Selasa, 02 Juni 2020 - 04:14 WIB

KPK Bukan Anak Kandung Reformasi, Tapi Anak Kandung Keluarga Cendana Ini Buktinya.....

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 15 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak satu dekade terakhir mengklaim dirinya adalah anak kandung reformasi. Istilah anak kandung reformasi ini pertama kali disosialiasikan oleh Bambang Widjojanto pada tahun 2009 yang dimuat dalam artikelnya Diskriminasi Politik Penegakan Hukum di koran Tempo 15 Oktober 2009.

Bambang Widjojanto yang kemudian menjadi komisioner 2009-2014 itu menulis hal terkait dalam kaitannya sebagai anggota Tim Pembela Pimpinan KPK yang diberhentikan sementara Chandra M Hamzah dan Bibit S Rianto. Bahkan Bambang Widjojanto menyebutkan bahwa KPK adalah icon reformasi dalam sektor pemberantasan korupsi.

Namun benarkah KPK adalah anak kandung reformasi ? ternyata salah satu amanat reformasi yang tertuang sebagai konstitusi dalam Tap MPR Nomor IX/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dimana dalam Pasal 4 menulis dengan tegas nama mantan presiden Soeharto dan keluarganya.

Upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme harus dilakukan secara tegas terhadap siapapun juga, baik pejabat negara, mantan pejabat negara, keluarga, dan kroninya maupun pihak swasta/konglomerat termasuk mantan Presiden Soeharto dengan tetap memperhatikan prinsip praduga tak bersalah dan hak-hak asasi manusia.

Salah satu penggerakan reformasi 1998 Adian Napitupulu mempertanyakan anggapan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah ‘anak kandung reformasi‘. Pasalnya, KPK tak pernah menjalankan agenda reformasi yang terpenting, yakni membongkar kasus-kasus korupsi Soeharto dan keluarga.

Faktanya KPK selama 17 tahun berdiri telah melupakan amanat reformasi yang tertuang dalam Tap MPR Nomor XI/MPR/1998 tersebut. Keluarga Suharto dan kroni-kroninya hingga saat ini tidak tersentuh KPK dan tetap melenggang dan bebas meneruskan ambisi kekuasaan kembali.

“Yang membongkar kasus Yayasan Supersemar justru Kejaksaan, bukan KPK. Yang nangkap Tommy Soeharto dulu juga Kepolisian, bukan Kejaksaan,” kata Adian dalam Dialog Aktivis Lintas Generasi di Balai Sarwono, Jakarta Selatan, Sabtu (5/10/2019).

Adian melanjutkan, KPK justru hanya menangkap banyak koruptor level menengah ke bawah. Walhasil, masyarakat pun menjadi beranggapan era reformasi lebih banyak koruptornya dibandingkan era Soeharto.

Seperti diketahui pada 1 September 1998, Kejaksaan Agung menemukan indikasi penyimpangan penggunaan dana yayasan-yayasan yang dikelola Soeharto dan keluarganya. Setidaknya ada 7 yayasan yang diperiksa, yakni: Dharmais, Dana Abadi Karya Bhakti (DAKAB), Supersemar, Amal Bhakti Muslim Pancasila, Dana Mandiri, Gotong Royong, dan Trikora. Total asetnya diperkirakan mencapai Rp 4,014 triliun.

Kejaksaan Agung juga menemukan rekening atas nama Soeharto di 72 bank di dalam negeri dengan nilai deposito Rp 24 miliar, Rp 23 miliar tersimpan di rekening BCA, dan tanah seluas 400 ribu hektare atas nama Keluarga Cendana.

Pada Oktober 2017, Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dalam kasus eksekusi Yayasan Supersemar. MA memerintahkan Yayasan Supersemar yang dikelola keluarga Cendana membayar Rp 4,4 triliun.

Hutomo Mandala Putra (Tomy Soeharto) juga sempat mendekam di penjara lantaran terkait sederet kasus hukum. Salah satunya kasus korupsi tukar guling tanah Bulog dengan PT Goro Batara Sakti (GBS) pada 1994. Pada 22 September 2000, Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita menghukum 18 bulan penjara ganti rugi Rp 30 miliar.

Tapi yang membuat Tommy mendekam dipenjara bukan kasus korupsi, melainkan pembunuhan. Dia dinyatakan terbukti terlibat dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita. Pada Juli 2002 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Amirudin Zakaria menghukumnya 10 tahun penjara. Dia bebas pada 1 November 2006.

KPK sendiri mengklaim akan meneruskan pengusutan kasus BLBI yang masih menjadi polemik hingga saat ini. Namun faktanya BLBI adalah akibat langsung dari kebijakan korup yang diluncurkan mantan presiden Soeharto sesaat sebelum dilengserkan.

Sehingga reformasi hingga saat ini belum menyentuh langsung keinginan dasar Reformasi itu sendiri yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari KKN. Retorika ‘reformasi’ ternyata hanya ‘new and extended version’ dari yang lama orde baru dari orde lama. Sesuatu yang hanya menggiring kita untuk lebih menyibukkan diri dengan program-program ‘quick win’ dan ‘pencitraan’ yang menyertainya.

KPK sendiri yang saat ini telah mencapai zona nyaman tidak mau diganggu gugat dan direvisi lagi peraturan perundang-undangannya yang menjadi perlindungannya. Wacana perubahan yang sedang digiatkan oleh Presiden Jokowi tidak akan pernah berhasil mereformasi wacana reformasi yang telah menjadi monopoli beberapa pihak saja.

Setiap perubahan selain selalu menuntut tahapan proses yang terencana dan terukur juga menyaratkan ‘reformasi budaya’ yang membangkitkan ‘sense of urgency’ menyeluruh dan merata. Tak cukup hanya pada segelintir tokoh yang ‘bersilat lidah’ di tampuk-tampuk kekuasaan.

KPK dalam memperbaiki kerusakan yang telah berlangsung dalam jangka waktu panjang hingga mengakar, tentu amat-sangat jauh lebih sulit dibanding membangun dari awal sesuatu yang baru. KPK harus masuk dalam wilayah kesetaraan niat, pemahaman, dan pemikiran jalur reformasi yang sejati dan harus mengesampingkan kepentingan kelompok-kelompok yang kini menguasai KPK.

Reformasi merupakan tujuan. Maksudnya kita hijrah dari kondisi dan situasi yang lama kepada yang baru dan lebih baik. Sebagaimana yang dicita-citakan. Proses perubahan menuju kondisi dan situasi yang baru.

Sebuah rangkaian pemikiran, laku, dan tindakan yang membutuhkan energi, sumberdaya, dan pengorbanan istimewa agar dapat memastikan keberlangsungannya. Hal yang perlu diupayakan sebelum kondisi reformasi itu sendiri tercapai, berlaku rutin, dan normal.





Fokus : KPK


#KPK #UU KPK #KPK Kebakaran Jenggot #Revisi UU KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 jam yang lalu

Terungkap ! Ini Lima Daerah yang Diduga Korupsi Bantuan Sosial Covid-19

Beritacenter.COM - Polisi mengungkap lima daerah yang melakukan penyelewengan bantuan sosial untuk masyarakat..
6 jam yang lalu

Pemkab Sragen Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Intimidasi Petugas Medis Corona

Beritacenter.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen meminta polisi agar mengusut tuntas kasus intimidasi terhadap..
7 jam yang lalu

Sadis! Suami Tega Bacok Istri Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Seorang petani bernama Yusuf warga Desa Bojo, Kecamatan Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi..
7 jam yang lalu

Kabar Baik, Pasien Corona Sembuh di DIY Mencapai 167 Orang

Beritacenter.COM - Angka kesembuhan pasien positif virus Corona di DIY terus bertambah. Kabar terbaru sebanyak 6..
8 jam yang lalu

Polisi Sita Ratusan Balon Udara Serta Petasan di Pekalongan

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menyita ratusan balon udara siap terbang dari berbagai tempat di..
9 jam yang lalu

Sempat Koma Selama Sebulan, Bayi Positif Corona di Brasil Dinyatakan Sembuh

Beritacenter.COM - Sempat dalam kondisi koma selama hampir sebulan terakhir, bayi berusia 5 bulan dilaporkan sembuh..
10 jam yang lalu

Loh! Diganggu Mahluk Halus Jadi Alasan Pasien Corona di Mamuju Kabur dari RS

Beritacenter.COM - Remaja berinisial AK (18), pasien positif Corona (COVID-19) di Mamuju, Sulawesi Barat, nekat kabur..
11 jam yang lalu

Sempat Live FB Tawarkan Jasa, Travel Gelap Angkut Pemudik dari Cianjur Dicegat Polisi

Beritacenter.COM - Polisi berhasil menggagalkan upaya travel bodong mengantarkan para pemudik dari Cianjur ke..
12 jam yang lalu

Gelar Patroli Biru, Polisi Amankan 2 Travel Gelap Angkut 12 Pemudik di Terminal Jatijajar Depok

Beritacenter.COM - Guna mengantisipasi arus balik pemudik yang hendak masuk ke Depok, Jawa Barat, petugas gabungan..
15 jam yang lalu

Resmi! Daftar 102 Kabupaten/Kota yang Boleh Menerapkan New Normal

BeritaCenter.COM - Pemerintah pusat merilis daftar 102 kabupaten/kota yang diizinkan menerapkan new normal atau..
15 jam yang lalu

Harus Tahu! Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

BeritaCenter.COM – Pancasila merupakan dasar negara Indonesia di mana setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai..
16 jam yang lalu

Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Layani Masyarakat Tanpa Bedakan Kelompok, Ras dan Agama

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak penyelenggara negara baik pusat dan daerah agar berpihak..
16 jam yang lalu

Di Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Pejabat Pusat-Daerah Agar Selalu Berpihak pada Rakyat

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak penyelenggara negara baik pusat dan daerah terus berpihak..
16 jam yang lalu

Ada Pandemi Corona, Jokowi Peringati Hari Lahir Pancasila secara Virtual

BeritaCenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama pejabat lainnya memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni..
16 jam yang lalu

Aktor Dwi Sasono Ditangkap Polisi, Ditemukan 16 Gram Ganja di Rumahnya

BeritaCenter.COM – Polres Jakarta Selatan melakukan penangkapan terhadap aktor Dwi Sasono terkait narkoba...
18 jam yang lalu

Setelah Hong Kong, AS Diguncang Kerusuhan Hebat

Beritacenter.COM - Pemerintah China menyinggung Amerika Serikat (AS) lantaran banyak kota di Amerika..
19 jam yang lalu

Begini Saat Peringati Hari Pancasila di Tengah Pandemi

Beritacenter.COM - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kegiatan Hari Lahir Pancasila..
21 jam yang lalu

Polisi Sita Ratusan Balon Udara dan Petasan di Pekalongan

Beritacenter.COM - Sebanyak ratusan balon udara dan petasan diamankan jajaran Polsek Pekalongan Selatan, Jawa Tengah...
22 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Ibu Kota Jakarta akan cerah..
1 hari yang lalu

Kebakaran Hanguskan Toko Sepatu di Kota Bogor, Damkar Lakukan Pemadaman

Beritacenter.COM - Kebakaran menimpa sebuah toko sepatu di Kota Bogor, Jawa Barat. Kobaran api si jago merah membakar..
1 hari yang lalu

Bejad, Napi Asimilasi di Tulungagung Gagahi Calon Anak Tiri Berkali-kali

Beritacenter.COM - Bejad, seorang napi yang baru saja bebas dari Lapas Tulungagung setelah mendapat program..
1 hari yang lalu

Disiplin Isolasi Mandiri Dirumah, Rahasia Sopir Ambulance di Pasuruan Sembuh dari COVID-19

Beritacenter.COM - Pasien positif Corona (Covid-19) yang dinyatakan sembuh di Kabupaten Pasuruan, bertambah satu..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi