Senin, 03 Agustus 2020 - 16:32 WIB

Mendukung Pemberantasan Ideologi Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 06 Nopember 2019 | 15:43 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Bahaya Laten Radikalisme di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan, masyarakat yang terpapar radikalisme seperti virus yang menyebar ke berbagai tubuh negeri ini. Bahkan seorang aparat kepolisian juga tidak imun atas paham radikalisme.

Radikalisme sepertinya tidak memandang latar belakang, Salah satu kasusnya dialami oleh seorang mantan Polwan berinisial N. Juru Bicara Polri, Dedi Prasetyo mengatakan, N ternyata telah dipersiapkan untuk menjadi suicide bomber atau pelaku bom bunuh diri. Saat ini, N juga telah dipecat karena terpengaruh paham radikal.

Mantan Polwan berusia 23 tahun tersebut sebelumnya pernah ditangkap oleh Densus 88 Antiteror pada Mei lalu di Bandara Juanda karena dugaan terkait dengan jaringan terorisme. Diketahui selama sebulan penuh ia meninggalkan tugas tanpa izin dan menggunakan identitas palsu ketika terbang dari Ternate ke Surabaya.

Ditengarai, N terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan mempelajarinya secara otodidak. Tentunya penyusupan paham radikalisme ke institusi Polri merupakan hal yang luar biasa dan sudah sepatutnya menjadi kewaspadaan bagi Pemerintah.

Ketua Umum Komite Relawan Nasional Indonesia Korni, menyebutkan ada dua paham ideologi yang berbahaya di Indonesia, yakni paham radikal agama dan radikal sekuler.

Ketua Umum Korni, M Basri mengemukakan, Paham radikal agama adalah gerakan untuk mengganti ideologi Pancasila dengan Ideologi berbasis Agama, sedangkan paham radikal sekuler adalah paham yang ingin memisahkan Pancasila dari nilai-nilai agam. Keduanyapun sama-sama menjadi ancaman nyata bagi kedamaian di Indonesia.

Paham radikal agama tentu amatlah berbahaya, karena hal tersebut membawa virus pemaksaan kehendak, kebencian, permusuhan dan intoleransi, dengan tujuan mengganti ideologi agama dan akan menjadi ancaman utama bagi Pancasila.

Sebagai warga negara Indonesia, tentu kita harus memahami bahwa Pancasila merupakan Ideologi negara Indonesia adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa (YME) yang mencerminkan nilai perbedaan dalam kehidupan tetapi dapat bersatu dalam keragaman. Dan, makna nilai yang terkandung pada Pancasila sudah sesuai dengan nilai ajaran pada semua agama yang ada di Indonesia.

Kita memiliki vaksin terhadap serangan pemikiran-pemikiran radikalisme, yaitu dengan cara mengimplementasikan Pancasila dalam keseharian, baik itu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta dalam pola pikir, perilaku kehidupan hingga dalam produk aturan hukum yang sesuai dengan nilai Pancasila.

Pemerintah juga tidak tinggal diam akan persebaran radikalisme tersebut, terbukti setelah diterbitkannya Perpu Ormas yang berbuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), kini giliran Jamaah Ansharud Daulah (JAD) yang mengalami nasib serupa. Vonis pembekuan terhadap JAD dikarenakan organisasi tersebut terbukti melanggar UU terorisme.

Namun keputusan tersebut nyatanya agak terlambat. Pada tahun 2017 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menetapkan JAD sebagai organisasi terorisme yang berafiliasi dengan ISIS. Meski demikian langkah pemerintah dalam melarang JAD tentu patut diapresiasi sebagai salah satu upaya nyata pemberantasan terorisme.

Tentu kita tahun bahwa JAD, memiliki rekam jejak panjang terkait dengan keterlibatannya dalam sejumlah aksi teror di tanah air. Seperti kasus teror di 3 gereja yang ada di Surabaya yang menewaskan puluhan nyawa. Pasca dijatuhkannya vonis hakim terkait dengan pembekuan dan pelarangan JAD, aparat keamanan dan militer telah menangkap tidak kurang dari 200 orang yang disangka berafiliasi dengan organisasi tersebut.

Vonis pelarangan JAD, sebagai organisasi yang merupakan eksponen penting penyebaran radikalisme di Indonesia, tentu mempersulit langkah jaringan radikal dalam menyebarkan ideologi dan merekrut anggota baru. Meski demikian, kondisi ini tidak serta merta dapat diartikan sebagai akhir gerakan radikal di Indonesia.

Program Deradikalisasi sudah semestinya tidak hanya menyentuh pelaku maupun keluarga teroris yang sudah tertangkap, namun juga menyentuh masyarakat luas. Sehingga perlu adanya upaya yang sistematis dalam mencegah praktrik radikal yang menyebar secara masif ditengah masyarakat, sehingga jangan sampai tertangkapnya teroris lantas lahir teroris baru dari kalangan yang tidak terduga.

Radikalisme tentu sebuah ancaman yang tidak main-main bagi eksistensi Bangsa dan Negara. Efek destruktif yang dilahirkannya, seperti beragam aksi teror yang mengancam nyawa hingga menggoyang sendi ekonomi dan melemahkan ikatan sosial masyarakat. Entah bagaimanapun caranya, paham Radikalisme haruslah diberantas.

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#NKRI Harga Mati #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






8 menit yang lalu

Enam Anggota Satpol PP di Jakarta Pusat Terjangkit Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak enam anggota Satuan Pamong Peraja (Satpol PP) pemerintah Kota Jakarta Pusat terkonfirmasi..
46 menit yang lalu

Gerindra Dukung Penuh Pasangan Gibran - Teguh di Pilkada Serentak

Beritacenter.COM - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakoso (Gibran- Teguh) mendapatkan dukungan penuh dari..
1 jam yang lalu

Gedung Putih Perketat Protokol Kesehatan, Tamu Presiden Wajib Swab Test

Beritacenter.COM - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Sekretariat Presiden..
1 jam yang lalu

Geger !!! Warga Sukoharjo Temukan Jasad Bayi Perempuan di Tempat Pembuangan Sampah

Beritacenter.COM - Warga Dusun Ngaggrung, Sukoharjo, Sleman digegerkan penemuan jasad bayi perempuan dengan kondisi..
2 jam yang lalu

Ini Motif Pemuda di Sulsel Tikam Dua Tetangganya dengan Badik

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pemuda bernama Abu Nawas (24) di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel),..
2 jam yang lalu

Ngaku Bisa Masukin Kerja, Suherman Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja

Beritacenter.COM - Suherman (24) seorang pengemudi angkot ditangkap petugas kepolisian karena berhasil menipu 11..
3 jam yang lalu

Bamsoet Dukung Pemerintah Ciptakan Vaksin Corona Produk Lokal

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus mendorong pemerintah agar mandiri dalam memenuhi..
3 jam yang lalu

Ibu Muda di Bali Melahirkan Bayi di Mobil Patroli Polisi dengan Selamat

Beritacenter.COM - Sri Wenti Misa (22), seorang ibu rumah tangga yang melahirkan bayi di atas mobil Patroli milik..
4 jam yang lalu

ILC Selalu Kritik Pemerintah, Netizen Sentil "KARNI ILYAS", Kapan Jiwasraya dan Lapindo Dibahas di ILC ?

Beritacenter.COM - Kasus korupsi Jiwasraya yang dikabarkan melibatkan Bakrie Grup, hal tersebut diungkap terdakwa..
5 jam yang lalu

Menguatkan Regulasi Pembinaan Pancasila

POLEMIK RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah berakhir dengan pengajuan usulan pemerintah tentang RUU Badan..
5 jam yang lalu

Jokowi Sebut Tingkat Kematian di Indonesia Melebihi Angka Rata-Rata Global

Jokowi sebut kasus corona di Indonesia telah mencapai angka 111 ribu lebih dengan tingkat kematian 4,7 persen. Ia..
6 jam yang lalu

PARAH...! Mardani Suruh Gibran Jadi Ketua RT Daripada Jadi Walikota Solo

Beritacenter.COM - Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka menjadi calon walikota Solo sontak membuat gempar dunia maya..
6 jam yang lalu

Pansel Minta Informasi Masyarakat Soal Rekam Jejak Hakim Ad Hoc Perikanan Lolos Seleksi

Beritacenter.COM - Panitia Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Perikanan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dan..
7 jam yang lalu

Polda Sulut Tangkap Tiga Pelaku Spesialis Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga kerap melakukan..
7 jam yang lalu

Kebut-kebutan Di jalan Dua Pengendara Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut kembali lagi terjadi kali ini kecelakan yang melibatkan dua pengendara sepeda..
8 jam yang lalu

Curi Motor Demi Nikahi Janda, Syar Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Syar (50) , warga Kelurahan Mranggen Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan..
8 jam yang lalu

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat...
21 jam yang lalu

Berkurban Tanpa Mengorbankan Keuangan, Bagaimana Caranya?

Beritacenter.COM - Berkurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap Idul Adha. Tidak menjadi keharusan..
21 jam yang lalu

  KKP Ajak Pelaku Usaha Jaga Kemasan untuk Tingkat Kualitas Produk Perikanan

Beritacenter.COM - Produk perikanan sebagai bahan pangan yang diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh, memberi..
22 jam yang lalu

Pemkab Banyuwangi Bakal Salurkan Dana Insentif Untuk Para Nakes

Beritacenter.COM - Pemerintah kabupaten (pemkab) Banyuwangi akan menyalurkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang..
22 jam yang lalu

Anji Umbar Klaim Penemu Antibodi Covid-19, Pakar: Ini Harus Ditindak Tegas!

Beritacenter.COM - Musisi sekaligus youtuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji kembali menggemparkan dunia maya..
1 hari yang lalu

Heboh Warganya Minum Darah Sapi Kurban, Begini Tanggapan Wabup Garut....

Beritacenter.COM - Viral di media sosial aksi seorang pemuda yang meminum darah sapi kurban di Garut. Menanggapi hal..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi