Minggu, 23 Pebruari 2020 - 07:29 WIB

OTT KPK Terhadap Komisioner KPU Cacat Prosedur

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 17 Januari 2020 | 21:44 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Sejumlah pihak menilai penangkapan mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cacat prosedur. Kesalahan administrasi tersebut disebabkan tidak adanya persetujuan Dewan Pengawas sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang.

Kecurigaan demi kecurigaan mulai terlihat, khususnya bagi para pengamat. Beredarnya sprin lidik (surat perintah lidik) atas upaya penegakan hukum bagi terduga koruptor telah dimanipulasi. Status komisioner KPU RI kini telah ditetapkan sebagai tersangka mafia uang. Namun, OTT kali ini dinilai cacat prosedur.

Keanehan dalam sprin lidik terkait penanganan perkara KPU yang dijabarkan sejumlah pihak meliputi empat hal. Yang diantaranya ialah;

Pertama, penerbitan surat Perintah Lidik masih berada dibawah kepemimpinan lama. Serta penanggalan surat perintah yang ditulis tangan membutuhkan pengecekkan terkait keabsahannya.

Kedua, pelaksanaan tindakan berkenaan dengan upaya penyegelan ruangan dan penggeledahan lokasi, dilakukan pada saat masih dalam penyelidikan,

Ketiga, pihak penyelidik urung menunjukkan secara terperinci surat perintah tugas maupun hal penyelidikan kepada pihak-pihak yang mereka curigai,

Kecurigaan keempat ialah, adanya permainan opini di media untuk menyamarkan kesalahan prosedur, maupun ketidakcukupan alat bukti. Ditambah lagi sikap meningginya arogansi penyelidik KPK.

Kejadian ini makin diperparah oleh adanya mal-administrasi perizinan yang mana tidak sesuai UU KPK yang baru. Bahwa tindakan terkait penggeledahan haruslah dengan izin Dewan Pengawas KPK, sementara pengeledahan yang diklaim oleh KPK kemarin tidak menyertakan izin tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh Pimpinan PDI-P, Djarot Saiful Hidayat. Yang mengakui adanya upaya penggeledahan dari KPK. Namun, PDI-P menolaknya karena penggeledahan dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dia menyebutkan, penggeledahan di ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan bukti-bukti yang kuat. Selain itu, tidak memenuhi prosedur karena tidak terdapat surat izin penggeledahan.

Sebelumnya, Pengamat politik dari Indonesian Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi perihal beredarnya surat perintah penyelidikan (Sprin.Lidik) OTT atas komisioner KPU Wahyu Setiawan terkait kasus suap pengurusan Pergantian Antar Waktu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan.

Sprin lidik tersebut diduga tertuju kepada nama-nama penyidik KPK. Padahal, pada saat yang bersamaan komisioner dan Dewas KPK periode 2019 hingga 2023 telah resmi dilantik oleh Presiden Jokowi. Sprin lidik yang dimaksud Karyono terkait OTT Wahyu Setiawan tersebut bernomor 146/01/12/2019 yang mana sudah ditandatangani 20 Desember tahun 2010 silam oleh Agus Raharjo.

Karyono menilai, jika beredarnya surat tersebut benar maka hal itu bisa memicu berbagai persepsi negatif bagi lembaga anti rasuah. Bahkan, publik akan menafsirkan ada target lain di balik upaya penegakan hukum tersebut.

Di lain pihak, Peneliti Indonesia Corruption Watch, Adnan Topan Husodo, juga menilai, ketika KPK menyasar target yang mempunyai pengaruh cukup besar, seringkali jalannya tidak mulus. Setidaknya terdapat dua faktor yang menjadi penyebab.

Misalnya informasi berkenaan dengan OTT secara parsial bocor sehingga antisipasi telah dilakukan. Selain itu, jejaring target cukup kuat sehingga mampu memanfaatkan berbagai akses guna menghalang-halangi upaya penegakan hukum KPK.

Hal ini berarti, KPK perlu kembali diperkuat melalui pembatalan UU No 19/2019. Karena, konsep Dewan Pengawas yang ada di dalam UU menambah panjang jalan birokrasi penegakan hukum KPK. Hal Inilah yang dianggap sebagai celah dan membuat kinerja KPK terhambat. Dirinya berharap jika kejanggalan-kejanggalan ini bukanlah sinyal KPK kini mulai tebang pilih saat melakukan upaya penindakan.

Kendati demikian, kasus OTT komisioner KPU ini memang wajib diproses karena sudah ada minimal dua alat bukti yang memberatkan tersangka. Karyono bahkan mewanti-wanti jangan sampai KPK bermanuver politik layaknya parpol, karena akan berpotensi cacat prosedur maupun cacat administrasi. Jika sudah demikian, lunturlah kepercayaan publik.

Sementara itu, pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta, menyatakan perlu adanya sejumlah evaluasi administrasi di KPK. Pasalnya, jika Surat Perintah Penyelidikan KPK yang terkait OTT komisioner KPU itu benar adanya maka prosedur administrasi semacam itu bisa dianggap mencari celah untuk meluluskan tujuan tertentu.

Menurutnya, pemberantasan kasus mafia atau korupsi itu harus dilakukan dan siapapun yang terlibat harus ditindak secara tegas tanpa kompromi. Namun, dalam penanganannya KPK perlu memandang aturan yang berlaku termasuk harus taat prosedur dan juga syarat administrasinya.

Dirinya berharap, jangan sampai pemberantasan korupsi ini mengalami intervensi karena adanya ketidaktertiban administrasi. Sebab, jika hal ini sampai terjadi, KPK bisa digugat melalui praperadilan yang dampaknya kontraproduktif bagi KPK sendiri.

Rentetan kasus dugaan kejanggalan sprin lidik melalui KPK ini menambah daftar hitam atas tidak profesionalnya kinerja lembaga anti rasuah tersebut. Padahal, pemerintah juga telah berupaya mendukung segala sepak terjang KPK untuk meringkus segala koruptor tanpa secuil kompromi-pun. Masih ada waktu untuk terus berbenah. Dan yang terpenting ialah klarifikasi pihak KPK sendiri terkait penerbitan Sprin Lidik yang diduga telah dimanipulasi. Agar, segalanya menjadi jelas dan transparan, serta tidak terkesan sedang membohongi publik.

 

Ditulis Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : PDIP Terjerat Kasus Korupsi


#KPK #OTT Komisioner KPU #Banteng VS Cicak #PDIP Terjerat Kasus Korupsi #PDIP VS KPK


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






14 jam yang lalu

Aksi 212 Tidak Memiliki Manfaat

Aksi 212 yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan kroninya guna menuntut pemberantasan korupsi dianggap tidak..
15 jam yang lalu

Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI Adalah Pilihan Bijak dan Tepat

Pemerintah telah menyatakan sikap tegas untuk menolak kepulangan ISIS eks WNI. Keputusan tersebut adalah pilihan..
16 jam yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Mobil Panther Tabrak Toko Dan Penjual Juice Hingga Dua Orang Luka Serius...

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di di Jalan Raya Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo Surabaya, sebuah mobil..
17 jam yang lalu

Gasak Kayu Jati Di Kawasan Hutan, Dua Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mono (60) dan Mulyadi (55), keduanya warga Desa Sumber Addi Kecamatan Mantup Lamongan, berhasil..
19 jam yang lalu

Lagi Asik Pakai Sabu-sabu Pengemudi Ojol Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Mohammad Kholil (42), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono Lumajang, harus berurusan dengan..
21 jam yang lalu

Madura Resmi Rekrut Mantan Pemain Persija dan Bhayangkara

Berirtacenter.COM - Madura United resmi mendatangkan pemain asing terbarunya, Bruno Matos jelang Liga 1 musim 2020...
22 jam yang lalu

Serangan Jantung Usia Muda, Ini Penyebabnya

Beritacenter.COM - Pada umumnya risiko serangan jantung dialami oleh orang tua berusia 65 tahun dan lebih. Namun..
22 jam yang lalu

Inilah 5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Memiliki kebiasaan di pagi hari sangat mempengaruhi untuk memulai akvititas kita.Salah satunya..
23 jam yang lalu

Edarkan Obat Terlarang, Klinik di Koja Digerebek Polisi

Beritacenter.COM - Sebuah klinik yang mengedarkan obat - obatan terlarang dan tanpa adanya izin usaha digerebek oleh..
1 hari yang lalu

Akhir Pekan, Jakarta Diprediksi Akan Turun Hujan Hingga Dini Hari

Beritacenter.COM - Wilayah Ibu Kota DKI Jakarta diprediksi akan turun hujan di seluruh wilayah pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Rumah 2 Lantai di Duren Sawit Terbakar, Kerugian Hingga Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran tempat tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kerugian ditaksir mencapai..
1 hari yang lalu

DPR RI Dukung Penguatan PSDKP Guna Cegah Illegal Fishing

Beritacenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung penuh penguatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan..
1 hari yang lalu

Bejad! 'Eyang Anom' Dukun Kampung di Bandung Gagahi Anak Tiri Hingga Hamil

Beritacenter.COM - Gadis asal Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan hamil oleh ayah tirinya..
1 hari yang lalu

Polisi Berikan Bantuan ke Bocah Penderita Kanker Darah di Sumenep

Beritacenter.COM - Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Jibril Maulana (6). Diusianya yang masih kecil itu,..
1 hari yang lalu

Badan Antariksa Jepang Bakal Luncurkan Misi ke Bulan Milik Mars

Beritacenter.COM - Misi pendaratan wahana antariksa ke salah satu bulan milik Mars, Phobos, akan segera dilakukan..
1 hari yang lalu

BNNP Sultra Ungkap Peredaran Narkoba Lintas Provinsi, Sabu 1.008 Gram Disita

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengamankan dua kurir..
1 hari yang lalu

Minta Konflik Disudahi, UNICEF: Serangan Udara di Yaman Tewaskan 19 Anak!

Beritacenter.COM - UNICEF mengkonfirmasi tewasnya 19 anak-anak dan puluhan warga sipil dalam serangan udara yang..
1 hari yang lalu

Peserta Aksi 212 Bubar, Lalin dari Harmoni ke Thamrin Macet Parah

Beritacenter.COM - Peserta aksi 212 membubarkan diri dari lokasi demo di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat...
1 hari yang lalu

Polda Jabar Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal yang Dipasarkan Lewat Online Shop Shopee

Beritacenter.COM - Pabrik pembuat kosmetik ilegal di Bandung, Jawa Barat, berhasil dibongkar jajaran Resnarkoba Polda..
1 hari yang lalu

Hendak Pulang Kerumah, Pelajar di Makassar Tewas Mengenaskan Diseruduk Mobil

Beritacenter.COM - Seorang pelajar berinisial IL (13) tewas tertabrak mobil saat hendak menyebrang di Jl Tol Ir..
1 hari yang lalu

Amankan Demo, Polri Ingatkan Massa Aksi 212 Tetap Jaga Ketertiban

Beritacenter.COM - Polri menyebut kegiatan menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara. Bicara soal aksi 212..
1 hari yang lalu

Ini Peran Masing-Masing Begal di Bekasi yang Viral di Media Sosial

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan 2 dari 3 pelaku begal yang beraksi di Bekasi, Jawa..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi