Senin, 13 Juli 2020 - 22:20 WIB

Mewaspadai Penyebaran Paham Radikal di Berbagai Bidang

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Kamis, 04 Juni 2020 | 14:45 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Zakaria Penulis adalah mahasiswa Universitas Pakuan Bogor

Radikalisme merupakan suatu sikap yang menginginkan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis melalui kekerasan dan aksi-aksi ekstrem. Masyarakat pun diminta waspada mengingat virus Radikalisme masih terus menyebar melalui berbagai kanal media.

Virus radikal pada gejala awal menunjukkan sikap intoleran terhadap orang yang berbeda pendapat. Pada tingkatan yang tinggi, sikap intoleransi ini tidak ragu untuk mengkafir-kafirkan orang lain bahkan dengan yang se-agama sekalipun.

Sikap intoleran tersebut lantas dibarengi dengan sikap ekslusif yang menganggap apa yang diakuinya adalah sebagai kebenaran dan orang lain itu salah. Hal tersebut akan melahirkan fanatisme yang pada saat ini bisa dengan cepat menular ke berbagai kalangan.

Dulu penyebaran paham radikal masih dengan metode pengajian tatap muka, lalu distribusi buku-buku yang berisi paham-paham yang menganggap bahwa pengakuan kepada pancasila atau hormat kepada bendera merah putih adalah bid’ah.

Saat ini kecepatan akses internet menjadi keuntungan bagi kaum radikal untuk menyebarkan doktrin-doktrinnya. Keberadaan internet sangatlah mungkin menjadi media untuk menyebarkan paham radikal baik melalui artikel, maupun video.

Apalagi semua orang bisa memiliki blog dan akun sosial media secara gratis, puluhan juta masyarakat Indonesia juga sudah bisa mengakses situs berbagi video seperti youtube. Tentu saja ini menjadi jalan bebas hambatan bagi kaum radikal untuk menyajikan konten bernuansa radikal.

Propaganda yang disebarkan secara daring tidak mengakibatkan adanya interaksi secara langsung antara komunikator dengan komunikan. Informasi yang disampaikan komunikator melalui media online menjadikan pembaca menjadi pasif, artinya pembaca tidak dapat menolak realitas sosial yang dibangun oleh media. Padahal, belum tentu apa yang tampil di dunia maya sesuai dengan realitas sosial yang ada di lapangan.

Kelompok seperti ISIS misalnya, mereka sangatlah menguasai teknologi informasi dibanding kelompok lainnya, setidaknya hampir semua kelompok radikal di Timur Tengah memiliki akun media sosial untuk propaganda.

Media sosial yang populer seperti Facebook dan Twiter, digunakan oleh ISIS untuk menyebarkan konten propaganda hingga meraup dana dari para simpatisan.

Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyatakan, bahwa jejaring sosial Facebook masih menjadi media yang potensial untuk menyebarkan radikalisme.

Paham radikal di Indonesia menjadi sangat bermasalah di Indonesia karena berusaha memaksakan kehendak kepada semua orang untuk mendirikan negara atas dasar agama tertentu. Padahal, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan agama yang sangat majemuk.

Peneliti PSBPS Subkhi Ridho mengatakan, dari total 262 juta orang penduduk Indonesia, ada sekitar 132 juta orang merupakan pengguna internet dan sekitar 106 juta merupakan pengguna media sosial.

Internet tentu saja muncul untuk menawarkan beragam kemudahan dalam berkomunikasi atau mempelajari sesuatu. Misalnya untuk belajar memasak kita tidak perlu menunggu acara tutorial masak yang tayang pada jam kerja. Internet memungkinkan fleksibilitas bagi siapapun yang ingin belajar memasak pada jam berapapun.

Artinya, siapapun kini bisa mengakses konten radikal pada setiap jamnya, tidak terikat zona waktu dan bisa diakses sembari rebahan.

Pemerintah pun sudah berupaya dengan memblokir situs-situs yang berisi paham radikal, namun hal ini tidak mampu membersihkan konten radikal secara 100%, apalagi mereka masih bisa mengunggah konten tersebut di sosial media.

Untuk menangani hal ini, salah satu langkah yang bisa dilakukan adlah dengan menerapkan gerakan literasi digital. Gerakan tersebut dirancang untuk meningkatkan kontrol seseorang terhadap berbagai media yang digunakan untuk mengirim dan menerima pesan.

Literasi media bertujuan agar individu pengguna internet atau konsumen media untuk tetap sadar terhadap berbagai pesan yang disampaikan oleh media melalui analisis dari berbagai sudut pandang.

Point awal dari gerakan ini adalah pengajaran kepada masyarakat untuk bersikap skeptis terhadap konten-konten yang ada di internet, apalagi jika konten tersebut bermuatan kebencian dan intoleransi.

Jika gerakan ini digalakkan, tentu saja kita akan memberikan bekal tameng kepada masyarakat agar terhindar dari pengaruh paham radikal yang sudah jelas ingin mengganti konstitusi negara.

Jangan sampai mudahnya seseorang dalam mengakses internet membuat dirinya terjebak dalam pemahaman yang tidak sesuai dengan konstitusi negara.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Terorisme #Radikalisme #Kelompok radikal #Bahaya Laten Radikalisme #Teroris #Kelompok Terorisme


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

WN Prancis Tersangka Pencabulan Anak Tewas Usai Upaya Bunuh Diri di Sel Mapolda Metro

Beritacenter.COM - Warga Negara (WN) Prancis, FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak dilaporkan meninggal..
1 jam yang lalu

Sebelum ke Medan, Hana Hanifah Diduga Terima Transferan dari R Sebesar Rp20 Juta

Beritacenter.COM - Artis FTV Hana Hanifah (HH) diduga telah menerima uang sebesar Rp 20 juta sebelum berangkat ke..
2 jam yang lalu

Malam Ini ! Mapolrestabes Medan Gelar Perkara Kasus Prostitusi Artis FTV Hana Hanifah

Beritacenter.COM - Malam ini, Mapolrestabes Medan rencananya akan melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan..
3 jam yang lalu

Manajer Akui HH Suka Keluar Rumah saat Malam Hari

Beritacenter.COM - Manajer Hana Hanifah (HH), Nico mengatakan bahwa HH mempunyai kebiasaan keluar rumah saat malam..
3 jam yang lalu

Jokowi Berikan Bantuan ke Pedagang Kecil di Jakpus Sebesar Rp2,4 juta

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan bantuan modal sebesar Rp2,4 juta kepada para pelaku Usaha..
3 jam yang lalu

Stop Jadi Kampret Durjana

Nak.. sehebat apa pun dirimu tak ada yang indah bila harus berakhir dibalik terali besi. Cemberut atau senyum engkau..
4 jam yang lalu

SABDA BUNGSU SANG PANGERAN, "KORUPSI SEKARANG LEBIH PARAH..!!"

Si putra bungsu itu pernah bilang bahwa korupsi sekarang lebih parah. "Lebih parah dibanding jaman bapaknya?" "Bisa..
4 jam yang lalu

Jembatan Penghubung Antar-Desa di Ogan Ilir Ambruk, Truk Bermuatan Hasil Pertanian Terprosot

Beritacenter.COM - Sebuah jembatan penghubung antar desa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ambruk. Akibat kejadian itu,..
5 jam yang lalu

Polisi : Artis FTV HH Ditangkap Dalam Kondisi Setengah Bugil

Beritacenter.COM - Polisi mengungkap detik-detik penangkapan artis FTV, Hana Hanifah (23). Saat itu, tersangka..
5 jam yang lalu

Bejat ! Kakek di Sumsel Tega Cabuli Cucunya Selama 4 Tahun

Beritacenter.COM - Seorang kakek bernama Syafei (60) tega memperkosa cucunya sendiri yang masih duduk di bangku..
6 jam yang lalu

Drama Opposite Babak Kedua

Babak pertama lakon @opposhit6890 ditutup kemaren dengan tertangkapnya sang kaki tangan yang merupakan pegawai..
6 jam yang lalu

Polisi Tangkap Lima Pengedar Narkoba di Jakbar, Amankan 18 Kg Sabu

Beritacenter.COM - Jajaran Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap lima orang peredaran narkotika di..
7 jam yang lalu

Ekspor Benur Ciptakan Banyak Lapangan Kerja

BeritaCenter.COM - Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Bidang UKM dan Dunia Usaha, Andreau Misanta..
8 jam yang lalu

KKP: Permen No 12 Tahun 2020 Untuk Kesejahteraan Nelayan, Pembudidaya dan Pengembangan Lobster

BeritaCenter.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa Permen KP Nomor 12 tahun 2020..
8 jam yang lalu

Bikin Resah, Warga Serang Tangkap Buaya Raksasa

Beritacenter.COM - Sebuah buaya raksasa ditangkap warga Kampung Cipray, Desa Cinangka, Kabupaten Serang. Buaya..
9 jam yang lalu

Wah....! Ternyata Penyandang Dana Akun Opposite6891 "Haikal Hasan" Benarkah ???

Beritacenter.COM - Belum lama ini sempat digemparkan dengan akun twitter @Opposite6891 yang menyebarkan data diri..
9 jam yang lalu

Astaga...! Tusaji Dan Motornya Ditemukan Tewas Didalam Sungai

Beritacenter.COM - Tusaji (35) asal Desa Tepuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas membusuk di sebuah..
9 jam yang lalu

Gempa 5,2 Magnitudo Guncang Maluku Tenggara Barat

Beritacenter.COM - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang wilayah Maluku Tenggara Barat pada Senin (13/7/2020)...
9 jam yang lalu

Astaga...! Pengendara Motor Dilindas Sebuah Truk Hingga Tewas

Beritacenter.COM - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Pantura, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten..
10 jam yang lalu

KKP Siap Berikan Pinjaman ke Nelayan Pembudidaya Lobster

Beritacenter.COM - Kementrian Kelautan dan Perikanan siap memberikan pinjaman kepada nelayan pembudidaya lobster di..
11 jam yang lalu

Dukung Program KKP, BPBAP Situbondo Lakukan Perekayasaan Lobster

BeritaCenter.COM - Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Situbondo memulai perekayasaan lobster. Kegiatan..
12 jam yang lalu

Test Swab Massal, 18 Orang di Banyumas Posifit COVID - 19

Beritacenter.COM - Pemerintahaan Kabupaten Banyumas menggelar tes swab massal, sebanyak 18 orang dinyatakan positif..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi