Senin, 03 Agustus 2020 - 17:12 WIB

Kartu Merah untuk Radikalisme

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 11 Desember 2019 | 19:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Meningkatkan kewaspadaan akan penyebaran radikalisme di berbagai lini adalah prioritas utama. Sebab, paham dan tindakan yang dapat menyebabkan pelakunya cenderung ke arah terorisme akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah lagi dalam mengawasi penyebaran ideologi anti Pancasila ini.

Radikalisme yang kini menggerus zaman mulai menunjukkan taringnya. Eksitensi paham yang identik dengan agama Islam ini perlahan berkembang pesat mengikuti perkembangan zaman. Radikalisme seolah mampu bertransformasi sesuai apa yang dihinggapinya. Mengelabui setiap korbannya untuk menjadi boneka bagi kelangsungan kelompok ekstrimis di luaran sana.

Secara ontologis, kata radikal sebenarnya cenderung ke arah netral. Radikal berasal dari kata radix yang berarti “sama sekali” atau hingga ke akar-akarnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI V), secara terminologi kata radikal memiliki beberapa persepsi yakni, pertama ialah secara mendasar, hingga hal yang prinsip. kedua, terlampau keras menuntut perubahan. Ketiga, maju dalam berpikir maupun bertindak. Sedangkan dilihat Secara epistemologi, kata radikal berangkat kepada interpretasi pikiran maupun tindakan untuk sebuah perubahan.

Sesuai Ketentuan Pasal 43A Undang-Undang Nomor 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU 5/2018) menyatakan, bahwa upaya pencegahan tindak pidana terorisme dilakukan oleh pemerintah yang dilandasi dengan prinsip pelindungan hak asasi manusia serta prinsip kehati-hatian.

Artinya, dalam melakukan upaya pencegahan tersebut pemerintah harus selalu bersikap hati-hati (prudent ) guna memberikan perlindungan hukum terhadap hak perseorangan ataupun kelompok orang yang diduga terpapar radikalisme. Sikap hati-hati tersebut juga harus mempunyai ukuran dan standar perlindungan hak asasi manusia. Hal ini bertujuan agar upaya pencegahan tidak melahirkan korban dan stigma baru terhadap seseorang beserta kelompok orang yang terpapar radikalisme.

Atas upaya pencegahan ini, UU Nomor 5/2018 telah memberikan pedoman yang cukup jelas dan terinci. Undang-undang berikut menyatakan upaya pencegahan harus dilaksanakan melalui kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi dan juga deradikalisasi. Adapun maksud dan tujuan upaya pencegahan tersebut antara lain adalah, kesatu kesiapsiagaan nasional.

Upaya pencegahan melalui sistem kesiapsiagaan nasional merupakan kondisi siap siaga guna mengantisipasi berlakunya tindak pidana terorisme melalui proses yang terpadu, terencana, sistematis, dan berkesinambungan. Kegiatan melalui kesiapsiagaan nasional ini dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan kemampuan aparatur, perlindungan serta peningkatan sarana prasarana, pengembangan kajian terhadap terorisme, termasuk pemetaan wilayah rawan paham radikal terorisme.

Kedua, yaitu kontraradikalisasi. Upaya pencegahan dengan rencana ini mengusung proses yang terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan yang dilakukan terhadap orang maupun kelompok yang rawan terpapar radikalisme. Tujuannya guna menyetop penyebaran paham radikal terorisme. Kegiatan kontraradikalisasi ini akan dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung melalui kontrapropaganda, kontranarasi, maupun kontraideologi.

Yang ketiga ialah deradikalisasi yang mana menganut proses secara terencana, terpadu, sistematis, dan berkesinambungan yang dipraktikkan guna menghilangkan, menekan, hingga membalikkan pemahaman radikal terorisme. Target deradikalisasi umunya ialah tersangka, terpidana, terdakwa atau narapidana, termasuk mantan narapidana terorisme maupun orang atau kelompok orang yang telah terpapar paham radikal terorisme.

Menurut Dosen di Departemen Sosiologi, Universitas Gadjah Mada, Zaki Arrobi menyatakan jika Persoalan paling mendasar yang para pelaku radikalisme hadapi di masa lalu, ialah gagalnya komunikasi dengan orang tua, relasi gender dalam keluarga, termasuk konstruksi yang tidak setara penting untuk diatensikan.

Hal Itulah yang kemudian mengagungkan ataupun mengglorifikasi penggunaan senjata, kekerasan hingga nilai- nilai yang memberi situasi kondusif bagi kekerasan dan terorisme. Maka dari itu, Zaki setuju dalam upaya deradikalisasi dengan menyentuh dimensi yang komprehensif dan segi holistik. Deradikalisasi akan dinilai lebih efektif bila sentuhan emosi dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari dilaksanakan.

Dimensi pemikiran seorang mantan teroris, merupakan bagian terberat untuk disentuh. Sehingga membutuhkan pendekatan persuasif dalam jangka panjang. Dirinya menambahkan, terkait riwayat kehidupan, alasan serta motivasi utama pelaku radikalisme memutuskan untuk bergabung dengan gerakan terorisme pasti berbeda. Jadi formula pendekatan tidak bisa dibuat seragam atau satu untuk semua.

Dapat dipastikan bahwa semua hal pasti akan berawal dari keluarga. Pendidikan bertoleransi tinggi dinilai sebagai kunci utama untuk menghargai sebuah perbedaan. Yang nantinya akan memberikan pandangan teduh mengenai perbedaan tajam berkenaan dengan agama, pendapat, sikap maupun sektor yang lainnya.

Namun, kini penanaman sikap toleransi seakan ikut hanyut bersama derasnya perkembangan zaman. Hingga membuat pelakunya ingin membuat dunianya sendiri sesuai ekspektasi yang diingini. Meningkatkan kewaspadaan akan paparan radikalisme ini bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Perkuat iman serta wawasan terkait radikalisme agar kita bisa melawan paham yang kini kian menggerogoti pemikiran masyarakat.

 

Ditulis Oleh : Alfisyah Kumalasari
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Radikal #Kelompok teroris #Teroris #Tolak Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






33 menit yang lalu

Enam Anggota Satpol PP di Jakarta Pusat Terjangkit Virus Corona

Beritacenter.COM - Sebanyak enam anggota Satuan Pamong Peraja (Satpol PP) pemerintah Kota Jakarta Pusat terkonfirmasi..
1 jam yang lalu

Pria Tua Ditemukan Tewas di Lokasi Pembakaran Hutan dan Lahan, Ini Kata Polisi...

Beritacenter.COM - Nasib nahas menimpa lelaki paruh baya di Kelurahan Candi, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin..
1 jam yang lalu

Gerindra Dukung Penuh Pasangan Gibran - Teguh di Pilkada Serentak

Beritacenter.COM - Pasangan Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakoso (Gibran- Teguh) mendapatkan dukungan penuh dari..
1 jam yang lalu

Gedung Putih Perketat Protokol Kesehatan, Tamu Presiden Wajib Swab Test

Beritacenter.COM - Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono, mengatakan bahwa Sekretariat Presiden..
2 jam yang lalu

Geger !!! Warga Sukoharjo Temukan Jasad Bayi Perempuan di Tempat Pembuangan Sampah

Beritacenter.COM - Warga Dusun Ngaggrung, Sukoharjo, Sleman digegerkan penemuan jasad bayi perempuan dengan kondisi..
3 jam yang lalu

Ini Motif Pemuda di Sulsel Tikam Dua Tetangganya dengan Badik

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang pemuda bernama Abu Nawas (24) di Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel),..
3 jam yang lalu

Ngaku Bisa Masukin Kerja, Suherman Peras dan Tiduri 4 Wanita Pencari Kerja

Beritacenter.COM - Suherman (24) seorang pengemudi angkot ditangkap petugas kepolisian karena berhasil menipu 11..
4 jam yang lalu

Bamsoet Dukung Pemerintah Ciptakan Vaksin Corona Produk Lokal

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terus mendorong pemerintah agar mandiri dalam memenuhi..
4 jam yang lalu

Ibu Muda di Bali Melahirkan Bayi di Mobil Patroli Polisi dengan Selamat

Beritacenter.COM - Sri Wenti Misa (22), seorang ibu rumah tangga yang melahirkan bayi di atas mobil Patroli milik..
4 jam yang lalu

ILC Selalu Kritik Pemerintah, Netizen Sentil "KARNI ILYAS", Kapan Jiwasraya dan Lapindo Dibahas di ILC ?

Beritacenter.COM - Kasus korupsi Jiwasraya yang dikabarkan melibatkan Bakrie Grup, hal tersebut diungkap terdakwa..
5 jam yang lalu

Menguatkan Regulasi Pembinaan Pancasila

POLEMIK RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) telah berakhir dengan pengajuan usulan pemerintah tentang RUU Badan..
6 jam yang lalu

Jokowi Sebut Tingkat Kematian di Indonesia Melebihi Angka Rata-Rata Global

Jokowi sebut kasus corona di Indonesia telah mencapai angka 111 ribu lebih dengan tingkat kematian 4,7 persen. Ia..
6 jam yang lalu

PARAH...! Mardani Suruh Gibran Jadi Ketua RT Daripada Jadi Walikota Solo

Beritacenter.COM - Munculnya nama Gibran Rakabuming Raka menjadi calon walikota Solo sontak membuat gempar dunia maya..
7 jam yang lalu

Pansel Minta Informasi Masyarakat Soal Rekam Jejak Hakim Ad Hoc Perikanan Lolos Seleksi

Beritacenter.COM - Panitia Seleksi Calon Hakim Ad Hoc Perikanan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) dan..
7 jam yang lalu

Polda Sulut Tangkap Tiga Pelaku Spesialis Penipuan dan Penggelapan Sepeda Motor

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku yang diduga kerap melakukan..
8 jam yang lalu

Kebut-kebutan Di jalan Dua Pengendara Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut kembali lagi terjadi kali ini kecelakan yang melibatkan dua pengendara sepeda..
9 jam yang lalu

Curi Motor Demi Nikahi Janda, Syar Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Syar (50) , warga Kelurahan Mranggen Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, harus berurusan dengan..
9 jam yang lalu

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat...
22 jam yang lalu

Berkurban Tanpa Mengorbankan Keuangan, Bagaimana Caranya?

Beritacenter.COM - Berkurban merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap Idul Adha. Tidak menjadi keharusan..
22 jam yang lalu

  KKP Ajak Pelaku Usaha Jaga Kemasan untuk Tingkat Kualitas Produk Perikanan

Beritacenter.COM - Produk perikanan sebagai bahan pangan yang diyakini mampu meningkatkan imunitas tubuh, memberi..
23 jam yang lalu

Pemkab Banyuwangi Bakal Salurkan Dana Insentif Untuk Para Nakes

Beritacenter.COM - Pemerintah kabupaten (pemkab) Banyuwangi akan menyalurkan dana insentif bagi tenaga kesehatan yang..
23 jam yang lalu

Anji Umbar Klaim Penemu Antibodi Covid-19, Pakar: Ini Harus Ditindak Tegas!

Beritacenter.COM - Musisi sekaligus youtuber Erdian Aji Prihartanto alias Anji kembali menggemparkan dunia maya..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi