Jumat, 10 Juli 2020 - 06:14 WIB

Tangkal Radikalisme dan Intoleransi di Dunia Maya melalui Pemahaman Wawasan Kebangsaan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:35 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Fathir Muchtar (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Surabaya)

Radikalisme merupakan suatu paham atau sikap dan perilaku yang tidak sesuai dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penggunaan kekerasan serta ancaman demi perubahan yang jauh dari ideologi Negara. Kemudian diikuti oleh aksi terorisme yang menjadi senjata kelompok produk paham radikal dalam menebarkan rasa takut dan tidak aman pada masyarakat.

Radikalisme itu tidak hanya sebatas paham yang menghasilkan jumlah anteknya saja secara kuantitatif, namun membuat orang-orang yang terpapar menjadi fanatik akan perubahan yang mereka rencanakan. Apalagi jika orang-orang terpapar ini membentuk suatu kelompok yang aktif.

Penyebarannya pun sekarang telah merambah ke media sosial. Dapat dikatakan bahwa radikalisme telah berevolusi mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Penyesuaian mereka pun terkadang tidak kita sadari secara langsung, butuh pengamatan lebih cermat .Tanpa kita sadari, bisa jadi kita telah sedikit terpapar dari paham berbahaya ini.

Melalui kecanggihan teknologi yang ada, radikalisme dengan mudahnya memanipulasi pola pikir seseorang. Dan ketika pola pikirnya bergeser dari norma yang ada, maka disitulah awal mula permasalahan bisa terjadi. Mengatasnamakan kebenaran, namun tidak ingin mendengarkan pendapat orang lain. Masyarakat yang awalnya selalu bersikap ramah, malah menjadi mudah tersulut hingga marah.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki keragaman agara, suku, dan budaya menjadi ciri khas kehidupan bangsa dan negara. Pancasila yang awal mulanya sebagai ideologi bangsa telah teruji kefektifannya dalam menyatukan perbedaan-perbedaan di Nusantara. Namun dikarenakan paham radikal yang telah menyebar diantara masyarakat, perbedaan bisa dijadikan sebuah permasalahan dan unsur fanatisme mungkin saja muncul diantara perbedaan itu.

Kerukunan antar warga yang selama ini kita jalin, berubah menjadi perselisihan yang tak terkendali. Beberapa kelompok fanatik yang dengan mudahnya tersulut provokasi, menimbulkan aksi-aksi yang berujung pada tindak kekerasan dan masyarakat merasa tak aman lagi dengan bangsa terutama karena perbedaan yang ada.

Akibat dari paparan ideologi radikalisme ini, tak sedikit pula membuat banyak pemuda berubah. Radikalisme yang telah menyatu dengan masyarakat, perlahan mengancam keberagaman adat istiadat dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di negeri ini.

Warganet Harus Perkuat Wawasan Kebangsaan

Sejenak mari kita mengingat kembali sejarah. Awal mula Negara ini dilahirkan, terdapat empat pilar kebangsaan Indonesia yaitu Pancasila yang menjadi dasar dan pedoman Negara serta menjadi alat interaksi sosial antar pemerintah dengan rakyat, UUD 1945 yang menjadi dasar UU, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika menjadi pemersatu dalam keberagaman budaya bangsa Indonesia.

Namun jika diingat kembali, empat pilar tersebut adalah pilar-pilar yang berdiri sejak awal kelahiran Negara. Semakin berubah zaman, tiang yang kokoh itu akan mudah diguncang dan goyah oleh perkembangan yang ada.

Era sekarang, zaman teknologi dan Negara berusaha mengembalikan kekuatan persatuan serta memperkuat pilar kebangsaan. Jika disangkut pautkan dengan tragedi awal reformasi, saat pemuda dengan mudahnya dicemari oleh paham radikal akibat kurangnya wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.

Jangan sampai generasi penerus bangsa, tidak mengetahui tentang adat istiadat serta budaya bangsa. Nilai-nilai yang telah hidup bersama dengan budaya dan masyarakat selama ini, hilang begitu saja akibat kurangnya wawasan dan pengetahuan. Generasi milenial tak boleh melupakan sejarah. Sejarah kelam sekalipun, agar dapat bercermin dan terus bergerak demi perubahan yang lebih baik. Indonesia telah melewati serangkaian sejarah yang cukup panjang dan tidak mudah untuk bisa menjadi Negara yang seperti sekarang.

Oleh sebab itu diperlukan penguatan wawasan kebangsaan maupun nilai-nilai teladan demi menjaga keutuhan Negara. Pemerintah yang menjadi alat deteksi awal harus memiliki strategi khusus secara nasional dan tentunya melibatkan berbagai elemen, khususnya milenial.

Demi menangkal ancaman radikal dan mencegah aksi terorisme, kita perlu menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan bernegara serta memperluas wawasan kebangsaan untuk menjadi tameng pelindung terhadap kelompok-kelompok yang mengancam Negara dengan Tingkatkan Rasa Patriotisme dan Nasionalisme Demi Indonesia yang Damai dan Maju.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Sadis! Ibu di Aceh Siram Anak Pakai Air Panas hingga Sekujur Badannya Melepuh

Beritacenter.COM - Seorang siswi berusia 13 tahun di Aceh Timur, Aceh, hanya bisa merakasan sakit yang begitu parah..
3 jam yang lalu

Tak Disangka ! Ternyata Sering Pijat Payudara Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Beritacenter.COM - Payudara merupakan bagian tubuh yang penting dan rentan terhadap penyakit terutama perempuan...
4 jam yang lalu

Pemuda di Tanggerang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi : Motif Masih Diselidiki

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait motif tewasnya seorang pemuda..
5 jam yang lalu

Pengamat Politik : Kinerja Menteri Edhy Lebih Dirasakan Manfaatnya oleh Nelayan Ketimbang Menteri Sebelumnya

Beritacenter.COM - Pengamat politik, Adi Prayitno menilai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam..
7 jam yang lalu

Ketua Gugus Tugas Beberkan Maksud Presiden Terkait Peringatan "Lampu Merah"

Beritacenter.COM - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menjelaskan maksud Presiden..
7 jam yang lalu

Terungkap! Mayat Guru yang Ditemukan Bugil Ternyata Diperkosa dan Dibunuh Muridnya

Beritacenter.COM - Polres Banyuasin memastikan tewasnya guru bernama Efriza Yuniar (49) di Sumatera Selatan, akibat..
7 jam yang lalu

Polda Metro Tangkap WN Prancis Diduga Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Jakarta

Beritacenter.COM - Warga negara Prancis bernisial FAC (65) diamankan personel Polda Metro Jaya, lantaran mencabuli..
8 jam yang lalu

Permintaan Ekspor Meningkat 5 Persen, KKP Dorong Budibaya Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan terus mendorong pembudidayaan ikan kerapu, salah..
9 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemkot Depok soal Viral Spanduk 'Masker Melenceng' di Terminal Jatijajar

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial sebuah foto yang menampakkan spanduk ucapan 'Selamat Idul..
9 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Rumah Tinggal di Rappocini, Wanita 70 Tahun Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah rumah tinggal di Kecamatan Rappocini, Makassar, hangus terbakar. Akibatnya, pemilik rumah..
9 jam yang lalu

Pakar: Konsistensi Pemerintah Kejar Buron Maria Lumowa Patut Dapat Apresiasi

Satu hal yang perlu dicatat dan diapresiasi adalah NCB Interpol Indonesia (Polri) telah memasukkan nama MPL dalam red..
10 jam yang lalu

Inter Milan Ajukan Tawaran 2 Pemain Chelsea

Beritacenter.COM - Klub raksasa Italia Inter Milan mengajukan dua pemain Chelsea pada bursa transfer musim panas..
10 jam yang lalu

Kunjungi Lamongan, Menteri KKP dan Gubernur Jatim Dorong Produksi Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa didampingi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan..
11 jam yang lalu

Terungkap! Susi Kritisi Kebijakan Menteri Edhy Karena Kepentingan Bisnis-Politiknya Terganggu

BeritaCenter.COM - Direktur Eksekutif Ekonomika Institut, Riyanda Barmawi, mempertanyakan sikap kritis mantan menteri..
11 jam yang lalu

Wajib Coba !!! 7 Manfaat Konsumsi Buah Manggis untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah manggis dikenal dengan kaya manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Buah ini memiliki tekstur..
11 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Positif Ganja, Polda Metro Buru Pemasok

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap musisi reggae Jali Gimbal alias AS, setelah terbukti..
12 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Diamankan Polisi Terkait Narkoba, Hasil Tes Urine Positif Ganja

Beritacenter.COM - Musisi reggae bernama Jali Gimbal alias AS (43), diamankan personel Polda Metro Jaya setelah..
12 jam yang lalu

Edarkan Sabu, IRT di Sinjai Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT)..
13 jam yang lalu

Duh, Pegawai RS Terlindas Truk Tronton saat Nyalip di Jalur Maut Bangbayang Cianjur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib seorang pegawai RS Sayang Cianjur terlibat kecelakaan di jalur maut Bangbayang..
14 jam yang lalu

Dapat Perhatian Khusus, KKP Berikan Bantuan Kredit Rp 42 Miliar untuk Pelaku Usaha Perikanan

Beritacenter.COM - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus kepada pengusaha sektor..
15 jam yang lalu

Kebijakan KKP Dijamin Pro Rakyat

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan, Ali Mochtar..
15 jam yang lalu

Diduga Depresi, Supir Ojol Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tanggerang

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya, Cikupa,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi