahun penjara. Dia bebas pada 1 November 2006.

KPK sendiri mengklaim akan meneruskan pengusutan kasus BLBI yang masih menjadi polemik hingga saat ini. Namun faktanya BLBI adalah akibat langsung dari kebijakan korup yang diluncurkan mantan presiden Soeharto sesaat sebelum dilengserkan.

Sehingga reformasi hingga saat ini belum menyentuh langsung keinginan dasar Reformasi itu sendiri yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari KKN. Retorika ‘reformasi’ ternyata hanya ‘new and extended version’ dari yang lama orde baru dari orde lama. Sesuatu yang hanya menggiring kita untuk lebih menyibukkan diri dengan program-program ‘quick win’ dan ‘pencitraan’ yang menyertainya.

KPK sendiri yang saat ini telah mencapai zona nyaman tidak mau diganggu gugat dan direvisi lagi peraturan perundang-undangannya yang menjadi perlindungannya. Wacana perubahan yang sedang digiatkan oleh Presiden Jokowi tidak akan pernah berhasil mereformasi wacana reformasi yang telah menjadi monopoli beberapa pihak saja.

Setiap perubahan selain selalu menuntut tahapan proses yang terencana dan terukur juga menyaratkan ‘reformasi budaya’ yang membangkitkan ‘sense of urgency’ menyeluruh dan merata. Tak cukup hanya pada segelintir tokoh yang ‘bersilat lidah’ di tampuk-tampuk kekuasaan.

KPK dalam memperbaiki kerusakan yang telah berlangsung dalam jangka waktu panjang hingga mengakar, tentu amat-sangat jauh lebih sulit dibanding membangun dari awal sesuatu yang baru. KPK harus masuk dalam wilayah kesetaraan niat, pemahaman, dan pemikiran jalur reformasi yang sejati dan harus mengesampingkan kepentingan kelompok-kelompok yang kini menguasai KPK.

Reformasi merupakan tujuan. Maksudnya kita hijrah dari kondisi dan situasi yang lama kepada yang baru dan lebih baik. Sebagaimana yang dicita-citakan. Proses perubahan menuju kondisi dan situasi yang baru.

Sebuah rangkaian pemikiran, laku, dan tindakan yang membutuhkan energi, sumberdaya, dan pengorbanan istimewa agar dapat memastikan keberlangsungannya. Hal yang perlu diupayakan sebelum kondisi reformasi itu sendiri tercapai, berlaku rutin, dan normal.





Fokus : KPK


#KPK #UU KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






12 menit yang lalu

Kelabui Petugas, Pria asal Batam Sembunyikan Sabu 81 Gram Dalam Dubur

Beritacenter.COM - Kedapatan menyimpan 81 gram sabu, seorang penumpang diamankan petugas di Bandara Sultan..
34 menit yang lalu

5 Khasiat Konsumsi Sirsak Bisa Atasi Diabetes Hingga Cegah Kanker

Beritacenter.COM - Sirsak adalah salah satu buah yang banyak digemari oleh semua orang. Memiliki cita rasa asam mani..
53 menit yang lalu

KPK Panggil Cak Imin, Ada Apa?

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) memanggil Muhaimin Iskandar atau disapa Cak Imin sebagai saksi..
1 jam yang lalu

Berasal dari Tumpukan Buku, Api Sempat Kembali Muncul di SMK Yadika 6 Bekasi

Beritacenter.COM - Kebakaran susulan dilaporkan sempat terjadi di SMK Yadika 6 Bekasi, Jatiwaringi, Pondok Gede...
1 jam yang lalu

Cecep Reza' Bombom ' Tutup Usia

Beritacenter.COM - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan sinetron Indonesia. Pasalnya, Cecep Reza atau yang dikenal..
1 jam yang lalu

Minta Tiap-tiap Daerah Dipasang CCTV, Medagri: Nanti Kita Susun Aturannya

CCTV ini yang saya minta tolong, kepada bapak-bapak, terutama di perkotaan kalau bisa dibuat. Saya nanti akan bicara..
2 jam yang lalu

Kenapa Ahok Mengerikan dan Ditakuti?

Dulu, Ahok pernah dimaki 'anjing' - terkait perseteruannya dengan DPRD. Dan berikut beberapa respons Ahok : "Dia..
2 jam yang lalu

Simpan Jimat Kebal, Pelaku Curanmor Tewas Tertembak Polisi

Beritacenter.COM - Tim Buser Polresto Depok menembak mati pelaku spesialis pencurian sepeda motor di Jalan Raya Bogor..
2 jam yang lalu

Salut! Tukang Tambal Ban Cantik Asal Garut Ini Lulus Kuliah dengan IPK 3,81

Beritacenter.COM - Gadis asal Garut yang berprofesi sebagai tukang tambal ban, Irma Tri Resmiawati, seketika viral..
2 jam yang lalu

PM Malaysia Mendadak Dievakuasi Pengawal Saat Konfrensi Pers

Beritacenter.COM - Perdana Menteri(PM) Malaysia Mahathir Mohamad mendadak dievakuasi oleh pengawalnya lantaran..
3 jam yang lalu

Heboh Pemotor Pamer Alat Vital di Bandung, Polisi Cari CCTV Buru Pelaku

Beritacenter.COM - Baru-baru ini, heboh seorang pengendara motor memamerkan alat kemaluannya di Bandung, Jawa Barat...
3 jam yang lalu

Densus 88 Tangkap Enam Terduga Teroris di Cirebon

Beritacenter.COM - Enam orang terduga teroris di Cirebon, Jawa Barat diamankan tim Detasemen Khusus 88 (Densus88)..
3 jam yang lalu

Tempat Wisata Angker Ini Dikenal Serem Lho. Berani Kunjungi?

Beritacenter.COM - Untuk mengisi waktu luang menghabisi hari libur tidak ada salahnya bisa berkunjung ke..
4 jam yang lalu

Lombok Utara Diguncang Gempa 3,0 Magnitudo

Beritacenter.COM - Wilayah Kabupaten Lombok Utara diguncang gempa berkekuatan 3,0 magnitudo sekitar pukul 12.30 WIB,..
4 jam yang lalu

Menepis Isu Pencekalan Habib Rizieq

Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang Reuni 212. Dalam..
4 jam yang lalu

Pemilik Facebook Mark Zuckerberg Dicap Pengkhianat

Beritacenter.COM - Pemilik Facebook Mark Zuckerberg dituding oleh warganet China sebagai pengkhianat. Bos Facebook..
5 jam yang lalu

Polisi Ringkus Sindikat Curanmor Antara Pulau

Beritacenter.COM - Jajaran Polres Indramayu meringkus komplotan pencurian kendaraan bermotor antarapulau. Polisi..
5 jam yang lalu

Sodomi 15 Siswa, Guru Pramuka Di Vonis Kebiri Kimia 3 Tahun

Beritacenter.COM - Rachmad Santoso Slamet alias Memed, guru pramuka yang tega mensodomi 15 siswa binaannya, menjalani..
5 jam yang lalu

Oh, Ternyata Ini Alasannya Kenapa Tidak Boleh Minum Teh Saat Makan

Beritacenter.COM - Biasanya kebanyakan orang akan mengonsumsi minuman teh di dampingi dengan menyantap makanan. Tidak..
5 jam yang lalu

Kebakaran Melanda Sebuah Gudang Bahan Kimia di Ancol

Beritacenter.COM - Sebuah gudang bahan kimia di Jalan Tenaga Uap PLTU Ancol Timur, Kelurahan Ancol, Kecamatan..
6 jam yang lalu

Nguntep Diri Rumah Istrinya, Imron Sang Pengedar Sabu Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mohammad Imron alias Shampo, warga Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung, berhasil dimankan pihak..
6 jam yang lalu

Jika Lakukan Larangan Ini Anggota Polri Bisa Kena Sanksi

Beritacenter.COM - Kapolri Jenderal Idham Aziz mengeluarkan telegram berisi larangan kepada seluruh jajaran Polri..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi