Minggu, 23 Pebruari 2020 - 08:54 WIB

Mewaspadai Gerakan Radikal di Indonesia

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Jumat, 24 Januari 2020 | 21:31 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Radikalisme masih menjadi kekhawatiran yang perlu diantisipasi masyarakat dan Pemerintah. Pasalnya, paham Anti Pancasila tersebut mampu memicu aksi kekerasan bahkan teror, sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa.

Permasalahan radikalisme di Indonesia merupakan masalah nasionalisme yang saat ini sudah terkikis. Terdapat 3 tahapan doktrin radikalisme. Hal tersebut dimulai dari Iman, berlanjut ke Hijrah dan puncaknya pada Jihad.

Tahap jihad merupakan tahap terakhir yang membuat seseorang menjadi radikal. Hal itu karena dalam tahapan ini terdapat prinsip untuk memerangi orang kafir, baik melalui perkataan maupun perbuatan.

Prof. Mark Woodward dari Arizona State University mengatakan sebagai sebuah ideologi, radikalisme sangat dimungkinkan tumbuh dimana saja, termasuk agama. Bahkan, di dalam agama yang sama sekalipun sangat mungkin muncul aliran yang berbeda, ada yang mendukung pluralisme dan ada pula yang cenderung radikal.

Sementara itu Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengakui, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun terakhir.

Pihaknya menilai, selama 10 tahun terakhir ini alarm adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi. Termasuk ketika Indonesia sedang melakukan agenda Pemilu serta menurunnya kualitas toleransi di Indonesia.

Pemilu pada tahun lalu sarat dengan adanya politik identitas, bahkan sampai ada sekelompok orang yang mengatakan haram memilih salah satu capres. Hal tersebut sudah pasti salah satu bentuk politisasi agama.

Hasil kajian dari Wahid Institute menunjukkan sekitar 0,4 persen atau sekitar 600.000 Warga Negara Indonesia (WNI) pernah melakukan tindakan radikal. Data tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk dewasa yakni sekitar 150 juta jiwa. Karena tidak mungkin balita terlibat dalam gerakan radikal.

Pihaknya juga mengatakan bahwa sikap intoleran di Indonesia cenderung mengalami peningkatan dari sebelumnya, dari 46 % naik menjadi 54 %.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Azyumardi Azra memaparkan, paham radikal yang menganggap pemahamannya paling benar juga telah menyusup ke sekolah menengah melalui tenaga pendidik.

Hasil survei dari lembaga kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP), yang dipimpin oleh Prof Dr Bambang Pranowo, yang juga merupakan Guru Besar Sosiologi Islam di UIN Jakarta pada 2010 lalu, menunjukkan bahwa hampir 50% pelajar setuju dengan tindakan radikal.

Data tersebut juga menunjukkan 25% siswa dan 21 Guru menyatakan bahwa Pancasila tidak relevan lagi. Sementara 84,8% siswa dan 76,2% guru setuju dengan penerapan syariat Islam di Indonesia.

Hal tersebut tentu tidak dapat dibiarkan, jangan sampai paham radikal masuk ke sekolah sehingga nantinya para lulusan sekolah tersebut akan terus mengakar kepada generasi dibawahnya.

Sudah pasti fakta tersebut menjadi tantangan tersendiri, sehingga Para tenaga pendidik dan jajaran kementerian Pendidikan harus memiliki strategi dalam memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiliki keanekaragaman dan hal tersebut adalah anugerah bagi Indonesia.

Empat Pilar MPR juga seyogyanya disosialisasikan kembali dalam rangka mengingatkan dan menyegarkan kembali komitmen seluruh komponen bangsa. Dengan begitu, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kesempatan berbeda Dosen Politeknik Negeri Manado Hery Wensen dan Kepala Sekolah SD Inpres Pinaras Kecamatan Tomohon Selatan, Sjadrie Pengemanan, mengusulkan agar Pancasila dijadikan mata pelajaran sejak dini hingga perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim juga telah menyambut positif wacana terkait Pendidikan Pancasila agar kembali masuk dalam mata pelajaran.

Hal ini tentu patut kita kawal dan kita dukung karena menyangkut karakter generasi penerus terutama masa depan keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Radikalisme itu satu paham yang ingin mengganti dasar dan ideologi negara dengan cara melawan aturan, kemudian merusak cara berpikir generasi baru. Baik orang Islam atau bUkan orang Islam, kalau melakukan aksi teror tentu bisa disebut sebagai radikal.

Dirjen Pendidikan Islam saat ini telah membuat edaran kepada rektor-rektor perguruan tinggi untuk membuat pusat kajian yang bertujuan untuk melakukan upaya moderasi dalam beragama. Iklim keagamaan yang toleran, moderat, damai dan inklusif haruslah dikembangkan terutama untuk memahami keberagaman.

Salah satu hal paling mungkin dilakukan adalah, ajarkan murid, siswa atau anak didik tentang keberagaman dan kebhinekaan, selain itu tanamkan nilai toleransi terhadap sesama warga negara Indonesia.

Oleh : Edi Jatmiko
pengamat sosial politik





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Teroris #Radikalisme #Kelompok teroris #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok Radikalisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






16 jam yang lalu

Aksi 212 Tidak Memiliki Manfaat

Aksi 212 yang digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan kroninya guna menuntut pemberantasan korupsi dianggap tidak..
17 jam yang lalu

Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI Adalah Pilihan Bijak dan Tepat

Pemerintah telah menyatakan sikap tegas untuk menolak kepulangan ISIS eks WNI. Keputusan tersebut adalah pilihan..
18 jam yang lalu

Gara-gara Belum Ngopi, Mobil Panther Tabrak Toko Dan Penjual Juice Hingga Dua Orang Luka Serius...

Beritacenter.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di di Jalan Raya Sutorejo, Kecamatan Mulyorejo Surabaya, sebuah mobil..
19 jam yang lalu

Gasak Kayu Jati Di Kawasan Hutan, Dua Kakek Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Mono (60) dan Mulyadi (55), keduanya warga Desa Sumber Addi Kecamatan Mantup Lamongan, berhasil..
20 jam yang lalu

Lagi Asik Pakai Sabu-sabu Pengemudi Ojol Diciduk Polisi

Beritacenter.COM - Mohammad Kholil (42), warga Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono Lumajang, harus berurusan dengan..
23 jam yang lalu

Madura Resmi Rekrut Mantan Pemain Persija dan Bhayangkara

Berirtacenter.COM - Madura United resmi mendatangkan pemain asing terbarunya, Bruno Matos jelang Liga 1 musim 2020...
23 jam yang lalu

Serangan Jantung Usia Muda, Ini Penyebabnya

Beritacenter.COM - Pada umumnya risiko serangan jantung dialami oleh orang tua berusia 65 tahun dan lebih. Namun..
1 hari yang lalu

Inilah 5 Kebiasaan Buruk di Pagi Hari

Beritacenter.COM - Memiliki kebiasaan di pagi hari sangat mempengaruhi untuk memulai akvititas kita.Salah satunya..
1 hari yang lalu

Edarkan Obat Terlarang, Klinik di Koja Digerebek Polisi

Beritacenter.COM - Sebuah klinik yang mengedarkan obat - obatan terlarang dan tanpa adanya izin usaha digerebek oleh..
1 hari yang lalu

Akhir Pekan, Jakarta Diprediksi Akan Turun Hujan Hingga Dini Hari

Beritacenter.COM - Wilayah Ibu Kota DKI Jakarta diprediksi akan turun hujan di seluruh wilayah pada Sabtu..
1 hari yang lalu

Rumah 2 Lantai di Duren Sawit Terbakar, Kerugian Hingga Ratusan Juta

Beritacenter.COM - Terjadi kebakaran tempat tinggal di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kerugian ditaksir mencapai..
1 hari yang lalu

DPR RI Dukung Penguatan PSDKP Guna Cegah Illegal Fishing

Beritacenter.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendukung penuh penguatan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan..
1 hari yang lalu

Bejad! 'Eyang Anom' Dukun Kampung di Bandung Gagahi Anak Tiri Hingga Hamil

Beritacenter.COM - Gadis asal Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan hamil oleh ayah tirinya..
1 hari yang lalu

Polisi Berikan Bantuan ke Bocah Penderita Kanker Darah di Sumenep

Beritacenter.COM - Nasib malang menimpa seorang bocah bernama Jibril Maulana (6). Diusianya yang masih kecil itu,..
1 hari yang lalu

Badan Antariksa Jepang Bakal Luncurkan Misi ke Bulan Milik Mars

Beritacenter.COM - Misi pendaratan wahana antariksa ke salah satu bulan milik Mars, Phobos, akan segera dilakukan..
1 hari yang lalu

BNNP Sultra Ungkap Peredaran Narkoba Lintas Provinsi, Sabu 1.008 Gram Disita

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengamankan dua kurir..
1 hari yang lalu

Minta Konflik Disudahi, UNICEF: Serangan Udara di Yaman Tewaskan 19 Anak!

Beritacenter.COM - UNICEF mengkonfirmasi tewasnya 19 anak-anak dan puluhan warga sipil dalam serangan udara yang..
1 hari yang lalu

Peserta Aksi 212 Bubar, Lalin dari Harmoni ke Thamrin Macet Parah

Beritacenter.COM - Peserta aksi 212 membubarkan diri dari lokasi demo di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat...
1 hari yang lalu

Polda Jabar Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal yang Dipasarkan Lewat Online Shop Shopee

Beritacenter.COM - Pabrik pembuat kosmetik ilegal di Bandung, Jawa Barat, berhasil dibongkar jajaran Resnarkoba Polda..
1 hari yang lalu

Hendak Pulang Kerumah, Pelajar di Makassar Tewas Mengenaskan Diseruduk Mobil

Beritacenter.COM - Seorang pelajar berinisial IL (13) tewas tertabrak mobil saat hendak menyebrang di Jl Tol Ir..
1 hari yang lalu

Amankan Demo, Polri Ingatkan Massa Aksi 212 Tetap Jaga Ketertiban

Beritacenter.COM - Polri menyebut kegiatan menyampaikan aspirasi merupakan hak warga negara. Bicara soal aksi 212..
1 hari yang lalu

Ini Peran Masing-Masing Begal di Bekasi yang Viral di Media Sosial

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil mengamankan 2 dari 3 pelaku begal yang beraksi di Bekasi, Jawa..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi