Selasa, 11 Agustus 2020 - 22:54 WIB

Surat Terbuka! Alumnus Tempo Marah Besar ke Jurnalis Tempo Saat Ini

Oleh : Lukman Salasi | Kamis, 09 Juli 2020 | 13:40 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Seorang alumnus Tempo yang menyebut dirinya Bunga Kejora (dulu bernama gadis Bunga Surawijaya) mengungkapkan kemarahannya pada Jurnalis Tempo saat ini.

Ia menyampaikan keritikannya agar jurnalis Tempo era kini tidak menghakimi, menonopoli kebenaran atau melacurkan diri.

Saya syok ketika membuka pesan whatsapp dari seorang kawan tadi pagi. Ada sampul majalahTempo dengan gambar Menteri KKP Edhy Prabowo sedang memasukan secara berlebihan benih lobster ke dalam mulutnya ( edisi 6-17Juni 2020)

Disainer grafis pasti direkrut sebagai pekerja profesional di kantor Tempo. Tapi bagaimana dia membuat cover, pastilah atas arahan dari tim redaksi. Redaktur pelaksana yg kemudian memberi persetujuan atas hasil visualisasi disainer grafis itu untuk cover .  

Mengapa saya dari awal harus menggambarkan proses ini, karena saya sering kesal mendengar jawaban “orang Tempo” ketika ada kritik atau sikap keberatan atas covernya.

Argumen mereka enteng, tanpa hati, dari tahun ke tahun, "Ah itu kan soal intrepretasi saja. Tafsiran seni grafis, dan kesan pembaca bisa macam-macam".  

Saya tidak sudi menerima alasan usang itu.

Sebagai seorang yang lahir dari keluarga seniman, dan mantan TEMPO, saya menyayangkan bahwa TEMPO telah membuat seorang disainer melacurkan diri untuk menggambar " sebuah vonis yang menghina lewat karikatur".

Jelas ini vonis. Terang benderang bahwa gambar dalam cover Tempo edisi itu adalah ilusi tentang keserakahan.

Saya alumni Tempo juga, tapi di era ketika para senior seperti Goenawan Mohamad, Fikri Jufri, Toeti Kakiailatu dan lainnya masih aktif di meja redaksi. Awal tahun-tahun pertama dari 11 tahun belajar di Tempo itu, keras betul GM mengajarkan perlunya skeptis terhadap info yang masuk, tidak memihak, tidak memonopoli kebenaran.

Biarkan pembaca menilai, dan untuk menguatkan independensi, jelas kami dilarang menerima amplop.

Itu nilai-nilai yg ditanamkan, selain ketrampilan menulis, tentu saja.  

Puluhan tahun berlalu, saya terhenyak (lagi) atas kenyataan nilai-nilai baik dari GM utamanya, tidak menitis sampai ke redaktur Tempo tahun ini,2020.

 

Membenci; bukan pekerjaan jurnalis, bahkan di saat kita melihat masih banyak orang-orang kekurangan di sekitar kita.

Menghasut, juga bukan tugas wartawan berintegritas. Apalagi, menghina seseorang hanya karena tak mampu melihat persoalan dari berbagai sudut, tidak mampu obyektif. Kehormatan jurnalistik terabaikan dan tergadaikan.

Tentu saya tidak bisa membandingkan situasi dulu dan sekarang, ketika di jagat media belum ada persaingan yg begitu ketat,termasuk dengan media sosial, yang membuat pimpinan Tempo kini seperti justifies the means hanya untuk memenangkan pasar. Belum ada model farming di era 80-90 an TEMPO.  

Tapi pantaskah berdagang tanpa integritas-apa masih bisa menjadi pembeda dengan jurnalis bodrex,jurnalis pesanan, jurnalis malas, jurnalis diduitin, jurnalis antek pihak tertentu.

Yang membuat jurnalis masih bisa dihormati adalah ketika dia membaca dan memahami dengan integritas pribadi seluruh info dengan sikap tidak memihak.  

Dalam kasus menteri kelautan dan perikanan, sudah dapat infokah kalian bahwa BENIH lobster bukan hewan langka seperti komodo atau badak bercula satu.

Benih lobster ada 27,8 Milyar di lautan kita. Tahu kan benih lobster itu berasal dari telur lobster yang milyaran jumlahnya? Dari setiap10 ribu benih loster, ulang ya 10 ribu, hanya 1 yang survive untuk membesar sebagai lobster. Sisanya 9999 lainnya mati di alam.

Itulah yang dimanfaatkan oleh pemangku kepentingan di bidang kelautan dan perikanan. Bukan hanya satu mulut.  

Mungkin karena kalian; reporter dan redaktur belum kenal ratusan ribu keluarga nelayan; bapak, ibunya, anak-anaknya pernah suatu masa berhutang budi pada benih lobster karena telah memanjangkan nafas ekonomi keluarganya. Saat pulang sekolah, anak-anak mengais benih lobster dengan alat tangkap berbentuk kipas.

Tentu saja ada eksportir gemuk yang diuntungkan, karena uangnya diperlukan untuk membeli ribuan benih lobster dari nelayan.  

Lalu apa? Taukah juga bahwa di jaman menteri Susi – yang sudah kalian tempatkan lebih mulia daripada menteri penggantinya, nelayan yang berkulit gosong dan bersimbah peluh itu, TIDAK BOLEH mengambil benih lobster dan lobster muda untuk dikembang biakan di kolam tambak mereka?  

Coba pikir lagi, kalau boleh memanfaatkan, memperjual belikan si bening dengan aturan ketat, benarkah semua keuntungan itu masuk ke mulut pimpinan yang oleh hukum tata negara ditempatkan sebagai pimpinan kementerian yang bertanggung jawab sebagai regulator dan fasilitator.  

Jelaskan, jelaskan logikanya sebelum mempertontonkan pada publik prasangka tanpa hati.  

Bodoh itu tidak berdosa. Tapi kalau ada wartawan Tempo malas berfikir, dan punya kepentingan tersembunyi di atas harga dirinya sebagai wartawan, saya merasa seperti ditelan bumi.

Mari, para alumni Tempo kita ajak anak-anak kita mengembalikan marwah rumah TEMPO, yang dulu disebut sekolah terbaik wartawan, agar kita bisa menegakkan kepala kita kembali sebagai alumni TEMPO.

5 Juli 2020

Bunga Kejora (dulu bernama gadis Bunga Surawijaya)





Fokus : KKP


#Berita Center #KKP #Ekspor Benih Lobster #Surat Terbuka #Keuntungan dari Ekspor Benih Lobster #Alumnus Tempo #Marah Besar #Kemarahan Alumnus Tempo #Jurnalis Tempo Kini


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






34 menit yang lalu

Santri Ponpes Al-Amin Hilang Terbawa Arus di Sungai Cibeber

Beritacenter.COM - Seorang santri di Pondok Pesantren Al Amin, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, hilang usai hanyut di..
53 menit yang lalu

Polisi Pastikan Perkara 3 Pelaku Penembakan Tangsel Tetap Lanjut, Meski Keluarga Minta Damai

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian memastikan jika perkara terhadap 3 pelaku teror penembakan di Tangerang akan..
1 jam yang lalu

Dirut Biofarma Sebut Vaksin Sinovac Bakal Diprioristaskan untuk Warga Indonesia

Beritacenter.COM - Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya akan memprioritaskan vaksin Corona dari..
1 jam yang lalu

Tolak Aplikasi, Apple Dituding Manfaatkan Dominasinya di App Store

Beritacenter.COM - Perusahaan pembuat iPhone, Apple, dituding telah melanggar beberapa aturan di pasar aplikasi..
1 jam yang lalu

Pemerintah Sebut Vaksin Corona Asal China yang Paling Maju

Beritacenter.COM - Pemerintah memilih vaksin Covid-19 dari sejumlah kandidat dengan kriteria yang terbaik dan..
2 jam yang lalu

Sri Mulyani Jatuhi Hukuman Financial kepada DPO Veronica Koman

Diketahui juga bahwa sebenarnya status dari Veronica Coman ini tak hanya masuk ke dalam DPO di Kepolisian Indonesia..
2 jam yang lalu

Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

PANDEGLANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menjadi menteri populer..
2 jam yang lalu

Karena Permintaan Suami, Seorang Pembantu Tega Cabuli Bayi Majikannya

Beritacenter.COM - Seorang pembantu berinisial VV (19) diamankan Polres Pariaman karena diduga melakukan..
3 jam yang lalu

Kuasa Hukum Ungkap Cara Korban Pemerkosaan di Bintaro Bongkar Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus pelaku pemerkosaan viral di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah..
3 jam yang lalu

Lakukan Malpraktik, Dokter Gigi Gadungan Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang dokter gigi gadungan berinisial ADS. Diketahui,..
4 jam yang lalu

Ledakan Besar Porak-porandakan Pemukiman Warga di Baltimore AS, 1 Tewas, 7 Luka-luka

Beritacenter.COM - Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang..
4 jam yang lalu

Sadis! Balita Dianiaya Hingga Tewas Oleh Teman Ibu Kandungnya

Beritacenter.COM - Seorang balita berusia 4,5 tahun ditemukan meninggal dengan kondisi yang tidak wajar di..
4 jam yang lalu

Pedro Rodriguez Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Serang Pedro Rodriguez resmi meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim ini. Melalui..
5 jam yang lalu

KKP Ambil Sampel Bangkai Paus Pilot Untuk Ilmu Pengetahuan

Beritacenter.COM - Pengambilan sampel dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang..
5 jam yang lalu

Sadis! Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung di Kawasan Gunung Butak

Beritacenter.COM - Seekor Lutung Jawa ditemukan mati tergantung di pohon di kawasan Perhutani Oro-oro Ombo Batu...
5 jam yang lalu

Polisi Cek CCTV Buru Pelaku Penaruh Tas Ancaman Diduga Bom di Masjid UNY

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian tengah menyelidiki soal siapa pelaku teror yang menaruh benda mencurigakan diduga..
6 jam yang lalu

Sri Mulayani Ungkap Data Penerima Bansos Covid-19 Sudah Basi

Beritacenter.COM - Penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tidak berjalan seperti yang..
6 jam yang lalu

Geger !!! Tas Hitam Mencurigakan Diduga Bom di Masjid Mujahidin UNY

Beritacenter.COM - Sebuah tas hitam mencurigakan berada di dalam loker Masjid Mujahidin, UNY, Selasa (11/8). Tas..
6 jam yang lalu

Gunakan Alat Seadanya, Sejumlah Bocah Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Papua

Beritacenter.COM - Sejumlah bocah di Wamena, Jayawijaya, Papua berhasil memadamkan kebakaran hutan lindung di..
6 jam yang lalu

Beda Keterangan, Vernita Syabilla Ngaku Haid dan Mucikari soal Kondom Khusus

Beritacenter.COM - Terdapat perbedaan keterangan antara Vernita Syabilla dengan terduga mucikari, dalam kasus dugaan..
7 jam yang lalu

Istana Luncurkan Laman "Pandang Istana" Untuk Pendaftaran Upacara Virtual HUT RI ke-75

Beritacenter.COM - Laman "Pandang Istana" resmi diluncurkan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru..
7 jam yang lalu

Polisi Sita Tiga Pucuk Airsoft Gun dari Tersangka Penembak Misterius di Tangsel

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus tiga tersangka rentetan penembakan di Tangerang Selatan dan Kabupaten..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi