Sabtu, 11 Juli 2020 - 02:22 WIB

Simak Nih! Alasan Pemerintah Perlu Menerapkan New Normal

Oleh : Lukman Salasi | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:41 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Pemerintah Indonesia akan segera menerapkan tatanan baru atau new normal. Aturan dan teknis penerapannya tengah disiapkan. Pemerintah mengungkapkan sejumlah alasan kenapa Indonesia perlu segera menerapkan era new normal.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memaparkan sejumlah alasannya. Salah satu yang menjadi pertimbangan ialah terkait dampak pandemi ini terhadap ekonomi yang dianggap sudah begitu mengkhawatirkan. Sehingga bila tak segera diterapkan akan ada lebih banyak pekerja yang menjadi korban.

"Kenapa kita butuh ini segara? Melihat angka indikator ekonomi kita sudah separah itu. Dan perlu diketahui pekerja di Indonesia itu 55-70 juta dari 133 juta itu adalah pekerja informal sehingga mereka ini yang paling terdampak di dalam COVID-19," ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso dalam diskusi online Pactoc Connect, Rabu (3/6/2020).

Tak hanya itu, meningkatnya pengangguran sekaligus berkorelasi terhadap pergerakan konsumsi dalam negeri. Bila dibiarkan konsumsi yang biasanya menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa anjlok dan efeknya bisa memicu konflik sosial.

"Kemudian kita lihat kondisi ada sekian juta yang sudah di PHK dirumahkan, pendapatan turun, daya beli turun, tabungan mulai habis dan kemudian konsumsi kita juga harus menyesuaikan mulai turun. Jangan sampai nanti menimbulkan permasalahan sosial," sambungnya.

Lalu, akibat selanjutnya, dikhawatirkan banyak masyarakat kelas menengah yang mendekati garis kemiskinan malah jatuh ke garis kemiskinan tersebut. Diprediksi angka kemiskinan bisa bertambah hingga menjadi 4,86 juta.

"Juga mulai perpindahan kelas sosial yang tadinya di middle kemudian turun," imbuhnya.

Bila situasi ini dibiarkan, Susiwijono mengaku negara tak akan sanggup terus-terusan memberikan bantuan sosial ke masyarakatnya mengingat kemampuan keuangan negara yang juga terbatas. Untuk itu, beberapa aktivitas ekonomi harus segera digenjot kembali demi mencegah ekonomi jatuh lebih dalam lagi.

"kita tau masyarakat kita tabungan akumulasi kekayaan asetnya untuk survive tergolong sangat kecil dan yang paling penting kemampuan negara sangat terbatas. Pemerintah mungkin tidak sanggup kalau harus dalam jangka waktu lama terus menerus membantu dalam bentuk bansos dan lain sebagainya. Karena itu pilihannya kita harus membuka beberapa aktivitas ekonomi secara bertahap," tuturnya.

Dijelaskan juga bahwa pemerintah dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) kini tengah menyiapkan masing-masing protokol kesehatan untuk memulai tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi COVID-19. Nantinya, setelah protokol kesehatan dari semua K/L rampung, langkah selanjutnya pemerintah akan membuat satu protokol nasional yang merangkum aturan hidup era new normal tersebut.

"Semua sudah menyiapkan protokol tadi, di dalam rapat tadi pagi dengan para menko (Menteri Koordinator) tadi dengan Gugus Tugas, kita sepakat protokol ini akan dijadikan satu, kita satukan standar template yang ada, nanti Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan Gugus Tugas yang akan menginventarisir, mengkompilasi semuanya menjadi satu Protokol Nasional untuk semua sektor tadi," papar Susiwijono.

Sejauh ini, baru Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan saja yang sudah matang dengan protokol kesehatan masing-masing. Sedangkan sisanya masih dalam proses menyusun protokol kesehatan.

"Kalau kita lihat di sini contoh secara umum Kemenkes sudah menerbitkan suatu bentuk keputusan dan SE yang mengatur banyak hal bagaimana protokol kesehatan di tempat-tempat umum. Di sektor industri, Kementerian Perindustrian menerbitkan banyak sekali aturan SE menteri dan sebagainya yang mengatur sektor industri ini protokol kesehatannya seperti apa. Sektor pariwisata, akomodasi, perhotelan, ekonomi kreatif dan sebagainya barangkali mice ada di sini, Kemenpar sudah menyiapkan konsep untuk SOP nya , sekarang sedang proses. Kementerian Perhubungan sudah banyak permen dan SE nya mengatur protokol-protokolnya demikian juga di sektor perdagangan dan menyusul sektor-sektor yang lain," pungkasnya.





Fokus : Penerapan New Normal


#Pandemi COVID-19 #Berita Center #Penerapan New Normal #Pemerintah #Alasan Penerapan New Normal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






25 menit yang lalu

Mendagri Minta Pilkada 2020 Dilaksanakan Tertib dan Sesuai Protokol Kesehatan

Beritacenter.COM - Kementerian Dalam Negeri menghimbau agar pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada..
1 jam yang lalu

Pakai Sabu, Tiga Pilot Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap tiga orang pilot karena diduga terlibat kasus penyalahgunaan..
2 jam yang lalu

Mobil Rombongan Forkopimda Jatim Kecelakaan di Tol Kertosono, Gimana Nasib Gubernur Khofifah..?

Beritacenter.COM - Sebuah mobil Toyota Kijang dengan Nopol L 1000 JN mengalami kecelakaan di Tol Kertosono KM 678...
2 jam yang lalu

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Usut Tuntas Kematian Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo yang..
3 jam yang lalu

Karwayan RS Ditemukan Tewas Tergantung di Surabaya

Beritacenter.COM - Seorang pegawai rumah sakit berinisial LN (24) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kos-nya..
4 jam yang lalu

Selidiki Kasus Pembunuhan Yodi Prabowo, Polisi Periksa Sejumlah Karyawan Metro TV

Beritacenter.COM - Polisi terus melakukan penyelidikan terkait tewasnya editor Metro TV, Yodi Prabowo, yang ditemukan..
4 jam yang lalu

MPR Sebut Melegalkan Ekspor Benih Lobster Merupakan Keputusan yang Tepat

Beritacenter.COM - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendukung penuh kebijakan yang diambil oleh Menteri Kelautan..
5 jam yang lalu

Kisahnya Viral di Medsos, Polisi Buru 7 Pemuda Pemerkosa Gadis di Garut

Beritacenter.COM - Belum lama ini, viral di media sosial soal kisah gadis di Kabupaten Garut yang diperkosa oleh..
5 jam yang lalu

Pengamat: Kebijakan Ekspor Benih Lobster Solusi Konkret

BeritaCenter.COM – Kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membolehkan ekspor..
6 jam yang lalu

KKP Minta Pengusaha Pengelola Ikan Perhatikan Kemasan agar Dilirik Pasar

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta kepada para pelaku usaha pengelolah ikan untuk..
6 jam yang lalu

Kualitasnya Terbaik di Dunia, Menteri Edhy Minta Banyuwangi Tingkatkan Produksi Sidat

Potensi sidat ini sangat besar. Kami minta agar Banyuwangi bisa meningkatkan produksinya
7 jam yang lalu

Pembobol Data Denny Siregar Ditangkap Polisi, Ini Kata Telkomsel soal Kebocoran Data

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian telah menangkap pelaku pembocoran data pribadi pegiat media sosial, Denny..
8 jam yang lalu

Kesal Dipecat, Pria di Sleman Nekat Rusak dan Gasak Uang di Toko Besi Mantan Majikan

Beritacenter.COM - Dendam imbas pemutusan hubungan kerja (PHK), warga Pakem, Sleman, bernama Beni (26), nekat..
8 jam yang lalu

Antisipasi Kelangkaan Pangan Akibat Corona, Babinsa Kodim 1402 Polmas Galakkan Pendampingan Tanam Jagung

POLMAN- Berbagai upaya dilakukan Anggota TNI dari Kodim 1402/Polmas, Melalui Koramil jajaran dan Babinsanya..
8 jam yang lalu

Peringati Warganya, China Sebut Wabah Pneumonia di Kazakhstan Lebih Mematikan dari Corona

Beritacenter.COM - China memberi peringatan soal wabah pneumonia yang disebutnya jauh lebih mematikan dari virus..
9 jam yang lalu

Bejat !! Seorang Pemuda di Padang Tega Cabuli 4 Tetangganya Sendiri

Beritacenter.COM - Seorang pemuda bernama Rahman Ritonga (21) warga Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara,..
10 jam yang lalu

Real Madrid Siap Melepas Luka Jovic

Beritacenter.COM - Klub raksasa Real Madrid siap melepas Luka Jovic pada bursa transfer musim panas tahun ini. Real..
10 jam yang lalu

Mendagri soal Pilkada 2020: Tak Boleh Ada Konvoi, Kampanye Dibatasi 50 Orang

Beritacenter.COM - Mendagri Tito Karnavian meminta agar proses tahapan Pilkada Serentak 2020, dapat menerapkan dan..
11 jam yang lalu

PARAH...! Susi Hina Netizen Yang Tidak Suka Ikan Itu "BODOH"

Beritacenter.COM - Belum lama ini mantan KKP Susi Pudjiastuti membuat gaduh media sosila dengan menyoroti tentang..
11 jam yang lalu

Dijadikan Tempat Produksi Narkoba, Polisi Gerebek Rumah Kontrakan di Bogor

Beritacenter.COM- Sebuah rumah di kawasan Tajur Halang, Bogor yang dijadikan tempat produksi narkoba digerebek..
13 jam yang lalu

Ada yang Positif COVID - 19, Pasar Kediri Ditutup Hingga Tiga Hari

Beritacenter.COM - Pasar Pahing Kota Kediri ditutup sementara mengingat adanya pasien baru positif COVID - 19. Pasar..
14 jam yang lalu

Inilah Contoh Pejabat Indonesia Yang Langka

Yang Lain Pada Takut Nomer Telponnya Diketahui Rakyatnya, Tapi Ia Sebaliknya Ia Pajang Nomer Telponnya Di Media..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi