Sabtu, 11 Juli 2020 - 01:18 WIB

Data Bansos DKI Sengaja Dikacaukan?

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 12 Mei 2020 | 13:22 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Eko Kuntadhi

Saya tidak tahu, apa sebetulnya yang ada di kepala Gubernur. Ketika dia terus menerus merongrong pusat dengan manuvernya, padahal Indonesia sedang menghadapi bencana.

Mulanya pada rapat terbatas online yang melibatkan kepala daerah. Presiden memimpimpin langsung rapat itu. Diputuskan pemerintah akan membantu masyarakat yang terdampak Covid19. Saat ditanya Gubernur Jakarta, berapa jumlah warga DKI yang terdampak. Gubernur dengan tegas menyebut angka 3,6 juta orang.

Lalu pada rapat itu diputuskan, pemerintah pusat akan mengcover 2,5 juta orang yang terdampak. Sisanya 1,1 juta orang akan dihandle oleh Pemda DKI. Masing-masing akan mendapat bantuan Rp600 ribu selama tiga bulan.

Artinya jika program tersebut jalan, ada 1,2 juta KK yang akan mendapat bantuan. Sebagian besar dari pemerintah pusat, sisanya dari kas Pemda DKI.

Pemerintah pusat tinggal menunggu data dari Pemda DKI untuk menyalutkan bantuan. Saat data itu diterima Kemensos, bantuan langsung bergerak disalurkan.

Sebelumnya Pemda DKI juga sudah menyalurkan bantuan ke warga dengan paket seharga Rp149.000. Ketika dihitung, harganya sih cuma Rp108 ribuan. Tapi, mungkin saja plus ongkir dan paking. Kok hanya Rp149 ribu? Katanya akan dilakukan seminggu sekali. Jadi jumlahnya sekitar Rp600 ribu sebulan juga.

Apa yang terjadi saudara-saudara? Ternyata data yang diserahkan Pemda DKI ke Kemensos, itu sama dengan data penduduk yang sudah mendapat bantuan dari Pemda DKI. Ketika Kemensos membagikan bantuan sesuai kesepakatan, mereka yang sudah terima secuil bantuan dari Pemda DKI Rp149 ribu itu, otomatis akan menerima lagi bantuan dari Kemensos. Wong datanya sama.

Di bawah, masyarakat Jakarta kecewa. Betapa kacaunya proses penyaluran bantuan sosial itu.

Sialnya, menurut Kepala Kelompok Kerja Kebijakan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan, Pemda DKI sengaja melakukan itu.

Kenapa data itu disamakan? Karena Pemda DKI mau mangkir dari janjinya untuk menghandle 1,1 juta warga DKI. Mereka hanya menyalurkan paket Rp149 itu sekali saja. Dalam kesepakatan empat kali sebulan. Ketika bansos dari Kemensos disalurkan, Pemda DKI malah menyetop penyaluran bantuannya.

Kan, bangke!

Pertama, Anies tidak konsisten terhadap hasil rapat. Dia menyebut 3,6 juta warga perlu bantuan, dan DKI hanya sanggup membantu 1,1 juta orang saja. Presiden percaya, karena soal data kependudukan Pemda DKI lebih memahami. Jadi disepakatilah 2,5 juta warga DKI dihandle pusat.

Nyatanya Anies mangkir. Sengaja mengacaukan data.

Menko PMK Muhajir Efendi sangat berang mengetahui itu semua. Saat ini adalah kondisi bencana. Rakyat butuh menanganan cepat. Kok bisa, Pemda DKI bermain-main seperti itu? "Saya menegur keras Gubernur Jakarta," ujar Muhajir kepada wartawan tidak bisa menyembunyikan kejengkelannya.

Ternyata, saudara. Anies kini bilang Jakarta gak punya duit untuk menyalurkan bantuan yang sudah menjadi komitmennya dalam rapat kabinet itu. Menurut Menkeu Sri Mulyani, Anies angkat tangan dari komitmennya semula.

Anies memainkan isu lain. Ia menagih dana bagi hasil ke Menkeu, sambil gembar-gembor pemerintah pusat berhutang kepada Pemda DKI. Padahal, dana bagi hasil itu gak perlu ditagih. Sesuai UU, akan dikeluarkan Menkeu ke kas Pemda, jika audit BPK sudah selesai. Sekitar Agustus biasanya.

Lha, audit BPK saja belum selesai. Entah kenapa Anies teriak-teriak seolah pusat punya hutang ke Pemda DKI, padahal kenyataanya gak begitu. Gak mungkin Kemenkeu menahan dana tersebut. Dan gak mungkin juga mengeluarkan jika audit belum rampung. Sebab itu melanggar UU.

Kayaknya manuver seperti ini bertujuan untuk memojokkan pemerintah pusat. Gerakan seperti ini membenturkan pemerintah dengan rakyat Jakarta. Padahal yang mengacaukan dia juga. Padahal yang lari dari komitmen dia juga.

Anehnya, untuk dana bansos Pemda DKI angkat tangan ngaku gak punya duit. Tapi pada Februari 2020, Pemda enteng-enteng aja mengeluarkan duit buat membayar komitmen fee balapan Formula E. Totalnya sampai Rp560 miliar.

Kini kekacauan data bansos DKI Jakarta membuat rakyat marah. Kemarahan yang sepertinya sengaja disulut.

Hanya orang jahat yang bisa mempolitisasi wabah untuk kepentingan politiknya sendiri. Hanya orang jahat yang sempat berfikir menari di atas derita jutaan orang.

"Jahatnya kan cuma sama manusia. Kalau sama hewan di kebun binatang, dia perhatian lho, mas," celetuk Abu Kumkum.

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)





Fokus : DKI Jakarta


#Anies Baswedan #Anies #Gubernur terbodoh #Anies Gubernur Terbodoh #Anies Gubernur Pembohong #Gubernur Pembohong #Anies Juara Bohong #Anies Ngibul Lagi #Anies Bohong Lagi #Anies Takut Corona #Bansos DKI Jakarta Kacau


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






17 menit yang lalu

Pakai Sabu, Tiga Pilot Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga orang pilot karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan..
1 jam yang lalu

Mobil Rombongan Forkopimda Jatim Kecelakaan di Tol Kertosono, Gimana Nasib Gubernur Khofifah..?

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Kijang dengan Nopol L 1000 JN mengalami kecelakaan di Tol Kertosono KM 678...
1 jam yang lalu

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Tuntas Kematian Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo yang..
2 jam yang lalu

Karwayan RS Ditemukan Tewas Tergantung di Surabaya

Beritacenter.COM - Seorang pegawai rumah sakit berinisial LN (24) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kos-nya..
3 jam yang lalu

Selidiki Kasus Pembunuhan Yodi Prabowo, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan..
3 jam yang lalu

MPR Sebut Melegalkan Ekspor Benih Lobster Merupakan Keputusan yang Tepat

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Menteri Kelautan..
3 jam yang lalu

Kisahnya Viral di Medsos, Polisi Buru 7 Pemuda Pemerkosa Gadis di Garut

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial soal kisah gadis di Kabupaten Garut yang diperkosa oleh..
4 jam yang lalu

Pengamat: Kebijakan Ekspor Benih Lobster Solusi Konkret

BeritaCenter.COM – Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membolehkan ekspor..
4 jam yang lalu

KKP Minta Pengusaha Pengelola Ikan Perhatikan Kemasan agar Dilirik Pasar

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada para pelaku usaha pengelolah ikan untuk..
5 jam yang lalu

Kualitasnya Terbaik di Dunia, Menteri Edhy Minta Banyuwangi Tingkatkan Produksi Sidat

Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya
6 jam yang lalu

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap Polisi, Ini Kata Telkomsel soal Kebocoran Data

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembocoran data pribadi pegiat media sosial, Denny..
6 jam yang lalu

Kesal Dipecat, Pria di Sleman Nekat Rusak dan Gasak Uang di Toko Besi Mantan Majikan

Beritacenter.COM - Dendam imbas pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Pakem, Sleman, bernama Beni (26), nekat..
7 jam yang lalu

Antisipasi Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Babinsa Kodim 1402 Polmas Galakkan Pendampingan Tanam Jagung

POLMAN- Berbagai upaya dilakukan Anggota TNI dari Kodim 1402/Polmas, Melalui Koramil jajaran dan Babinsanya..
7 jam yang lalu

Peringati Warganya, China Sebut Wabah Pneumonia di Kazakhstan Lebih Mematikan dari Corona

Beritacenter.COM - China memberi peringatan soal wabah pneumonia yang disebutnya jauh lebih mematikan dari virus..
8 jam yang lalu

Bejat !! Seorang Pemuda di Padang Tega Cabuli 4 Tetangganya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Rahman Ritonga (21) warga Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara,..
9 jam yang lalu

Real Madrid Siap Melepas Luka Jovic

Beritacenter.COM - Klub raksasa Real Madrid siap melepas Luka Jovic pada bursa transfer musim panas tahun ini. Real..
9 jam yang lalu

Mendagri soal Pilkada 2020: Tak Boleh Ada Konvoi, Kampanye Dibatasi 50 Orang

Beritacenter.COM - Mendagri Tito Karnavian meminta agar proses tahapan Pilkada Serentak 2020, dapat menerapkan dan..
10 jam yang lalu

PARAH...! Susi Hina Netizen Yang Tidak Suka Ikan Itu "BODOH"

Beritacenter.COM - Belum lama ini mantan KKP Susi Pudjiastuti membuat gaduh media sosila dengan menyoroti tentang..
10 jam yang lalu

Dijadikan Tempat Produksi Narkoba, Polisi Gerebek Rumah Kontrakan di Bogor

Beritacenter.COM- Sebuah rumah di kawasan Tajur Halang, Bogor yang dijadikan tempat produksi narkoba digerebek..
11 jam yang lalu

Ada yang Positif COVID - 19, Pasar Kediri Ditutup Hingga Tiga Hari

Beritacenter.COM - Pasar Pahing Kota Kediri ditutup sementara mengingat adanya pasien baru positif COVID - 19. Pasar..
12 jam yang lalu

Inilah Contoh Pejabat Indonesia Yang Langka

Yang Lain Pada Takut Nomer Telponnya Diketahui Rakyatnya, Tapi Ia Sebaliknya Ia Pajang Nomer Telponnya Di Media..
13 jam yang lalu

Geger !! Warga Temukan Mayat Bayi di Tempat Sampah

Beritacenter.COM - Seorang mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di dalam kantong plastik berwarna putih..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi