Rabu, 11 Desember 2019 - 14:50 WIB

Menepis Isu Pencekalan Habib Rizieq

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 19 Nopember 2019 | 14:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang Reuni 212. Dalam videonya, Habib Rizieq menganggap Pemerintah Indonesia mencekal kepulangannya ke Indonesia. Selain penuh kejanggalan, pernyataan Habib Rizieq dianggap sebagai strategi “Playing victim” untuk mendapat simpati publik, sehingga Reuni 212 dapat diubah menjadi gerakan untuk memulangkannya dari Arab Saudi. Oleh sebab itu, isu pencekalan Habib Rizieq dianggap mengada-ada sehingga tidak perlu untuk dihiraukan.

Belakangan ramai pemberitaan terkait dua surat misteri berisikan pencekalan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS), yang katanya dikeluarkan oleh pemerintahan Indonesia. Bahkan, video penunjukkan surat tersebut seketika viral dan menjadi trending topic. Dan, apa yang terjadi? Masyarakat pun ramai berkomentar. Ramai cuitan di media sosial yang malah membuat sosok ini seakan naik daun. Bukan HRS jika tak menuai kontroversial. Namun, Mahfud MD selaku MenkoPolhukam membantah keras tudingan pencekalan yang berupa surat tersebut. Pasalnya, dirinya dan lembaga yang menaunginya tak menerbitkan surat apapun terkait masalah tersebut.

Hal ini semakin membuat HRS kehilangan muka, saat pernyataan Ditjen Imigrasi juga menyatakan tak pernah mengeluarkan surat apapun terkait pencekalan HRS untuk kembali ke Indonesia. Tak berapa lama, misteri kini terkuak. Mahfud MD, mengaku sudah mendapat surat salinan melalui pengacara Habib, yakni Sugito Atmo Pawiro yang menjadi pro dan kontra bagi sejumlah pihak.

Faktanya, surat tersebut bukanlah surat pencekalan sebagai mana dituduhkan pentolan FPI itu. Melainkan, surat dari pihak imigrasi Arab Saudi, yang melarang HRS melancong dari Arab Saudi karena alasan keamanan. Hal ini berarti bukan urusan HRS dengan pemerintah Indonesia, bukan? Apalagi, dalam isi surat tersebut tidak menyebutkan bahwa pencekalan itu berasal dari Indonesia. Bahkan, MenkoPolhukam yang baru ini menantang kembali sang imam besar guna menunjukkan bukti lain jika Indonesia melarangnya untuk pulang kampung.

Mahfud menambahkan, jika pemerintah tidak akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi guna membantu pemulangan Rizieq. Sebab, hal ini merupakan urusan internalnya dengan negeri kilang minyak. Kendati telah terbukti pemerintah tidak ada campur tangan terkait hal ini, pengacara imam besar FPI masih ngeyel jika surat tersebut terbit atas desakan RI.

Sugito selaku pengacara HRS menilai bahwa surat pencekalan yang sudah dia kirimkan ke Mahfud sebetulnya bisa menjadi referensi bagi pemerintah. Kaitannya ialah untuk melakukan penyelidikan atas asal – usul surat tersebut yang dianggapnya masih menjadi misteri. Sugito juga menyatakan sikap pesimisnya terhadap pemerintah dalam menangani masalah kliennya. Diapun mengutarakan kekecewaannya terhadap tanggapan MenkoPolhukam yang terkesan surat tersebut tidak ada nyatanya.

Berita terkait pencekalan HRS ini ditengarai muncul akibat denda overstaynya di Arab Saudi. Sebelumnya dia mengklaim bahwa kunjungannya ke Arab Saudi sebagai negeri nenek moyangnya ini adalah sebagai tamu kehormatan. Tahu dong, bagaimana tamu kehormatan akan diperlakukan. Bukan hanya fasilitasnya yang premium, namun juga penjagaan keamanan akan diprioritaskan. Terlebih dirinya adalah cucu Nabi. Bukan tidak mungkin HRS akan mendapatkan beragam keistimewaan saat berada disana.

Tapi, kabar akan denda overstaynya begitu mengejutkan. Bagaimana bisa? Dirinya yang berleha-leha kemudian menggulirkan isu serta memojokkan pemerintahan akhirnya meminta pemerintah “mbayari” seluruh ongkos buat pulang kampung ke Indonesia. Kejanggalan makin menjadi saat HRS menemui jalan buntu. Dirinya meminta para fansnya di Nusantara untuk membantunya kembali ke Tanah Air. Gilanya lagi, pendukung setianya dikabarkan akan menggalang dana guna memulangkan sang imam tercinta.

Yang benar saja, melancong ke negeri kilang minyak sebagai tamu kehormatan, ongkos pulang dimintakan sumbangan. Padahal jika saja imam besar ini berlaku baik, tentunya pemerintah tak akan acuh. Mengingat, MenkoPolhukam juga telah memberikan rambu untuk membantunya sebab, HRS memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara Indonesia yang sah. Namun, kenyataan selalu bertolak belakang. HRS makin menjadi dan menuding Indonesia pura-pura tidak tahu akan penderitaannya.

Kini bukti sudah dikantongi, kenyataan telah terungkap. Sebagaimana dinyatakan oleh MenkoPolhukam, permasalahan yang dialami HRS adalah murni persoalannya dengan negara bersangkutan, yakni Arab Saudi. Karena dalam surat pencekalan tersebut secara jelas diterbitkan oleh negara tersebut. Sehingga Indonesia memang tak mempunyai campur tangan didalamnya. Ya, kalau sudah begitu HRS siap-siap gigit jari!

 

Ditulis Oleh : Muhammad Zaki
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Habib Rizieq


#Habib Rizieq #Habib Rizieq Syihab #Rizieq #Habib Rizieq Gak Bisa Pulang


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






13 menit yang lalu

Jelang Tahun 2020, Tersebar Isu WhatsApp Tak Berikan Dukungan bagi Beberapa Smartphone...

Menjelang tahun 2020, WhatsApp dihebohkan dengan kabar kurang sedap. Akan banyak smartphone yang tidak lagi didukung..
38 menit yang lalu

Pemerintah Akan Tambah 71 Proyek Strategis Nasional

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini mengkaji 71 usulan proyek pembangunan infrastruktur yang..
47 menit yang lalu

Polisi Tegaskan Selebaran DPO Pelaku Persekusi terhadap Banser NU di Jaksel Hoaks

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menegaskan bahwa selebaran berisi daftar pencarian orang (DPO) pelaku persekusi..
49 menit yang lalu

Presiden Jokowi Telah Tunjuk Orang Terbaik untuk Jadi Dewan Pengawas KPK

Lebih lanjut Fadjroel Rahman menyebutkan jika sosok-sosok dewan pengawas KPK yang dipilih Jokowi sudah sesuai dengan..
1 jam yang lalu

Kapolri Anugerahkan Penghargaan kepada Komjen Firli

Diketahui juga jika penghargaan tersebut diberikan berdasarkan surat telegram resmi (ST) nomor ST/3244/XII/KEP/2019.
1 jam yang lalu

Iran Ancam Serang Israel dari Libanon

Beritacenter.COM - Komandan Senior Korps Pasukan Khusus Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Morteza Qurbani memberikan..
1 jam yang lalu

Soal Kasus Novel Baswedan, Polri Yakin Segera Terungkap

Beritacenter.COM - Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal optimis pihaknya akan bekerja maksimal dan mengungkap siapa..
1 jam yang lalu

Anggota TGUPP Eks Ketua KPK Minta Gaji Dobel, KPK Kok Diem Bae...

Beritacenter.COM - Pemilik akun twitter @TheArieAir membagikan artikel berjudul “Anggota DPRD DKI..
2 jam yang lalu

Siap-siap Ujian Nasional Bakal Dihapus

Beritacenter.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim resmi mengumumkan akan menghapus Ujian Nasional..
2 jam yang lalu

Gara-Gara Minum Miras, Agus Tewas Jatuh Ke Sungai

Beritacenter.COM - Penemuan mayat Agus (35), warga Dusun Jurang Kwali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, sempat..
3 jam yang lalu

Indeks Kerukunan Umat Beragama 2019: Papua-NTT- Bali Teratas, DKI Jakarta-Jabar dan Aceh Diposisi Bawah

BeritaCenter.COM - Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) untuk tahun 2019 telah dirilis. Papua, NTT dan Bali menempati..
3 jam yang lalu

Jual Narkoba Ke Pelajar, 6 Pelaku Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Enam tersangka pengedar sabu dan pil dobel L, yakni Nur Kholid (20), Abdul Rachman (22), Edwin..
3 jam yang lalu

Disebut Tahun 2020 Indonesia Krisis Ekonomi, TNI: Kami Siap Bantu Pemerintah

Beritacenter.COM - Tentara Nasional Indoneaia (TNI) sangat siap membantu negara Indonesia untuk bisa melewati krisis..
3 jam yang lalu

Kumpulkan Pejabat Hingga Pengusaha AS, KPK Bicara Bahaya Korupsi

BeritaCenter.COM – Para pejabat, pengusaha hingga pengamat ekonom hadir dalam seminar tinggi yang diadakan..
3 jam yang lalu

Tragis! Remaja di Gowa Tewas Tenggelam, Awalnya Dikira Nge-prank

BeritaCenter.COM - Seorang remaja di Tombolo Pao, Gowa, Sulawesi Selatan tewas tenggelam karena korban dikira lagi..
3 jam yang lalu

Rakit Dan Jual BOM, Seorang Pria Berhasil Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Pria berinisial AB, warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, diamankan pihak kepolisian setelah..
3 jam yang lalu

Napoli Pecat Carlo Ancelotti

BeritaCenter.COM – Napoli telah resmi memecat Carlo Ancelotti dari jabatan pelatih tim utama. Keputusan itu..
3 jam yang lalu

Polisi Ditusuk Oknum TNI Karena Cemburu

Beritacenter.COM - Seorang angota polisi tertusuk benda tajam di Pamekasan, Madura pada Selasa (10/12). Korban..
3 jam yang lalu

Meski Anak Kobra, LIPI Minta Masyarakat Waspada dengan Bisanya yang Mematikan

BeritaCenter.COM – Belakangan marak teror anakan kobra di berbagai daerah. Bahkan jumlahya bisa mencapai..
4 jam yang lalu

Gara-gara Rem Tak Berfungsi, Bus Harapan Baru "Hajar" Motor dan Tiang Listrik

Beritacenter.COM - Diduga akibat rem blong, Bus Harapan Baru Nopol AG 7134 UY yang dikemudian Abdul Syain warga Desa..
4 jam yang lalu

PM Malaysia Berencana Mundur dari Jabatan

Beritacenter.COM - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berjanji akan menyerahkan jabatannya kepada penerusnya,..
4 jam yang lalu

Manfaatnya ke Masyarakat Tidak Ada, TGUPP Anies Hanya Jadi Beban APBD

BeritaCenter.COM - Penasihat Fraksi PDIP DPRD DKI, Pantas Nainggolan mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi