Sabtu, 18 Januari 2020 - 07:08 WIB

SBY, Gank Cikeas dan Skandal Jiwasraya

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 13 Januari 2020 | 20:20 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Andi Setiono Mangoenprasodjo

Seandainya saya mau, sejak lama saya bisa saja ekspose bahwa skandal Jiwasraya itu juga terkait langsung dengan SBY. Apa yang disebut almarhum sahabat saya George Aditjondro sebagai Ketamakan Gurita Cikeas. Saya malah merasa aneh, kenapa kasus ini, terlalu lambat dipahami duduk perkaranya. Kasusnya mirip2 Bank Century, terdapat ulah gerombolan "kelas atas" untuk mempermainkan dana publik. Yang ujungnya nanti, pemerintah harus turun tangan memberi talangan. Atas nama "penyelamatan". Jadi ini permainan maling, yang selalu untung. Untung di depan, untung di belakang. Di depan ikut nggarong, di belakang kebagian jatah. Praktek seperti ini, sesungguhnya bukan pola baru, tapi dapat momentum terbesarnya justru setelah era reformasi bergulir. Dulu hanya meminta rente, jatah preman istilahnya. Tapi bukan merampok kayak gini....

Tiga puluh tahun lalu, saya sempat menulis buku tentang Skandal Bank Bali, merunut jauh hingga ke akar2nya. Tak nyana, barangkali justru (akhirnya) menjadi sejenis buku panduan untuk menggangsir duit2 bagi dana kampanye partai2 berikutnya. Hanya saja, bedanya permainan kelompok SBY dan gank Cikeas-nya lumayan canggih. Sehingga ia bisa bersembunyi, di pojokan paling dingin dan senyap. Harus diakui SBY itu memang pemain catur, ia bisa bersikap bijak menjadi bandar yang baik. Nyaris tak terendus, apalagi tersentuh. Bila pun, bila ada yang harus dikambing-hitamkan adalah kroco2 kelas kambing, yang bisa dikategorikan "tidak dikenal, hingga mudah dikorbankan". Barangkali, disinilah kenapa memang musuh tebesar bangsa ini akan tetap sama hingga mungkin 30 tahun ke depan: oligraki! Yang bisa dipahami secara singkat sebagai kongsi jahat penguasa-pengusaha. Ya jadi penguasa, ya jadi pengusaha!

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat diajak seorang pengusaha batik dari Klaten pergi ke Pacific Place di bilangan Senayan. Hanya sekedar melihat bagaimana produk2 batik dari titik terbawah perajin bergerak ke atas. Dari tidak ada branded-nya, lalu tiba2 berada di gerai sebuah mall ternama dengan harga yang barangkali nyaris sepuluh kali lipat dari harga awalnya. Tak nyana, dari rasa kepo ini saya bisa tahu, bagaimana sebuah brand itu bisa menjadi sebuah tunggangan untuk mengeruk dana yang sebenarnya tak ada kaitan sama sekali dengan core bisnis yang berbau kerakyatan itu. Mana ada pembatik asli terkerek nasibnya jadi orang kaya, juragannya paling juga. Bagaimana "pencitraan" itu menjadi awal dari sebuah operasi garong duit orang lain. Sudah harganya mahal, berlipat mencekik produsen awalnya. Eh, masih digunakan mengeruk dana2 murah (nyaris gratis) untuk kepentingan2 poltik yang gak ada kaitan dengan para perajin aslinya yang hidupnya senin-kemis itu.

Jadi begini ceritanya: Ada perusahaan yang mula2 didirikan tahun 2005 dengan nama Allure yang berasal dari bahasa Inggris yaitu “alluring” yang berarti menarik atau memikat hati, merek ini kemudian berubah menjadi Alleira untuk kepentingan memasuki pasar internasional. Lisa Kurniawaty Mihardja merupakan pendiri awal merek ini. Bersama dengan Anita Asmaya Vanin, seorang desainer, dan rekan bisnis lainnya, garasi rumahnya menjadi workshop jahit.Entah bagaimana ceritanya, tiba2 muncul Annisa Pohan yang mantu-nya SBY sebagai "duta produk" brand ini. Ia dan anaknya sering muncul dalam banyak peragaan busana kelas atas. Belakangan saya baru tahu, merek ini digunakan sebagai perahu apung keluarga Cikeas melalui Yayasan Batik Indonesia yang dikelola Ani SBY untuk melakukan muhibah pameran di banyak negara.

Lalu tiba2 kenapa muncul nama klan Tjokrosaputro di dalamnya? Yang sesungguhnya adalah keluarga konglomerat Batik Solo yang memiliki brand Batik Keris yang memang lebih dahulu terkenal itu? Nah disinilah oligarkinya... Jawabanya simple: dibanding Allure yang (baru) kemarin sore, tentu Batik Keris lebih punya nama besar, reputasi yang lebih luas, dan jangkauan pasar lebih besar. Sialnya dari batik, keluarga Tjokrosaputro ini kemudian merambah ke bisnis2 lain yang jauh dan tak ada kaitannya dengan core bisnis keluarganya. Disinilah azas saling memanfaatkan dan memperdaya dimulai. Mereka tercatat memiliki perusahaan PT Hanson Internasional yang bisnisnya di bidang properti dan dikomandani oleh Benny Tjokrosaputro. Saudaranya yang lain bernama Dicky Tjokosaputro menjadi direktur PT Power Telecom (PowerTel) yang bergerak di bidang telekomunkasi.

Nah kedua perusahaan ini, entah karena salah kelola atau karena terlalu jauh melebar dari bisnis intinya "mbatik" lalu jatuh mengalami kesulitan likuiditas. Antara lain, di kedua perusahaan inilah dana nasabah PT Jiwasraya ditempatkan. Sebagai perusaaan yang dianggap lagi jatuh, lalu karenanya bernilai murah ini. dana Jiwasraya ditempatkan. Dengan harapan akan terjadi rebound, bila bisa dibangkitkan akan untung besar. Yah jelas ngimpi siang bolong, yah hancur, wong sudah terlanjur busuk! Kalau dari sisi administrasi, bisa saja dianggap dengan istilah "kekurang hati2an". Tapi jelas secara ekonomi-politik itu suatu kesengajaan. Bagaimana BUMN sudah biasa ditempatkan pada posisi tercekik. Karena itulah, bisa dipahami walau kerugian PT Jiwasraya yang sudah dirasakan sejak tahun 2008, tapi mereka adem ayem saja. Dan sebagaimana biasa para direksi-lah yang dikorbankan! Yang sialnya, juga seolah malah ikutan rayahan memperkaya diri itu! Dan agak maju sedikt, direksi2 rekanan usaha itulah yang diseret dianggap bersalah. Dan itulah yang hari ini terjadi....

Menyentuh SBY? Ya gak bakal bisa! Wong kalau pun, dapat ditelusur duit2 yang mengalir itu adalah dana2 politik yang sudah tersalur dalam berbagai yayasan dengan bidang geraknya masing2. Rata2 kalau bukan bidang agama ya sosial. Saya mencatat Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam (sial betul yang artinya cahaya keselamatan itu) menjadi motor dari gerakan progresif partai ini membeli suara rakyat. Dari sinilah, konon SBY dan Demokrat memenangkan dirinya, hingga dari sebuah partai yang semula "hanya" punya suara 7%, hingga nyaris menyentuh angka 30%. SBY memang menang telak dalam Pilpres, tapi begitulah hukum alam ia sedemikian cepat dilupakan. Secepat bagaimana ia menghimpun dana2 dari banyak skandal di banyak perusahaan itu Easy come, easy go....

Tentu saja ini belum berakhir, setelah Century, lalu Wisma Atlet di Hambalang. Kemudian PLN dengan puluhan proyek-nya yang mangkrak jadi besi tua. Belum lagi yang jelas2 tapi digelapkan semacam kasus KTP-E yang absurd itu. Termasuk Jiwasraya di dalamnya, Jokowi masih sangat dengan mudah melemparkan kesalahannya ke SBY. Namun sebagian kasus yang lain, saya pikir akan terkubur dan justru terselamatkan, karena yang jadi tukang perah sudah berpindah ke partai lain. Jadi mereka bisa bicara, kami "cuma pernah", tapi yang benar2 membuatnya mati orang lain. Sebagaimana kita tahu belakangan Rini Sumarno dalam Kabinet Pertama Jokowi, ternyata juga tak lebih "baby sitter" bagi PDI-P. Sedikit saja prestasinya, boroknya sama saja. Skandalnya juga tak kalah memalukan...

Kaitannya dengan saya: itulah alasan buku Orde Los Stang tak tahu rimbanya entah kapan terbit. Saya masih punya banyak celengan kasus sejenis yang menunggu "bukti", tiba2 saja terungkap ke publik. Kenapa bukan saya saja yang melakukannya. Saya bukan type pencari sensani. Saya tak punya energi yang berlebih2 lagi hanya untuk sekedar buka tutup borok negeri sendiri.

Apalagi saya hari ini tak lebih seorang pekebun dan peternak kelas gurem. Sekedar memenuhi kebutuhan minimal keluarga sendiri. Walau sungguh saya menikmati dari hari ke hari-nya ..

Sumber : Status Facebook Andi Setiono Mangoenprasodjo





Fokus : Kasus Jiwasraya


#Jiwasraya #Kasus Jiwasraya #SBY Terlibat Kasus Jiwasraya #Cikeas Terlibat Kasus Jiwasraya


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 menit yang lalu

Beberapa Titik di Jakarta Banjir Usai Diguyur Hujan

Beritacenter.COM - Deras hujan mengguyur Jakarta pada Sabtu (18/1/2020) pagi ini. Hujan di mulai sejak pukul..
53 menit yang lalu

AS Sengaja Kacaukan Situasi Timur Tengah

Beritacenter.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut tindakan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan komandan..
2 jam yang lalu

Beri Sinyal Sandiaga Kandidat Kuat Capres 2024, Jokowi : Masih Lama Pilpres aja Baru Rampung

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait alasannya menyebut Sandiaga Salahuddin Uno..
3 jam yang lalu

Kunjungi Mendagri Tito, Ketua Bawaslu Bahas Netralitas ASN di Pilkada 2020

Beritacenter.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Abhan menyambangi Menteri Dalam Negeri (Mendagri)..
4 jam yang lalu

Puluhan Tawon Vespa Kembali Menyerbu Warga Bekasi

Beritacenter.COM - Seorang ibu rumah tangga bernama Tonisih (40) warga Kampung Bungin RT 01/RW 02 Desa Pantai Bakti,..
5 jam yang lalu

Diperiksa Terkait Jiwasraya, Adnan Tabrani Dicecar soal Surat Utang

Beritacenter.COM - Direktur Independen PT Hanson International Adnan Tabrani diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung)..
5 jam yang lalu

Viral! Dua Pria Kuras Kotak Amal Masjid di Medan

Beritacenter.COM - Terecam kamera CCTV, dua orang remaja terlihat sedang mencuri kotak amal di Masjid Silaturrahmi,..
6 jam yang lalu

Tiga Perampok Taksi Online Ditangkap Polisi, Dua Orang Ditembak

Beritacenter.COM - Anggota Subdit III Ditkrimum Polda Metro Jaya berhasil mengamankan tiga pelaku perampokan terhadap..
7 jam yang lalu

Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI karena Hak Siar, Ini Kata Helmy

Beritacenter.COM - Dewan Pengawas TVRI telah mencopot Helmy Yahya dari jabatannya sebagai Direktur Utama (Dirut) TVRI..
7 jam yang lalu

Dicopot dari Jabatan Dirut TVRI, Helmy Siap Tempuh Jalur Hukum

Beritacenter.COM - Pencopotan Direktur Utama (Dirut) TVRI, Helmy Yahya berlanjut ke jalur hukum. Tim Kuasa Hukum..
8 jam yang lalu

Diterjang Angin Puting Beliung, 5 Rumah di Sulbar Rusak Parah

Beritacenter.COM - Lima rumah warga di Dusun Beluwu, Desa Puccadi, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar,..
9 jam yang lalu

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi..
10 jam yang lalu

Nafsu Berujung Maut, Tukang Cilok Bunuh Pemandu Lagu di Puncak Bogor

Beritacenter.COM - Tukang cilok berinisial RA alias B (39) ditangkap polisi karena membunuh seorang pemandu lagu (PL)..
10 jam yang lalu

Banteng, “Lawan” Baru Si Cicak?

Kalau ngomongin soal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu, sering kali kita membaca judul-judul berita yang..
11 jam yang lalu

Advokat Pencinta Damai Polisikan Pendemo Pro-Anies Soal Poster 'Lengserkan Presiden'

Padahal di dalam konteks ini, demo itu pure masalah banjir bukan masalah politik. Namun dalam persoalan itu yang saya..
11 jam yang lalu

Jokowi Percayakan Kepala Bakamla ke Laksdya Aan Kurnia

BeritaCenter.COM - Laksdya TNI Aan Kurnia ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Kepala Badan Keamanan Laut..
12 jam yang lalu

Mahfud Md Sebut Dugaan Korupsi di Asabri Dari Sumber Terpercaya

BeritaCenter.COM - Menko Polhukam Mahfud Md telah melakukan pertemuan dengan Menteri BUMN Erick Thohir di kantor..
12 jam yang lalu

Jokowi Perintahan Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Jiwasraya

Beritacenter.COM - Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi..
12 jam yang lalu

Polisi Bongkar Peredaran Dollar Palsu di Apartemen Jaksel, 6.000 Lembar USD 100 Disita!

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial DW alias D ditangkap polisi lantaran membuat uang dollar AS palsu. Tak..
13 jam yang lalu

Bantu Jual Sabu Suaminya, Suniyah Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Suniyah (37) seorang ibu rumah tangga warga Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota..
13 jam yang lalu

Soal Sunda Empire, Ridwan Kamil : Banyak Orang Stres, Ciptakan Ilusi-ilusi

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut polisi sudah turun tangan soal keberadaan kelompok Sunda..
14 jam yang lalu

Peneliti "Sebut" Anies Cari Muka Masalah Banjir Untuk Pilpres 2024

Beritacenter.COM - Peneliti Populi Center Jefri Ardiansyah mengatakan, Gubernur DKI Anies Baswedan mempolitisasi..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi