Jumat, 10 Juli 2020 - 07:05 WIB

Waspada Cuci Otak Kelompok Radikalisme Manfaatkan Isu Pandemi Covid-19

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Sabtu, 16 Mei 2020 | 07:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh: Ihsan Maulana (Ketua Gerakan Literasi Terbit Regional Banten)

Dampak dari penyebaran Virus Corona sudah dirasakan banyak masyarakat Indonesia. Faktor ekonomi dan kesehatan menjadi prioritas utama yang diantisipasi pemerintah saat ini dan sudah berbagai macam cara dilakukan untuk mencegah penyebaran virus tersebut dari tes yang masif, perawatan dan pengobatan, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sampai pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

Tidak hanya pemerintah, sejumlah yayasan dan komunitas juga telah berupaya membantu dalam penanganan Covid-19. Berbagai sumbangan dan bantuan sosial juga telah didistribusikan kepada warga yang terdampak Covid-19. Masyarakat juga dinilai telah bahu membahu dan saling membantu antar sesama untuk menekan penyebaran Virus Corona serta memberikan support kepada mereka yang telah terpapar Covid-19.

Namun, dari banyaknya upaya pemerintah dan kelompok masyarakat, masih ada saja okunum kelompok atau individu yang tidak menyukainya, bahkan dibesar-besarkan di media sosial atas kekurangan sekecil apapun terkait penanganan nya. Mereka terus menerus menyalahkan pemerintah dan merasa paling mengerti tentang pencegahan dan penanggulangan wabah virus Corona. Padahal di negara manapun, wabah ini sangat sulit ditanggulangi, bahkan negara semaju Amerika saja sudah mencapai lebih dari 1,3 juta kasus.

Adanya pandemi ini menjadi peluang bagi kelompok-kelompok kepentingan tersebut, terutama kelompok radikal yang terus menyebarkan pengaruhnya agar masyarakat antipati terhadap pemerintah, termasuk Presiden Jokowi. Berbagai macam kebijakan pemerintah terus dicari kesalahannya kemudian dinarasikan seolah pemerintah tidak peduli dengan rakyatnya. Cara tersebut seperti mencuci otak masyarakat agar satu pola pikir dengan kelompok radikal tersebut.

Motif gerakan terorisme adalah motif keagamaan dan balas dendam. Mereka akan terus berjuang sampai sistem khilafah islamiyah berhasil mereka dapatkan. Mereka akan mengatakan penanganan covid ini salah karena negara tidak menganut sistem khilafah. Banyak kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak memihak Islam, seperti tidak boleh jumatan dan tarawih, padahal kebijakan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Berita radikal merupakan salah satu pangsa pasar media saat ini. Ada hal yang dilematis, beberapa media tanpa disadari menjadi partner bagi radikalisme, karena secara tidak langsung, media justru memberikan promosi bagi mereka. Namun bisa juga sebaliknya. Media perlu mengimbangi informasi-informasi yang sifatnya propaganda dari kaum radikal.

Kebijakan WFH dan PSBB membuat masyarakat lebih lama berinteraksi dengan media internet, salah satunya media sosial. Dengan hal ini, kelompok radikal dan ekstrimis memanfaatkan situasi untuk gencar menyuarakan paham-paham dengan lihai dan tanpa terlihat. Tanpa filter yang baik, masyarakat akan sangat mudah terpapar paham yang disebarkan itu.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu waspada akan propaganda kelompok tersebut, karena mereka sudah jelas-jelas memanfaatkan momentum pandemi ini untuk menghimpun massa agar bersikap anti-pemerintah yang kemudian dikaitkan dengan ajaran agama untuk tujuan politisnya.

Fakta-fakta tentang pemerintahan diputarbalikkan seakan-akan pemerintah-lah yang salah. Padahal menjadi suatu hal yang normal dengan dinamika kondisi yang tetap bisa diatasi. Pemerintah bukan dewa yang segalanya bisa sesuai dengan rencana dan harapan. Namun, pemerintah bertugas untuk menjaga kestabilan bangsa dan negara, sehingga harus didukung dengan semangat patriotisme. Masyarakat perlu melawan pihak yang ingin menciptakan ketidakstabilan NKRI tercinta.

Atas kondisi tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Perpres terkait dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme, yang di dalamnya mengatur secara rinci pelibatan TNI dalam menangani terorisme.

Perpres itu nantinya juga mengatur tentang penindakan terhadap kegiatan terorisme, seperti pada pasal 9 naskah rancangan Perpres mengatur jenis-jenis serangan teror yang dapat diatasi TNI. Perpres ini juga tidak menabrak norma hukum peradilan umum, karena jelas diatur dalam pasal 10 naskah rancangan Perpres bahwa hasil penindakan segera diberikan kepada Kepolisian Indonesia untuk diproses hukum.

Oleh karena itu warganet bersama masyarakat harus bersatu dan bekerja bersama mempublikasikan narasi positif dan mendukung Pemerintah melawan paham radikal dan intoleransi yang dapat mengganggu eksistensi kedaulatan bangsa Indonesia di tengah pandemi ini. Tidak hanya itu, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam duta literasi agar tumbuh kesadaran saling mengingatkan dan memiliki tanggung jawab untuk melaksanakannya.

Bersama turut sukseskan program pemerintah melalui upaya deradikalisasi dan program lainnya dengan membumikan serta menjalankan Nilai-Nilai Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat. Tekad membela bangsa dan Nusantara akan terus tegak dengan kepedulian kita bersama.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris #Teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






2 jam yang lalu

Sadis! Ibu di Aceh Siram Anak Pakai Air Panas hingga Sekujur Badannya Melepuh

Beritacenter.COM - Seorang siswi berusia 13 tahun di Aceh Timur, Aceh, hanya bisa merakasan sakit yang begitu parah..
4 jam yang lalu

Tak Disangka ! Ternyata Sering Pijat Payudara Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Beritacenter.COM - Payudara merupakan bagian tubuh yang penting dan rentan terhadap penyakit terutama perempuan...
5 jam yang lalu

Pemuda di Tanggerang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi : Motif Masih Diselidiki

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait motif tewasnya seorang pemuda..
6 jam yang lalu

Pengamat Politik : Kinerja Menteri Edhy Lebih Dirasakan Manfaatnya oleh Nelayan Ketimbang Menteri Sebelumnya

Beritacenter.COM - Pengamat politik, Adi Prayitno menilai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam..
8 jam yang lalu

Ketua Gugus Tugas Beberkan Maksud Presiden Terkait Peringatan "Lampu Merah"

Beritacenter.COM - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menjelaskan maksud Presiden..
8 jam yang lalu

Terungkap! Mayat Guru yang Ditemukan Bugil Ternyata Diperkosa dan Dibunuh Muridnya

Beritacenter.COM - Polres Banyuasin memastikan tewasnya guru bernama Efriza Yuniar (49) di Sumatera Selatan, akibat..
8 jam yang lalu

Polda Metro Tangkap WN Prancis Diduga Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Jakarta

Beritacenter.COM - Warga negara Prancis bernisial FAC (65) diamankan personel Polda Metro Jaya, lantaran mencabuli..
9 jam yang lalu

Permintaan Ekspor Meningkat 5 Persen, KKP Dorong Budibaya Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan terus mendorong pembudidayaan ikan kerapu, salah..
10 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemkot Depok soal Viral Spanduk 'Masker Melenceng' di Terminal Jatijajar

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial sebuah foto yang menampakkan spanduk ucapan 'Selamat Idul..
10 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Rumah Tinggal di Rappocini, Wanita 70 Tahun Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah rumah tinggal di Kecamatan Rappocini, Makassar, hangus terbakar. Akibatnya, pemilik rumah..
10 jam yang lalu

Pakar: Konsistensi Pemerintah Kejar Buron Maria Lumowa Patut Dapat Apresiasi

Satu hal yang perlu dicatat dan diapresiasi adalah NCB Interpol Indonesia (Polri) telah memasukkan nama MPL dalam red..
11 jam yang lalu

Inter Milan Ajukan Tawaran 2 Pemain Chelsea

Beritacenter.COM - Klub raksasa Italia Inter Milan mengajukan dua pemain Chelsea pada bursa transfer musim panas..
11 jam yang lalu

Kunjungi Lamongan, Menteri KKP dan Gubernur Jatim Dorong Produksi Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa didampingi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan..
12 jam yang lalu

Terungkap! Susi Kritisi Kebijakan Menteri Edhy Karena Kepentingan Bisnis-Politiknya Terganggu

BeritaCenter.COM - Direktur Eksekutif Ekonomika Institut, Riyanda Barmawi, mempertanyakan sikap kritis mantan menteri..
12 jam yang lalu

Wajib Coba !!! 7 Manfaat Konsumsi Buah Manggis untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah manggis dikenal dengan kaya manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Buah ini memiliki tekstur..
12 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Positif Ganja, Polda Metro Buru Pemasok

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap musisi reggae Jali Gimbal alias AS, setelah terbukti..
12 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Diamankan Polisi Terkait Narkoba, Hasil Tes Urine Positif Ganja

Beritacenter.COM - Musisi reggae bernama Jali Gimbal alias AS (43), diamankan personel Polda Metro Jaya setelah..
13 jam yang lalu

Edarkan Sabu, IRT di Sinjai Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT)..
14 jam yang lalu

Duh, Pegawai RS Terlindas Truk Tronton saat Nyalip di Jalur Maut Bangbayang Cianjur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib seorang pegawai RS Sayang Cianjur terlibat kecelakaan di jalur maut Bangbayang..
14 jam yang lalu

Dapat Perhatian Khusus, KKP Berikan Bantuan Kredit Rp 42 Miliar untuk Pelaku Usaha Perikanan

Beritacenter.COM - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus kepada pengusaha sektor..
15 jam yang lalu

Kebijakan KKP Dijamin Pro Rakyat

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan, Ali Mochtar..
16 jam yang lalu

Diduga Depresi, Supir Ojol Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tanggerang

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya, Cikupa,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi