Senin, 03 Agustus 2020 - 16:11 WIB

Mewaspadai Paham Radikal Mengincar Masyarakat

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 04 Desember 2019 | 14:51 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Layaknya mangsa, masyarakat menjadi sasaran yang empuk bagi Radikalisme berinkubasi. Masyarakat yang notabene masih mudah untuk terprovokasi selalu diimbau untuk mewaspadai pergerakkan radikalisme ini.

Dilihat dari sejarah perkembangan paham radikal memang identik dengan Agama Islam. Padahal pada kenyataannya, agama Islam maupun lainnya tak pernah mengajarkan hal-hal menyimpang dan bersifat ekstrimis. Apalagi, Nabi besar junjungan umat Islam mengajarkan untuk bersikap baik kepada siapapun juga termasuk yang menyakiti diri kita.

Di Indonesia sendiri memiliki jumlah muslim mayoritas. Mungkin inilah kiranya yang melatarbelakangi paham radikal menjadikan Nusantara sebagai sasaran radikalisme dan terorisme. Bahkan, seringkali pelakunya ialah orang Indonesia yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok garis keras.

Fenomena radikalisme di kalangan umat Islam telah melekat dengan paham keagamaan, sekalipun pemicu radikalisme bisa lahir dari berbagai hal, seperti ekonomi, politik, sosial dan pendidikan, dan lain sebagainya. Pertumbuhan kelompok Islam radikal, makin subur pasca kran demokratisasi telah terbuka.

Dalam tatanan politik di Indonesia, problem radikalisme Islam telah kian menggelembung karena pendukungnya juga semakin meningkat. Akan tetapi, gerakan gerakan radikal ini kadang memiliki pandangan serta tujuan yang berbeda, maka polanya-pun beragam. Ada yang sekedar memperjuangkan penerapan syariat Islam tanpa keharusan mendirikan “negara Islam”, namun ada pula yang kekeuh mengharuskan berdirinya “negara Islam Nusantara”, ada pula yang menuntut didirikannya “khilafah Islamiyah”.

Pun dengan Pola organisasinya turut beragam, mulai dari gerakan moral ideology misalnya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia serta yang cenderung pada gaya militer seperti, Front Pembela Islam, Laskar Jihad dan Front Pemuda Islam Surakarta. Kendati demikian, terlihat semacam perbedaan dikalangan mereka, ada yang condong terhadap kondisi umum dari masyarakat guna menghubungkan gerakan-gerakan ini dengan gerakan radikalisme Islam yang ada di mancanegara.

Radikalisme acapkali berujung pada terorisme, yang kemudian menjadi masalah pelik bagi umat Islam Indonesia dewasa ini. Dua perilaku ekstrim itu telah membuat Islam distempeli sebagai agama teror serta umat Islam dianggap menyukai jalan kekerasan suci untuk menyebarluaskan agamanya. Meskipun anggapan itu gampang dimentahkan, namun fakta bahwa pelaku teror di Indonesia ialah mayoritas seorang Muslim dengan garis keras sangat membuat psikologi umat Islam terbebani secara keseluruhan.

Berdasarkan Survey Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) dengan responden guru PAI dan siswa SMP Sejadebotabek Tahun 2011. Hasilnya menunjukkan bahwa potensi radikal yang kuat terjadi di kalangan guru dan pelajar dengan indikasi lemahnya ketahanan akan kekerasan yang mengatasnamakan agama, sikap intoleransi, hingga sikap ekslusif yang berdampak pada keraguan terhadap ideologi Pancasila.

Sementara itu, BNPT melakukan Survei nasional dengan memberdayakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang ada di 32 Provinsi. Hal ini bertujuan guna mengetahui kondisi riil masyarakat tentang potensi radikalisme yang ada di masing-masing daerah. Menurut laporan, sedikitnya ada lima daerah yang tidak terduga, ternyata berpotensi menganut paham radikal yang cukup tinggi.

Lebih lanjut Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, menjelaskan bahwa, dari hasil survei yang telah melibatkan setidaknya 9.600 responden terlihat memprihatinkan. Terlebih angka yang perlu diwaspadai adalah capaian angka 58 dari rentang 0 hingga 100. Artinya paham radikal tersebut terus berkembang seiring kemajuan teknologi informasi digital yang secara luar biasa itu ternyata memiliki banyak pengaruh bagi penggunanya.

Adapun jalan keluar yang harus dilakukan untuk mencegah melebarnya gerakan radikalisme agama maupun gerakan Islam garis keras, di antaranya ialah dengan menetralisasi orang-orang yang dapat memicu menjadi sender atau orang yang melangsungkan perekrutan. Yang kedua, melemahkan ideologi radikal yang disebarkan dengan membuat ideologi tandingan yang bersifat moderat.

Selanjutnya, menyebarkan ideologi tandingan tersebut kepada kelompok masyarakat yang rentan menjadi target radikalisasi. Keempat, meningkatkan pengawasan terhadap media yang menjadi sarana penyebaran paham radikalisme. Kelima, memahami latar belakang sosial dan budaya yang ada di setiap lini masyarakat.

Selain itu, diperlukan penerapan empat pilar kebangsaan yang meliputi, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika hingga NKRI. Dengan penanaman empat pilar ini diharap para masyarakat mampu menumbuhkembangkan sifat toleransi antar umat beragama yang seringkali menyebabkan paham radikal ini berkembang biak dengan bebas. Tak lupa semuanya bisa dimulai dari keluarga dan diri sendiri.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#NKRI Harga Mati #Radikalisme #Kelompok radikal #Radikal #NKRI #Terorisme #Kelompok teroris #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






25 menit yang lalu

Gerindra Dukung Penuh Pasangan Gibran - Teguh di Pilkada Serentak

Beritacenter.COM - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakoso (Gibran- Teguh) mendapatkan dukungan penuh dari..
53 menit yang lalu

Gedung Putih Perketat Protokol Kesehatan, Tamu Presiden Wajib Swab Test

Beritacenter.COM - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Sekretariat Presiden..
1 jam yang lalu

Geger !!! Warga Sukoharjo Temukan Jasad Bayi Perempuan di Tempat Pembuangan Sampah

Beritacenter.COM - Warga Dusun Ngaggrung, Sukoharjo, Sleman digegerkan penemuan jasad bayi perempuan dengan kondisi..
2 jam yang lalu

Ini Motif Pemuda di Sulsel Tikam Dua Tetangganya dengan Badik

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pemuda bernama Abu Nawas (24) di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel),..
2 jam yang lalu

Ngaku Bisa Masukin Kerja, Suherman Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja

Beritacenter.COM - Suherman (24) seorang pengemudi angkot ditangkap petugas kepolisian karena berhasil menipu 11..
3 jam yang lalu

Bamsoet Dukung Pemerintah Ciptakan Vaksin Corona Produk Lokal

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus mendorong pemerintah agar mandiri dalam memenuhi..
3 jam yang lalu

Ibu Muda di Bali Melahirkan Bayi di Mobil Patroli Polisi dengan Selamat

Beritacenter.COM - Sri Wenti Misa (22), seorang ibu rumah tangga yang melahirkan bayi di atas mobil Patroli milik..
3 jam yang lalu

ILC Selalu Kritik Pemerintah, Netizen Sentil "KARNI ILYAS", Kapan Jiwasraya dan Lapindo Dibahas di ILC ?

Beritacenter.COM - Kasus korupsi Jiwasraya yang dikabarkan melibatkan Bakrie Grup, hal tersebut diungkap terdakwa..
4 jam yang lalu

Menguatkan Regulasi Pembinaan Pancasila

POLEMIK RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah berakhir dengan pengajuan usulan pemerintah tentang RUU Badan..
5 jam yang lalu

Jokowi Sebut Tingkat Kematian di Indonesia Melebihi Angka Rata-Rata Global

Jokowi sebut kasus corona di Indonesia telah mencapai angka 111 ribu lebih dengan tingkat kematian 4,7 persen. Ia..
5 jam yang lalu

PARAH...! Mardani Suruh Gibran Jadi Ketua RT Daripada Jadi Walikota Solo

Beritacenter.COM - Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka menjadi calon walikota Solo sontak membuat gempar dunia maya..
6 jam yang lalu

Pansel Minta Informasi Masyarakat Soal Rekam Jejak Hakim Ad Hoc Perikanan Lolos Seleksi

Beritacenter.COM - Panitia Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Perikanan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dan..
6 jam yang lalu

Polda Sulut Tangkap Tiga Pelaku Spesialis Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga kerap melakukan..
7 jam yang lalu

Kebut-kebutan Di jalan Dua Pengendara Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut kembali lagi terjadi kali ini kecelakan yang melibatkan dua pengendara sepeda..
8 jam yang lalu

Curi Motor Demi Nikahi Janda, Syar Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Syar (50) , warga Kelurahan Mranggen Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan..
8 jam yang lalu

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat...
21 jam yang lalu

Berkurban Tanpa Mengorbankan Keuangan, Bagaimana Caranya?

Beritacenter.COM - Berkurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap Idul Adha. Tidak menjadi keharusan..
21 jam yang lalu

  KKP Ajak Pelaku Usaha Jaga Kemasan untuk Tingkat Kualitas Produk Perikanan

Beritacenter.COM - Produk perikanan sebagai bahan pangan yang diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh, memberi..
22 jam yang lalu

Pemkab Banyuwangi Bakal Salurkan Dana Insentif Untuk Para Nakes

Beritacenter.COM - Pemerintah kabupaten (pemkab) Banyuwangi akan menyalurkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang..
22 jam yang lalu

Anji Umbar Klaim Penemu Antibodi Covid-19, Pakar: Ini Harus Ditindak Tegas!

Beritacenter.COM - Musisi sekaligus youtuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji kembali menggemparkan dunia maya..
1 hari yang lalu

Heboh Warganya Minum Darah Sapi Kurban, Begini Tanggapan Wabup Garut....

Beritacenter.COM - Viral di media sosial aksi seorang pemuda yang meminum darah sapi kurban di Garut. Menanggapi hal..
1 hari yang lalu

Pemkab Bogor Beri Sanksi Puluhan Pelanggar Masker Mulai Push Up hingga Nyapu Jalan

Beritacenter.COM - Untuk mencegah adanya klaster baru penyebaran virus Corona, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi