Senin, 03 Agustus 2020 - 16:34 WIB

Konsisten Menolak Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 13 Nopember 2019 | 21:13 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Radikalisme masih menjadi momok yang patut diwaspadai. Masyarakat dan Pemerintah juga diminta konsisten dan tegas dalam menolak ideologi anti Pancasila tersebut karena mampu menciptakan disharmoni bangsa.

Radikalisme ini identik dengan tindakan garis keras, ekstrim, membabi buta. Yang biasanya memicu pelakunya menjadi terorisme. Keduanya seolah tak bisa dipisahkan layaknya memiliki keterkaitan satu sama lain. Bagi orang awam, hal semacam ini tidaklah begitu kentara. Mengingat, mereka beraktivitas seperti masyarakat pada umumnya. Berpenampilan biasa saja. Tak ada ciri khusus yang bisa mengindikasikan bahwa orang atau kelompok tertentu ke dalam golongan radikal. Meski demikian , sistem pergerakkan mereka dinilai cukup rapi. Secara halus melalui pendekatan-pendekatan mereka merekrut ratusan bahkan ribuan orang untuk masuk kedalam lingkaran hitam pengaruh radikalisme.

Korban dari bahaya radikalisme ini juga kian meluas. Tak pandang bulu, mau anak-anak, pelajar, masyarakat umum, mahasiswa, ormas, elit politik hingga aparat keamanan bisa terpapar. Padahal, aparat keamanan menjadi ujung tombak melawan paham dan tindak radikalisme. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada jaminan seseorang terhindar dari bahaya ini. Kecuali, seorang dengan pendirian tangguh berdasar 4 pilar kebangsaan. Yaitu, Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal ika. Terlihat sepele memang, namun nyatanya ampuh untuk menangkal serangan radikalisme yang kian intens menyerang. Sehingga pemerintah tak henti-henti memgimbau seluruh warga masyarakat untuk terus membentengi diri dari radikalisme.

Menurut Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, menyebut bahwa radikalisme tidak hanya ada di ajaran agama Islam. Radikalisme juga berpotensi ada di semua ajaran agama. Dirinya menyatakan sesuai arahan Jokowi, bahwa radikalisme ini bisa berasal dari agama manapun, instansi apapun. Pihaknya menegaskan akan mewaspadai radikalisme di berbagai lini sektor. Bahkan, Presiden Jokowi juga turut memerintahkan semua kementerian untuk mencegah penyebaran paham radikalisme.

Selain itu, Fachrul ingin seluruh tokoh termasuk pemuka agama, bekerja sama. bergandengan tangan demi mewujudkan Indonesia lebih aman dan damai. Terlebih, perihal toleransi beragama yang seringkali jadi pemicunya. Sehingga peningkatan upaya toleransi ini harus dimaksimalkan.

Di lain hal, Fachrul Razi juga mengadakan rapat koordinasi dengan para jajaran Kementerian Agama di sejumlah daerah. Dirinya meminta jajarannya untuk menjalankan perintah Presiden Jokowi perihal radikalisme. Fachrul mengklaim dirinya memberikan pokok – pokok pemikiran yang kemudian akan dikembangkan bersama-sama. Sejumlah rektor serta pimpinan lembaga ,seperti petinggi asrama haji dan juga diklat, juga hadir. Dirinya juga menyinggung beberapa mandat Jokowi dalam pertemuan tersebut. Salah satunya ialah fokus dalam mencapai sasaran, berkenaan dengan menumpas radikalisme. Proses deradikalisasi tak hanya akan dilaksanakan oleh pihak KemenAg saja, namun juga lembaga-lembaga lainnya.

Tindakan deradikalisasi ini mengacu pada tindakan preventif kontraterorisme ataupun semacam stratregi guna menetralisir paham-paham yang dianggap radikal serta mampu membahayakan dengan cara pendekatan tanpa dibarengi dengan tindak kekerasan.

Tujuan adalah untuk menetralkan kembali para aktor radikalisme kembali kejalan pemikiran yang lebih moderat dan normal. Tak dipungkiri bahwa radikalisme dan terorisme telah menjadi polemik yang cukup serius bagi dunia internasional. Sebab, sewaktu-waktu akan membahayakan stabilitas keamanan nasional. Dengan kata lain, deradikalisasi ini adalah membujuk pelakunya untuk meninggalkan paham yang mereka anut.

Menurut Counter Terrorism Implementation Task Force (CTITF) yang merupakan sebuah kebijakan dengan pemberian paket-paket berupa bantuan sosial, politik, hukum, ekonomi dan juga pendidikan yang ditujukan khusus bagi para narapidana terorisme. Hal ini bisa disebut sebagai salah satu tindakan yang menggunakan soft power.

Melalui upaya ini diharap akan mampu membuat korban sadar bahwa paham yang mereka anut adalah salah. Pun dengan yang lainnya yang belum terpapar, harus bisa membentengi diri dengan kuat akan segala kemungkinan yang ada. Radikalisme ini dinilai mampu menghancurkan sistem tatanan suatu negara, serta merubahnya seperti yang diinginkna oleh para kelompok radikal.

Bahaya ini tak ubahnya virus dan siap menjangkiti siapapun yang bersinggungan dengnnya. Maka dari itu perkokoh iman diri sendiri serta aktif mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada, sehingga penyebarannya akan bisa ditekan dan dimusnahkan. Sebab, kita tak hanya mengandalkan orang lain untuk melindungi diri kita. Kuncinya ialah bersatu padu melawan, menolak dan memerangi radikalisme secara tegas! Agar tak ada celah bagi siapapun untuk menyusup dan memporak-porandakan keutuhan bangsa dan negara.

 

Oleh : Ahmad Sentiaji
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#NKRI Harga Mati #Radikalisme #Kelompok radikal #NKRI #Terorisme #Kelompok Terorisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






10 menit yang lalu

Enam Anggota Satpol PP di Jakarta Pusat Terjangkit Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak enam anggota Satuan Pamong Peraja (Satpol PP) pemerintah Kota Jakarta Pusat terkonfirmasi..
48 menit yang lalu

Gerindra Dukung Penuh Pasangan Gibran - Teguh di Pilkada Serentak

Beritacenter.COM - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakoso (Gibran- Teguh) mendapatkan dukungan penuh dari..
1 jam yang lalu

Gedung Putih Perketat Protokol Kesehatan, Tamu Presiden Wajib Swab Test

Beritacenter.COM - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Sekretariat Presiden..
1 jam yang lalu

Geger !!! Warga Sukoharjo Temukan Jasad Bayi Perempuan di Tempat Pembuangan Sampah

Beritacenter.COM - Warga Dusun Ngaggrung, Sukoharjo, Sleman digegerkan penemuan jasad bayi perempuan dengan kondisi..
2 jam yang lalu

Ini Motif Pemuda di Sulsel Tikam Dua Tetangganya dengan Badik

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pemuda bernama Abu Nawas (24) di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel),..
2 jam yang lalu

Ngaku Bisa Masukin Kerja, Suherman Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja

Beritacenter.COM - Suherman (24) seorang pengemudi angkot ditangkap petugas kepolisian karena berhasil menipu 11..
3 jam yang lalu

Bamsoet Dukung Pemerintah Ciptakan Vaksin Corona Produk Lokal

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus mendorong pemerintah agar mandiri dalam memenuhi..
4 jam yang lalu

Ibu Muda di Bali Melahirkan Bayi di Mobil Patroli Polisi dengan Selamat

Beritacenter.COM - Sri Wenti Misa (22), seorang ibu rumah tangga yang melahirkan bayi di atas mobil Patroli milik..
4 jam yang lalu

ILC Selalu Kritik Pemerintah, Netizen Sentil "KARNI ILYAS", Kapan Jiwasraya dan Lapindo Dibahas di ILC ?

Beritacenter.COM - Kasus korupsi Jiwasraya yang dikabarkan melibatkan Bakrie Grup, hal tersebut diungkap terdakwa..
5 jam yang lalu

Menguatkan Regulasi Pembinaan Pancasila

POLEMIK RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah berakhir dengan pengajuan usulan pemerintah tentang RUU Badan..
5 jam yang lalu

Jokowi Sebut Tingkat Kematian di Indonesia Melebihi Angka Rata-Rata Global

Jokowi sebut kasus corona di Indonesia telah mencapai angka 111 ribu lebih dengan tingkat kematian 4,7 persen. Ia..
6 jam yang lalu

PARAH...! Mardani Suruh Gibran Jadi Ketua RT Daripada Jadi Walikota Solo

Beritacenter.COM - Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka menjadi calon walikota Solo sontak membuat gempar dunia maya..
6 jam yang lalu

Pansel Minta Informasi Masyarakat Soal Rekam Jejak Hakim Ad Hoc Perikanan Lolos Seleksi

Beritacenter.COM - Panitia Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Perikanan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dan..
7 jam yang lalu

Polda Sulut Tangkap Tiga Pelaku Spesialis Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga kerap melakukan..
7 jam yang lalu

Kebut-kebutan Di jalan Dua Pengendara Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut kembali lagi terjadi kali ini kecelakan yang melibatkan dua pengendara sepeda..
8 jam yang lalu

Curi Motor Demi Nikahi Janda, Syar Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Syar (50) , warga Kelurahan Mranggen Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan..
8 jam yang lalu

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat...
21 jam yang lalu

Berkurban Tanpa Mengorbankan Keuangan, Bagaimana Caranya?

Beritacenter.COM - Berkurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap Idul Adha. Tidak menjadi keharusan..
21 jam yang lalu

  KKP Ajak Pelaku Usaha Jaga Kemasan untuk Tingkat Kualitas Produk Perikanan

Beritacenter.COM - Produk perikanan sebagai bahan pangan yang diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh, memberi..
22 jam yang lalu

Pemkab Banyuwangi Bakal Salurkan Dana Insentif Untuk Para Nakes

Beritacenter.COM - Pemerintah kabupaten (pemkab) Banyuwangi akan menyalurkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang..
22 jam yang lalu

Anji Umbar Klaim Penemu Antibodi Covid-19, Pakar: Ini Harus Ditindak Tegas!

Beritacenter.COM - Musisi sekaligus youtuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji kembali menggemparkan dunia maya..
1 hari yang lalu

Heboh Warganya Minum Darah Sapi Kurban, Begini Tanggapan Wabup Garut....

Beritacenter.COM - Viral di media sosial aksi seorang pemuda yang meminum darah sapi kurban di Garut. Menanggapi hal..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi