Kamis, 04 Juni 2020 - 12:25 WIB

Menolak Kepulangan Anak ISIS Eks WNI

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 24 Pebruari 2020 | 11:30 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Pemerintah memang sudah tegas dalam menolak kepulangan anggota ISIS eks WNI. Keputusan itu patut disyukuri mengingat kombatan ISIS memang mampu meningkatkan potensi aksi radikal, tidak terkecuali kelompok anak-anaknya yang sudah ditanamkan ideologi radikal sejak dini.

Siapapun yang telah memilih untuk menjadi kombatan ISIS dan meninggalkan Negara Indonesia, maka hilanglah sudah status kewarganegaraannya. Apalagi jika diketahui bahwa mereka telah membakar passpornya.

Bahkan terdengar kabar bahwa Mantan Presiden ISIS regional Indonesia, Chep Hernawan membantah bahwa anggota ISIS Eks WNI di Suriah ingin pulang ke Indonesia.

Pria yang pernah menjabat sebagai Presiden ISIS di Indonesia selama 4 tahun ini mengatakan bahwa WNI yang bergabung di ISIS tidak ada yang ingin pulang ke Tanah Air.

Oleh karena itu, bagi siapapun yang telah bergabung dengan ISIS, maka secara otomatis hilang kewarganegaraannya. Artinya bukan berarti Indonesia melepaskan mereka, tetapi merekalah yang telah secara tegas menunjukkan bahwa dirinya telah keluar dan ingin bergabung dengan negara khilafah.

untuk tidak memulangkan anggota ISIS asal Indonesia sepenuhnya adalah kewenangan pemerintah.

Menurutnya, langkah yang telah diambil oleh pemerintah tersebut tidaklah menyalahi aturan mengenai kewarganegaraan, apalagi jika mereka telah membakar paspornya.

Dukungan atas keputusan tersebut juga datang dari Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono, dirinya mendukung keputusan pemerintah yang tidak memulangkan WNI eks ISIS dan terduga teroris lintas batas.

Dirinya menilai, keputusan tersebut membuat masyarakat Indonesia yang berjumlah 260 juta jiwa merasa lega. Agung juga sepakat dengan Presiden Jokowi yang menyebut para kombatan ISIS itu dengan sebutan Eks WNI.

Khusus dari Indonesia yang tergabung dengan ISIS merupakan WNI dari berbagai kalangan, usia dan jenis kelamin, namun seiring dengan pesatnya kemajuan di medan peperangan dengan mencakup wilayah yang luas, ditambah pula dengan kemunduran dan kekalahan pasukannya di medan peperangan juga sangatlah cepat, sehingga tentara ISIS dinyatakan kalah di Irak dan Suriah.

Salah seorang perwira polisi sempat menuturkan, bahwa agar dapat pergi ke Suriah, mereka rela mengorbankan harta benda mereka agar tujuan ‘hijrah’ ke Suriah tecapai. Tidak hanya menjual motor atau mobil, namun juga rumah, tanah atau sawah.

Mereka tentu telah menjadi orang asing yang juga dipertanyakan “kepantasannya” untuk kembali menjadi WNI, bagaimana mereka akan menjadi WNI yang baik kalau dalam benak mereka tidak menganut ideologi Pancasila.

Jika mereka para WNI telah dengan sadar ingin pergi ke Suriah, maka hal itu artinya ia telah mengesampingkan pancasila, sehingga tidak perlu lagi kembali ke Indonesia. Apalagi jika mereka memiliki faham bahwa seseorang yang dianggap kafir harus dibunuh.

Kalau begitu, para Eks WNI yang ada di Suriah lebih baik tidak usah pulang ke Indonesia, daripada nanti menunjukkan sikap anti demokrasi dan toleransi di Indonesia, lebih baik mereka setia saja dengan ISIS yang sudah kalah, jangan lantas sudah kalah baru merengek pulang.

Jika tujuan mereka berjihad, tentu tidak sepenuhnya benar jika jihad dimaknai dengan upaya perang dan angkat senjata. Padahal menafkahi keluarga dan menyumbang harta kepada orang miskin juga termasuk Jihad.

Pun terhadap anak-anak eks WNI yang masih ada disana, mereka yang menyaksikan berbagai penindasan dan kekejian tentu berpotensi menjadi benih radikalisme jika dipulangkan ke NKRI.

Istilah Eks WNI tentu bukan istilah yang berlebihan jika ditujukan kepada para anggota ISIS, karena Presiden Jokowi ingin konsisten dengan Undang-undang (UU) Nomor 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan, yang berbunyi, ‘bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) akan kehilangan kewarganegaraannya bila dirinya bergabung dengan militer asing tanpa izin dari Presiden.

Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handoyo Budhisejati mengatakan, pemulangan WNI eks ISIS tidak diperlukan, apalagi ada masalah di Indonesia yang lebih urgent, salah satunya adalah intoleransi yang semakin marak.

Menurut Handoyo, Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan intoleransi yang serius, maka dari itu jangalan diperumit dengan menambah masalah baru, apalagi dengan memulangkan eks WNI yang tidak patuh terhadap Pancasila.

Menolak kepulangan anak-anak eks WNI tersebut tentu bukanlah tanpa alasan. Mereka juga tidak mengakui keberadaan negara maka pemerintah mestinya tetap berhati-hati dalam membuat kebijakan terkait eks WNI di Suriah, demi keamanan 260 juta jiwa masyarakat Indonesia.


Oleh : Muhammad Yasin
Pengamat sosial politik





Fokus : WNI eks ISIS


#ISIS #WNI eks ISIS #Tolak WNI eks ISIS #Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






4 menit yang lalu

Google Terancam Kena Denda Puluhan Triliun Rupiah, Kok Bisa?

Diketahui juga jika pihak Google tetap berusaha melacak pengguna internet tersebut meski sudah mengaktifkan mode..
4 menit yang lalu

Kapal Odyssey Berpenumpang 21 Orang Hilang di Laut Bali

Beritacenter.COM - Kapal kargo milik PT Odyssey Maritim Nusantara dilaporkan hilang di laut Bali, kapal tersebut..
21 menit yang lalu

Hadapi "New Normal" JOKOWI Cek Persiapan Masjid Istiqlal, ANIES Persiapkan Panduan Di Diskotek dan Panti Pijat, Netizen : Terima Kasih Pak Anies...

Beritacenter.COM - Menyambut kesiapan penerapan prosedur standar new normal atau kenormalan baru, Presiden Joko..
27 menit yang lalu

Covid-19 Masih Terus Mengganggu Perekonomian Dunia, G7 Masih Longgarkan Utang...

Diketahui juga bahwa inisiatif tersebut dilakukan lantaran negara-negara miskin di dunia semakin memburuk keadaan..
34 menit yang lalu

Jokowi Minta Data Corona Hanya Satu Pintu

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta data penanganan Covid-19 diperbaiki hingga semuanya hanya..
56 menit yang lalu

Persiapan New Normal, Begini Langkah Bupati Banyuwangi...

Lebih lanjut Anas juga mengungkapkan jika Banyuwangi siap menghadapi maa kenormalan baru. Kesiapan ditunjukkan dengan..
1 jam yang lalu

Menanggapi Batalnya Diskusi Bertajuk "Persoalan Pemecatan Presiden"

Saya ingin menanggapi terkait diskusi dengan tema "pemecatan presiden" di tengah pandemi ditinjau dari sistem..
1 jam yang lalu

Bareskrim Polri Amankan 500 Kg Sabu di Sukabumi

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu- sabu seberat 500 kilogram (Kg) di..
1 jam yang lalu

Presiden Minta Wilayah Zona Merah "Jatim, Sulsel, dan Kalsel" Diberi Perhatian Khusus

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Gugus Tugas Percepatan Covid-19 dan jajaran TNI/Polri..
1 jam yang lalu

Indonesia Optimis Menang Lawan Covid-19

Virus covid-19 memang masih bercokol di Indonesia. Banyak aturan yang dikeluarkan untuk mencegah penyebarannya,..
1 jam yang lalu

Demi Bisa Tidur Di Rumah Janda, Fajar Ngaku-ngaku Jadi Anggota TNI

Beritacenter.COM - Daud Fajar Hariyanto (39) warga Desa Cemandi Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, harus berurusan..
2 jam yang lalu

Polisi Bongkar Bungker Ratusan Botol Miras di Garut

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Tarogong Kidul berhasil membongkar bungker minuman keras (miras) yang berada di..
3 jam yang lalu

Selain Bisa Sembuhkan Demam Berdarah, Segudang Manfaat Konsumsi Jambu Biji

Beritacenter.COM - Jambu biji merupakan buah yang memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh kita. Jambu biji..
4 jam yang lalu

Gempa M 4,8 Guncang Aceh Timbulkan Kerusakan hingga ke Sabang, Banda Aceh dan Aceh Besar

Beritacenter.COM - Wilayah Aceh diguncang gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo pada Kamis (4/6/2020) pukul 05.30 WIB...
4 jam yang lalu

Demi Keselamataan Jemaah. MUI Tak Masalah Pemerintah Batalkan Haji 2020

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai kebijakan pemerintah sangatlah cocok untuk tidak..
5 jam yang lalu

Diduga Melompat di Sungai Bengawan Solo, Satpam Cantik di Sragen Tenggelam

Beritacenter.COM - Seorang satpam cantik bernama Sugiyanti (33) yang bekerja di PT PAN Brother Sragen diduga melompat..
5 jam yang lalu

Suami Istri di Lamongan Ditemukan Tewas di Rumah Saudaranya

Beritacenter.COM - Pasangan suami istri (pasturi) warga Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ditemukan tewas..
5 jam yang lalu

BMKG Prediksi Cuaca di DKI Jakarta Akan Cerah Hari ini

Beritacenter.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di DKI Jakarta akan cerah..
7 jam yang lalu

Perlu Diketahui ! Ini Manfaat Buah Sirsak Bagi Kesehatan Tubuh

Beritacenter.COM - Buah sirsak merupakan buah yang tidak asing kita dengar. Buah ini banyak kita jumpai mulai..
8 jam yang lalu

Cabuli Dua Bocah di Sungai, Kakek 62 Tahun di Banyumas Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Polisi menangkap seorang kakek berinisial LKM (62) warga Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas,..
9 jam yang lalu

Pasien Sembuh Covid-19 di Jatim Bertambah 292 Orang, Khofifah Apresiasi Kinerja Tim Medis

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada tambahan pasien sembuh dari..
10 jam yang lalu

Kerap Resahkan Warga Jakpus, Dua Spesialis Jambret Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil menangkap dua jambret yang kerap melangsungkan aksinya di..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi