Jumat, 10 Juli 2020 - 06:33 WIB

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Menyasar Anak Muda

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 21 Mei 2020 | 14:00 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Alfisyah Kumalasari Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Penyebaran radikalisme masih menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, target radikalisme pun kini juga menyasar generasi muda yang memang akrab dengan internet. Masyarakat dan Aparat Keamanan diharapkan jangan lengah terhadap fenomena tersebut.

Sudah sejak lama kita bisa mengetahui bahwa anak muda merupakan golongan yang paling rawan yang terpapar radikalisme dan terorisme. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga yang mengatakan bahwa anak-anak berusia antara 15 dan 29 tahun merupakan sektor sosial paling rawan terpapar radikalisme dan terorisme.

Ia menjelaskan bahwa anak muda biasanya menjadi tulang punggung organisasi-organisasi radikal dalam menggelar aksi-aksi kekerasan. Sebagian terlibat dalam aksi-aksi jihad di kawasan yang dilanda konflik komunal dan menjadi mastermind serta pelaku utama aksi-aksi pengeboman seperti di Bali, Jakarta, Solo, Surabaya dan kota-kota lainnya.

Berdasarkan catatannya, ada sekitar ratusan anak muda Indonesia yang bergabung ISIS. Dirinya juga menyampaikan bahwa keterlibatan kaum muda dalam radikalisme dan terorisme tidak bisa dilepaskan dari tingginya angka pengangguran, ketiadaan kesempatan, tidak berfungsinya struktur keluarga dan eksklusi sosial.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme bisa dianggap pelarian kekanak-kanakan kaum muda atas kekecewaan-kekecewaan mereka terhadap situasi yang dihadapi. Dirinya juga menyampaikan data, pada akhir tahun 90an kaum muda semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Mereka menempati 72,5 persen dari total pengangguran dan 600 ribu lulusan universitas tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

Pada awal 2000-an, lebih dari 60 persen anak muda antara 15 hingga 19 tahun yang siap kerja belum mendapatkan pekerjaan. Di saat ekonomi mengalami peningkatan pada paruh kedua 2000-an dan setelahnya, 2 juta sampai 3 juta orang masuk ke dalam daftar pencari kerja baru setiap tahun. Sehingga angka pengangguran tetap tinggi.

Masuknya era reformasi menjadi pertanda dimulainya kebebasan di Indonesia, dimana kelompok – kelompok Islam transnasional semakin kencang memanfaatkan situasi tersebut untuk semakin menggaungkan ajarannya. Dimana mereka menyasar sekolah atau kampus sebagai upaya menjaring simpatisan dari para anak muda.

Survey yang dilakukan oleh PPIM UIN Syarif Hidayatullah pada akhir 2017 menunjukkan adanya potensi radikalisme di kalangan generasi z, yaitu yang lahir pada pertengahan 90-an sampai pertengahan 2000 – an. Temuannya adalah sebesar 37.71 persen memandang bahwa jihad adalah perang, terutama perang melawan non – muslim. Selanjutnya 23.35 persen setuju bahwa bom bunuh diri itu jihad Islam. Lalu yang tak kalah mengerikan 34.03 persen setuju jika ada umat muslim yang murtad maka harus dibunuh. Temuan lainnya 33,04 persen berpendapat perbuatan intoleran terhadap kelompok minoritas tidak masalah.

Para generasi Z ini mendapatkan banyak materi Islam salah satunya dari Internet dan media sosial, dimana anak muda bisa dipastikan sangat dekat dengan internet.

Kelompok radikal menggunakan internet dan media sosial dengan serius karena menjangkau warganet secara luas. Dari ratusan ribu atau jutaan yang menonton atau membaca informasi yang diunggah, dalam persentase tertentu ada yang terdoktrinasi. Dari situ, tinggal membina, membangun jejaring dan merawatnya untuk memperkuat posisi dan suatu saat dimanfaatkan bagi kepentingan kelompoknya.

Anak muda menjadi sasaran karena target penyebaran radikalisme karena masih punya jiwa muda. Selain itu, biasanya anak muda yang terpapar radikalisme ialah yang baru mendalami agama. Faktor lainnya ialah sifat ingin menunjukkan eksistensi diri.

Mereka (anak muda) tentu akan mudah terpikat oleh etos perjuangan melawan kebobrokan, penindasan pada lantaran lokal, nasional maupun global, biasanya yang tertarik mereka yang baru belajar agama atau mualaf, jadi cenderung orang yang baru masuk Islam ingin menunjukkan dia lebih Islam dari siapa saja.

Selain itu, anak muda yang kurang bergaul dengan teman-temannya juga sangat muda terpapar radikalisasi. Kelompok seperti ini termasuk yang diincar oleh kelompok radikal.

Para remaja dan pemuda yang kini terindoktrinasi ajaran radikal, layaknya bibit – bibit yang baru mau bertumbuh, saat ini mereka tidak menunjukkan tanda bahaya bagi masyarakat, namun semaian radikalisme yang terus dipupuk akan menjadi sangat berbahaya pada 20 – 30 tahun mendatang ketika mereka sudah dewasa, memiliki kekuasaan, sumberdaya atau akses tertentu.

Tentu saja hal ini harus diantisipasi sejak dini, peran lintas sektoral dari sekolah ataupun lembaga non-konvensional tentu harus bersinergi untuk mencegah anak muda dari paparan paham radikal.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok teroris


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Sadis! Ibu di Aceh Siram Anak Pakai Air Panas hingga Sekujur Badannya Melepuh

Beritacenter.COM - Seorang siswi berusia 13 tahun di Aceh Timur, Aceh, hanya bisa merakasan sakit yang begitu parah..
3 jam yang lalu

Tak Disangka ! Ternyata Sering Pijat Payudara Memiliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan

Beritacenter.COM - Payudara merupakan bagian tubuh yang penting dan rentan terhadap penyakit terutama perempuan...
4 jam yang lalu

Pemuda di Tanggerang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Polisi : Motif Masih Diselidiki

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait motif tewasnya seorang pemuda..
6 jam yang lalu

Pengamat Politik : Kinerja Menteri Edhy Lebih Dirasakan Manfaatnya oleh Nelayan Ketimbang Menteri Sebelumnya

Beritacenter.COM - Pengamat politik, Adi Prayitno menilai kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam..
7 jam yang lalu

Ketua Gugus Tugas Beberkan Maksud Presiden Terkait Peringatan "Lampu Merah"

Beritacenter.COM - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo menjelaskan maksud Presiden..
8 jam yang lalu

Terungkap! Mayat Guru yang Ditemukan Bugil Ternyata Diperkosa dan Dibunuh Muridnya

Beritacenter.COM - Polres Banyuasin memastikan tewasnya guru bernama Efriza Yuniar (49) di Sumatera Selatan, akibat..
8 jam yang lalu

Polda Metro Tangkap WN Prancis Diduga Cabuli 305 Anak Dibawah Umur di Jakarta

Beritacenter.COM - Warga negara Prancis bernisial FAC (65) diamankan personel Polda Metro Jaya, lantaran mencabuli..
8 jam yang lalu

Permintaan Ekspor Meningkat 5 Persen, KKP Dorong Budibaya Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo akan terus mendorong pembudidayaan ikan kerapu, salah..
9 jam yang lalu

Ini Penjelasan Pemkot Depok soal Viral Spanduk 'Masker Melenceng' di Terminal Jatijajar

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial sebuah foto yang menampakkan spanduk ucapan 'Selamat Idul..
10 jam yang lalu

Kebakaran Hanguskan Rumah Tinggal di Rappocini, Wanita 70 Tahun Tewas

Beritacenter.COM - Sebuah rumah tinggal di Kecamatan Rappocini, Makassar, hangus terbakar. Akibatnya, pemilik rumah..
10 jam yang lalu

Pakar: Konsistensi Pemerintah Kejar Buron Maria Lumowa Patut Dapat Apresiasi

Satu hal yang perlu dicatat dan diapresiasi adalah NCB Interpol Indonesia (Polri) telah memasukkan nama MPL dalam red..
10 jam yang lalu

Inter Milan Ajukan Tawaran 2 Pemain Chelsea

Beritacenter.COM - Klub raksasa Italia Inter Milan mengajukan dua pemain Chelsea pada bursa transfer musim panas..
10 jam yang lalu

Kunjungi Lamongan, Menteri KKP dan Gubernur Jatim Dorong Produksi Ikan Kerapu

Beritacenter.COM - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa didampingi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan..
11 jam yang lalu

Terungkap! Susi Kritisi Kebijakan Menteri Edhy Karena Kepentingan Bisnis-Politiknya Terganggu

BeritaCenter.COM - Direktur Eksekutif Ekonomika Institut, Riyanda Barmawi, mempertanyakan sikap kritis mantan menteri..
11 jam yang lalu

Wajib Coba !!! 7 Manfaat Konsumsi Buah Manggis untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Buah manggis dikenal dengan kaya manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Buah ini memiliki tekstur..
11 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Positif Ganja, Polda Metro Buru Pemasok

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap musisi reggae Jali Gimbal alias AS, setelah terbukti..
12 jam yang lalu

Musisi Reggae Jali Gimbal Diamankan Polisi Terkait Narkoba, Hasil Tes Urine Positif Ganja

Beritacenter.COM - Musisi reggae bernama Jali Gimbal alias AS (43), diamankan personel Polda Metro Jaya setelah..
13 jam yang lalu

Edarkan Sabu, IRT di Sinjai Diringkus Polisi

Beritacenter.COM - Satresnarkoba Polres Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT)..
13 jam yang lalu

Duh, Pegawai RS Terlindas Truk Tronton saat Nyalip di Jalur Maut Bangbayang Cianjur

Beritacenter.COM - Nahas, nasib seorang pegawai RS Sayang Cianjur terlibat kecelakaan di jalur maut Bangbayang..
14 jam yang lalu

Dapat Perhatian Khusus, KKP Berikan Bantuan Kredit Rp 42 Miliar untuk Pelaku Usaha Perikanan

Beritacenter.COM - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan perhatian khusus kepada pengusaha sektor..
15 jam yang lalu

Kebijakan KKP Dijamin Pro Rakyat

BeritaCenter.COM - Anggota Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan, Ali Mochtar..
15 jam yang lalu

Diduga Depresi, Supir Ojol Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tanggerang

Beritacenter.COM - Seorang pengemudi ojek online (ojol) ditemukan tewas gantung diri di kontrakannya, Cikupa,..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi