Jumat, 28 Pebruari 2020 - 03:40 WIB

Pemerintah Pusat Gesit Menangani Banjir

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 04 Januari 2020 | 20:33 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Banjir yang terjadi pada awal tahun baru di wilayah Jakarta dan beberapa wilayah lainnya telah menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material lainnya. Menyikapi hal tersebut, Presiden Jokowi segera mengeluarkan instruksi agar penanggulangan korban banjir dapat berjalan efektif dan efisien.

Sudah bukan hal aneh jika Jakarta selalu menjadi langganan banjir. Sejak dulu hingga sekarang, wilayah ini populer dengan peristiwa semacam ini. Namun, dua tahun terakhir ternyata membuat kinerja sang Gubernur, Anies Baswedan begitu disoroti. Hal ini terkait upaya antisipasinya yang dinilai gagal dalam menangani banjir tahun ini.

Ditengarai pula, beberapa proyek terkait banjir ini mandeg. Terlebih pengerukan waduk yang harusnya diperdalam juga mangkrak. Normalisasi sungai Ciliwung yang diubah menjadi naturalisasi ini juga dianggap sebagai biang kecolongannya peristiwa banjir. Tak hanya itu, Anies dan pihak Pemprov dinilai gagal menambah ruang terbuka hijau sebagai tambahan resapan. Yang akhirnya menambah parah banjir tahun ini.

Disebutkan pula Dinas Sumber Daya Air yang urung melanjutkan pembebasan lahan secara optimal. Padahal, pada pertengahan tahun lalu sempat terjadi banjir di sejumlah wilayah. Disisi lain proyek revitalisasi situ, danau, embung, dan waduk juga berjalan tak sesuai harapan atau menyiput. Bahkan pembangunan waduk baru juga telah terhenti.

Akibatnya pemerintah pusat harus kembali turun tangan. Hal ini tercermin saat Jokowi kembali hadir dengan cepat dan menginstruksikan sejumlah antisipasi guna menghadapi dampak banjir ini. Jokowi ditengarai memberikan tiga perintah kepada sejumlah aparatur negara untuk membantu menangani peristiwa ini.

Instruksi pertama ialah, memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, beserta tim SAR bergerak bersama untuk menanggulangi banjir. Jokowi menyebut, jika keselamatan warga harus diutamakan dan menjadi prioritas.

Perintah kedua, Jokowi meminta agar fasilitas-fasilitas publik segera dilakukan normalisasi. Hal ini dikarenakan sejumlah fasilitas publik masih tak beroperasi, seperti Bandara Halim Perdanakusuma, Tol Cikampek, dan beberapa titik tol lainnya. Dirinya menilai jika fasilitas ini harus segera dinormalisasi sehingga fungsi-fungsinya dapat mendukung mobilitas secara normal.

Perintah Ketiga, Jokowi menginstruksikan pemerintah pusat dan provinsi harus berkolaborasi dalam proses penanggulangan banjir. Jokowi menyebutkan bahwa saat ini pemerintah pusat juga tengah berupaya membangun sejumlah waduk, guna mengantisipasi banjir ke depannya. Maka dari itu, banjir Jabodetabek saat ini harus bisa ditangani secara bersama-sama. Ia menambahkan, terkait proyek waduk Waduk Cimahi, Waduk Ciawi kemungkinan baru tahun depan selesai, namun, di luar itu, semuanya harus dikerjakan, agar rampung sesuai harapan.

Jokowi turut berpesan supaya seluruh warga yang terdampak ikut berhati-hati. Sebab, keselamatan menjadi hal yang paling utama dan perlu untuk diperhatikan.

Sebelumnya, menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta dilaporkan telah terendam banjir.

Ketujuh kelurahan itu tersebar di antaranya ialah masuk ke wilayah Jakarta Pusat, Selatan, Utara dan mayoritas area Jakarta Timur. Ketujuhnya meliputi Kelurahan Pinang Ranti, Kelurahan Makasar, Halim Perdana Kusuma, Rorotan, Kampung Melayu, Rawa Buaya, dan juga Manggarai Selatan.

Dilaporkan pula untuk memastikan kondisi jalan tetap aman bagi para pengguna jalan, saat ini petugas Jasa Marga Regional wilayah Jabodetabek hingga Jabar tengah menyiagakan pompa-pompa di sekitar lokasi genangan untuk mempercepat upaya penyedotan air akibat banjir.

Pihak Jasa Marga juga tengah memasang sejumlah rambu-rambu, serta penempatan petugas sebelum lokasi genangan air. Hal ini bertujuan agar pengguna jalan dapat mengurangi kecepatan kendaraan serta bisa mengantisipasi akan adanya genangan akibat banjir.

Lagi-lagi pemerintah pusat harus ikut tangan, padahal kinerja gubernur tengah dinantikan. Sang pemimpin yang pandai beretorika dan mengucapkan janji manis nyatanya belum cukup mumpuni menghadapi sejumlah masalah. Kini banyak pihak yang kemudian mengkritik Anies yang dinilai begitu lamban, khususnya dalam hal penanganan masalah banjir ini.

Pertanyaannya ialah, bagaimana kepemimpinannya 3 tahun kedepan. Padahal Sudah bukan saatnya lagi menunda-nunda pekerjaan demi sebuah pujian atau perhatian. Yang Anies harus lakukan ialah gerak cepat seperti kinerja Presiden Jokowi yang das des! Langsung ke pokok permasalahan. Warga tak butuh janji manis yang akhirnya hanya berujung miris, atau masyarakat Jakarta tak butuh retorika yang akhirnya menyengsarakan saja. Sehingga, Anies perlu berbenah mulai dari sekarang, fokus dalam setiap tujuan yang pernah diikrarkan. Agar kehidupan warga makin puas dan berbahagia atas kinerja pemimpinnya.

 

Ditulis Oleh : Yogi Alamsyah
Pengamat Sosial Politik





Fokus : Banjir Jakarta


#Presiden Jokowi #Banjir Jakarta #Jakarta Banjir #Gubernur DKI Jakarta #Presiden Joko Widodo #Jakarta Di Kepung Banjir #Korban Banjir Jakarta #Anies Lelet Tangani Banjir Jakarta


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






31 menit yang lalu

Cerita Zikria Usai Terlepas dari Kasus ITE yang Menjeratnya : Ini Pelajaran Berharga Buat Saya

Beritacenter.COM - Kasus pelanggaran terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang menjerat ibu..
1 jam yang lalu

Guru PNS di Banten Perkosa 5 Muridnya, Polisi : Pelaku Sudah Ditangkap

Beritacenter.COM - Seorang guru berinisial A (50) diduga telah malakukan pencabulan kepada lima muridnya di salah..
2 jam yang lalu

Meski Telah Ditutup, 3 Penerbangan Jamaah Dari Indonesia Tetap Diizinkan Umrah ke Mekkah

Beritacenter.COM - Meskipun Arab Saudi melakukan penutupan sementara jamaah umrah akibat dari mewabahnya Virus..
3 jam yang lalu

Ini Penyebab Kematian Kakek di Depok yang Nyangkut di Atap Kamar Tidur

Beritacenter.COM - Seorang kakek bernama Pakpahan (65) ditemukan tewas di atas kamar tidur rumahnya, jalan..
3 jam yang lalu

Longsor di Bogor, 8 Makam di TPU Kampung Nangerang Hilang

Beritacenter.COM - Terjadi longsor di Kampung Nangerang RT03/06, Kelurahan Rangga Mekar, hingga mengakibatkan..
4 jam yang lalu

Warga Digegerkan Temuan Mayat Penuh Luka di Sungai Tebing Tinggi Sumut

Beritacenter.COM - Warga Sumatera Utara (Sumut) , digegerkan temuan mayat pria yang hanyut di sungai Kecamatan..
5 jam yang lalu

Besok! KPK Akan Periksa Ketua KPU Terkait Kasus Suap PAW DPR

Beritacenter.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang panggilan kepada Ketua KPU Arief Budiman..
6 jam yang lalu

Viral di Medsos Bapak 'Pemerkosa' Anak Diikat di Sukabumi, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Beritacenter.COM - Sebuah video yang menampakkan seorang pria diikat tali kuning viral di bagikan warganet di grup..
6 jam yang lalu

Ponsel Baru dari Luar Negeri Juga Harus Registrasi IMEI Kalau Tak Mau Diblokir

Beritacenter.COM - Warga Negara Indonesia (WNI) atau turis yang kedapatan membawa smartphone terbaru dari luar..
7 jam yang lalu

Ternyata Ini Alasannya Ayah Kandung Bunuh Putrinya Yang Ditemukan di Drainase Sekolah

Beritacenter.COM - Ironis, seorang ayah kandung bernama Budi Rahmat(45) tega membunuh putri kandungnya sendiri Delis..
7 jam yang lalu

Modus Janjikan Nilai dan HP Baru, Guru Mesum di Padang Gagahi Siswi 2 Kali

Beritacenter.COM - Seorang guru bernama Joni Wardi (58) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga telah mencabuli..
7 jam yang lalu

Tiang Listrik Saksi Bisu Ibu Hamil Tewas Tertabrak di Palmerah Ditaburi Bunga

Beritacenter.COM - Ibu hamil berinisial ER (26) tewas ditabrak mobil di bilangan Palmerah, Jakarta Barat. Korban..
8 jam yang lalu

Ronaldo Disalahkan Saat Juventus Kalah dari Lyon

Tak hanya Manchester United saja, Real Madrid hingga Juventus juga banjir piala setelah pemain asal Portugal tersebut merapat.
8 jam yang lalu

Demi Memperlancar Perkembangan Bisnis, PT Indosat PHK Ratusan Karyawannya...

Maksud dan tujuan PT Indosat memPHK karyawannya tersebut yakni agar perusahaan mampu berkembang dengan baik di bidangnya.
8 jam yang lalu

Polisi Ringkus Pelaku Yang Pukul Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus pelaku berinsial SR yang memukul sopir ambulans saat membawa jenazah di..
8 jam yang lalu

Agar Dapat Bekerja Sama dengan Huawei, Ini yang Dilakukan Google kepada Pemerintah Amerika Serikat

Hal tersebut dilakukan oleh Google lantaran Huawei telah masuk ke dalam daftar hitam Amerika Serikat. Amerika Serikat..
8 jam yang lalu

Pencuri Gasak 4 Spion Mobil Alphard Quraish Shihab, Kerugian Rp18 Juta

Beritacenter.COM - Rumah cendikiawan muslim Quraish Shihab kebobolan maling. Empat buah spion mobil Toyota Alphard..
9 jam yang lalu

Kerajaan Arab Saudi Resmi Keluarkan Aturan Larangan Umroh Sementara...

Diketahui juga jika Ehsan Bouges selaku Kepala Pelayanan Kesehatan Komite Haji Saudi untuk Asia Tenggara..
9 jam yang lalu

Legenda Manchester United Prediksi Liverpool Juara Liga Champions 2019 - 2020

Beritacenter.COM - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand memprediksi bahwa Liverpool akan kembali menjuarai Liga..
9 jam yang lalu

Uji Spesimen 188 ABK World Dream dan 68 ABK Diamond Princess, Kemenkes: Hasilnya Juga Kita Ungkap

Beritacenter.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyebut pihaknya akan melakukan uji spesimen..
9 jam yang lalu

Ibu Hamil Ditabrak Mobil Yang Sedang Belajar Nyetir

Beritacenter.COM - Tragis menimpa seorang ibu hamil yang ditabrak mobil setelah keluar dari rumah yang berada di..
10 jam yang lalu

Polisi Usut Laporan Kasus 'Doktor Psikolog' Dedy Susanto, Pelapor Akan Diperiksa

Beritacenter.COM - Pengacara M Fadli Azis melaporkan seorang motivator 'doktor psikolog' Dedy Susanto terkait tuduhan..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi