Selasa, 11 Agustus 2020 - 22:50 WIB

Tolak Ekspor Lobster, Tujuan Susi Untuk Kepentingan Siapa?

Oleh : Lukman Salasi | Rabu, 08 Juli 2020 | 21:06 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Legalisasi ekspor benih Lobster pasca terbitnya Permen KP No. 12/2020, tampak memantik perdebatan hangat dikalangan terbatas. Adalah mantan menteri KKP, Susi Pudjiastuti turut terlibat mereproduksi kritik mengenai kebijakan menteri KKP, Edhy Prabowo yang dinilai nir-keberpihakan atas kepentingan rakyat dan negara.

Resistensi Susi perihal budidaya lobster, termasuk ekspor, telah berlangsung lama lantaran cara itu berpotensi menghabiskan plasma nutfah alias bibit Lobster.

Selintas pendapat Susi cenderung meyakinkan. Ada spirit nasionalisme dan keberpihakan akan interes rakyat dan bangsa. Tetapi sejauh mana tilikan itu mempunyai justifikasi empiris? Persis disitulah pendapat Susi patut digugat!

Dalih kepunahan plasma nutfah adalah permasalahan perspektif teoritis, karenanya tampak prematur bila pikiran itu dijadikan kebenaran mutlak. Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, mampu mewujudkan sesuatu hal yang dianggap mustahil.

Sejak terbitnya Permen KP No. 56/2016, yang secara substansi mengatur perkara pelarangan dan/atau pengeluaran Lobster (panularius), Rajungan (portunus), dan Kepiting (Scylla).

Tidak bisa disangkal, peraturan tertera, turut berkontribusi dalam hal “menyengsarakan” sejumlah pihak, utamanya yang mata pencahariannya di sektor itu. Nelayan Lobster merupakan sala satu pihak yang paling terkena dampaknya.

Pada masa Darmin Nasution masih menjabat Menko Perekonomian, sekurang-kurangnya ada sebanyak 10.000 nelayan Lobster mengeluh kehilangan mata pencaharian, setelah KKP Susi mengorbit regulasi pelarangan penangkapan bibit Lobster.

Ini menyadarkan saya akan insiden pemecatan pegawai negeri sipil yang ketahuan terlibat penyelundupan benur Lobster, namun kini malah menjadi pebisnis semenjak menteri Edhy menerbitkan Permen KP No. 12/2020.

Sebagai orang yang pernah menduduki jabatan legislatif, Edhy Prabowo tentunya paham betul apa problem fundamental, sehingga perlu menerbitkan kebijakan izin ekspor benih Lobster.

Kalau mengamati perjalanan sebelum kebijakan tersebut lahir, sebelumnya hendak dibentuk tim dalam melakukan kajian publik, kajian akademis, serta terjun ke lapangan termasuk pergi ke Universitas Tasmanis, di Australia yang jadi tempat penelitian lobster.

Melintasi proses yang tidak singkat sebelum mengorbit Permen KP No. 12/2020, jelas pikiran-pikiran yang menilai kebijakan tersebut nir-keberpihakan terhadap interest rakyat dan negara serta cenderung destruktif bagi keberlangsungan Lobster, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Sebab itu menelurkan pemahaman prematur – untuk tidak mengatakan, salah.

Siasat Mendiskreditkan Lobster Edhy

Esensi dari beragam kritik yang diorkestrasi Susi Pudjiastuti terhadap kebijakan KKP Edhy Prabowo hendaknya dipahami dalam kerangka politik akumulasi dan sentralisasi kapital, serta pertahanan privilage.

Sebagai orang yang namanya tercatat dalam semesta bisnis untuk sektor kelautan dan perikanan, jelas sikap kritis Susi tak terlepas dari kepentingan bisnis-politik yang selama ini ditapaki dan terawat dengan baik. Apalagi Susi sendiri tercatat memiliki ladang bisnis lobster di desa Sambay, Kab. Simeulue, Prov. Aceh.

Dari sejumlah perusahaan yang mendapat izin ekspor benih Lobster, satu diantaranya justru terafiliasi dengan Susi, yakni PT Royal Samudera Nusantara yang berdomisili di Tangerang Selatan, Banten.

Sekalipun usaha-usaha penyangkalan akan kepemilikan bisnis Lobster Susi terus gencar dilakukan via media massa, bukan berarti penyangkalan tersebut harus kita terima begitu saja.

Ini seperti perkara mahar politik dalam proses kandidasi Pilkada: sangat tampak, tapi minim bukti. Terlampau menyengat aroma kepentingan ekonomi politik Susi di balik sikap yang “kritis”.

Wacana mutakhir yang tengah berkembang dikalangan publik adalah kebijakan KKP Edhy cerminan dari praktik KKN. Padahal proses penetapan izin ekspor bagi Perusahaan jelas melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel.

Wajar bila menyikapi wacana tersebut Edhy lantas membuka diri bagi otoritas terkait untuk memeriksa, apakah ada yang salah dalam proses penetapan perusahaan atau tidak.

Yang terpenting sekarang tak perlu terkecoh dengan narasi-narasi klise yang terus digaungkan. Jika benar Susi punya keberpihakan terhadap rakyat, mengapa Permen KP No. 56 tahun 2016 justru berujung pada 10.000 nelalayan Lobster kehilangan mata pencaharian.

Sebelumnya data yang perlihatkan Susi via akun Twitternya, memperlihatkan adanya ekspor Lobster yang terus meningkat. Namun pada saat bersamaan, malah terjadi penyelundupan benur Lobster ke luar negeri. Jelas ini paradoks yang tidak mungkin terus dipertahankan.

Oleh: Riyanda Barmawi, Direktur Eksekutif Ekonomika Institut





#Berita Center #KKP #Ekspor Benih Lobster #Menteri KKP #Siasat Susi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






30 menit yang lalu

Santri Ponpes Al-Amin Hilang Terbawa Arus di Sungai Cibeber

Beritacenter.COM - Seorang santri di Pondok Pesantren Al Amin, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, hilang usai hanyut di..
49 menit yang lalu

Polisi Pastikan Perkara 3 Pelaku Penembakan Tangsel Tetap Lanjut, Meski Keluarga Minta Damai

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian memastikan jika perkara terhadap 3 pelaku teror penembakan di Tangerang akan..
1 jam yang lalu

Dirut Biofarma Sebut Vaksin Sinovac Bakal Diprioristaskan untuk Warga Indonesia

Beritacenter.COM - Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya akan memprioritaskan vaksin Corona dari..
1 jam yang lalu

Tolak Aplikasi, Apple Dituding Manfaatkan Dominasinya di App Store

Beritacenter.COM - Perusahaan pembuat iPhone, Apple, dituding telah melanggar beberapa aturan di pasar aplikasi..
1 jam yang lalu

Pemerintah Sebut Vaksin Corona Asal China yang Paling Maju

Beritacenter.COM - Pemerintah memilih vaksin Covid-19 dari sejumlah kandidat dengan kriteria yang terbaik dan..
2 jam yang lalu

Sri Mulyani Jatuhi Hukuman Financial kepada DPO Veronica Koman

Diketahui juga bahwa sebenarnya status dari Veronica Coman ini tak hanya masuk ke dalam DPO di Kepolisian Indonesia..
2 jam yang lalu

Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

PANDEGLANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menjadi menteri populer..
2 jam yang lalu

Karena Permintaan Suami, Seorang Pembantu Tega Cabuli Bayi Majikannya

Beritacenter.COM - Seorang pembantu berinisial VV (19) diamankan Polres Pariaman karena diduga melakukan..
3 jam yang lalu

Kuasa Hukum Ungkap Cara Korban Pemerkosaan di Bintaro Bongkar Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus pelaku pemerkosaan viral di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah..
3 jam yang lalu

Lakukan Malpraktik, Dokter Gigi Gadungan Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang dokter gigi gadungan berinisial ADS. Diketahui,..
4 jam yang lalu

Ledakan Besar Porak-porandakan Pemukiman Warga di Baltimore AS, 1 Tewas, 7 Luka-luka

Beritacenter.COM - Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang..
4 jam yang lalu

Sadis! Balita Dianiaya Hingga Tewas Oleh Teman Ibu Kandungnya

Beritacenter.COM - Seorang balita berusia 4,5 tahun ditemukan meninggal dengan kondisi yang tidak wajar di..
4 jam yang lalu

Pedro Rodriguez Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Serang Pedro Rodriguez resmi meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim ini. Melalui..
5 jam yang lalu

KKP Ambil Sampel Bangkai Paus Pilot Untuk Ilmu Pengetahuan

Beritacenter.COM - Pengambilan sampel dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang..
5 jam yang lalu

Sadis! Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung di Kawasan Gunung Butak

Beritacenter.COM - Seekor Lutung Jawa ditemukan mati tergantung di pohon di kawasan Perhutani Oro-oro Ombo Batu...
5 jam yang lalu

Polisi Cek CCTV Buru Pelaku Penaruh Tas Ancaman Diduga Bom di Masjid UNY

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian tengah menyelidiki soal siapa pelaku teror yang menaruh benda mencurigakan diduga..
6 jam yang lalu

Sri Mulayani Ungkap Data Penerima Bansos Covid-19 Sudah Basi

Beritacenter.COM - Penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tidak berjalan seperti yang..
6 jam yang lalu

Geger !!! Tas Hitam Mencurigakan Diduga Bom di Masjid Mujahidin UNY

Beritacenter.COM - Sebuah tas hitam mencurigakan berada di dalam loker Masjid Mujahidin, UNY, Selasa (11/8). Tas..
6 jam yang lalu

Gunakan Alat Seadanya, Sejumlah Bocah Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Papua

Beritacenter.COM - Sejumlah bocah di Wamena, Jayawijaya, Papua berhasil memadamkan kebakaran hutan lindung di..
6 jam yang lalu

Beda Keterangan, Vernita Syabilla Ngaku Haid dan Mucikari soal Kondom Khusus

Beritacenter.COM - Terdapat perbedaan keterangan antara Vernita Syabilla dengan terduga mucikari, dalam kasus dugaan..
7 jam yang lalu

Istana Luncurkan Laman "Pandang Istana" Untuk Pendaftaran Upacara Virtual HUT RI ke-75

Beritacenter.COM - Laman "Pandang Istana" resmi diluncurkan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru..
7 jam yang lalu

Polisi Sita Tiga Pucuk Airsoft Gun dari Tersangka Penembak Misterius di Tangsel

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus tiga tersangka rentetan penembakan di Tangerang Selatan dan Kabupaten..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi