Selasa, 11 Agustus 2020 - 23:35 WIB

SABDA BUNGSU SANG PANGERAN, "KORUPSI SEKARANG LEBIH PARAH..!!"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 13 Juli 2020 | 17:40 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Si putra bungsu itu pernah bilang bahwa korupsi sekarang lebih parah.

"Lebih parah dibanding jaman bapaknya?"

"Bisa dibilang kesana arah omongan ini."

"Haahh, beneran seperti itu?"

Namanya ngomong, ya suka-suka aja lah!! Tapi benar ga seperti itu, harus berangkat dari data, ga boleh asal "njeplak".

Menurut Stephen Vickers, kepala Kroll Associates untuk Asia, yang pernah dilibatkan menyelidiki kekayaan salah satu koruptor terbesar di dunia, Presiden Filipina Ferdinand Marcos, potensi korupsi jaman "bapaknya" jauh lebih besar.

Lalu koresponden TIME menemukan indikasi bahwa setidaknya $73 miliar telah mengalir dalam keluarga antara tahun 1966 dan 1998. Sebagian besar jumlahnya berasal dari industri pertambangan, kayu, komoditas, dan perminyakan.

"73 miliar dolar, duit semua itu? Ribu triliun itu, emang dagang apaan?"

Mereka memegang monopoli atas distribusi dan impor komoditas utama. Mereka dapat pinjaman bank dan berbunga sangat rendah dengan berkoordinasi dengan bankir yang berkuasa. Direktur atau pejabat bank yang menolak, pecat?

Hal ini pernah dikatakan oleh direktur pengelola Bank Indonesia tahun 1998-2000.(TIME)

Menjadi wajar bila bank pun pada akhirnya, seringkali merasa takut untuk menagih pembayaran atas hutang mereka. “ada lingkungan yang menyulitkan bank-bank negara untuk menolak mereka.” demikian dikutip oleh majalah TIME.

"Masa duit pinjaman semua? Ga pakai modal sendiri? Modal dengkul dong?"

Masa penguasa modal dengkul? Ga mungkinlah.. landasan kekayaan si bapak adalah yayasan presiden.

Puluhan yayasan didirikan, seolah-olah sebagai amal, dan mereka sebenarnya telah mendanai sejumlah besar rumah sakit, sekolah dan masjid.

Tetapi yayasan-yayasan itu juga merupakan dana gelap raksasa untuk proyek-proyek investasi keluarga dan kroninya, serta untuk mesin politik (Golkar saat itu).

Menurut George Aditjondro, seorang dosen sosiologi di Universitas Newcastle Australia, yayasan itu berjumlah 97.

Yayasan itu dikendalikan oleh bapak, istrinya, kerabatnya di pedesaan, sepupunya, dan saudara tirinya, anak-anaknya berikut pasangan mereka.

Yayasan menerima “sumbangan,” meskipun seringkali diberikan tidak dengan sukarela.

Mulai tahun 1978, semua bank milik negara di haruskan memberikan 2,5 present dari keuntungan mereka kepada dua yayasan terbesarnya, itu menurut mantan Jaksa Agung waktu itu loh.

Bahkan berikutnya, keputusan si bapak Nomor 92, pada tahun 1996, mensyaratkan bahwa setiap pembayar pajak dan perusahaan yang menghasilkan lebih dari $40 ribu pertahun wajib mensumbangkan dua present dari pendapatannya ke yayasannya yang lain lagi.

Bayangkan saja berapa duit yang bisa di keruk hanya dari ke bijakannya saja.

Pada tahun 1978, yayasan-yayasan tersebut mengkuasai 60 persen dan kemudian naik lagi menjadi 87% saham Bank Duta, bank swasta terkemuka, menurut mantan pejabat Bank Duta.

Yayasan ini banyak berinvestasi di perusahaan swasta yang didirikan oleh anggota keluarga dan para kroninya. Kementerian atau BUMN diarahkan membantu dan memberikan kontrak atau monopoli kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Bila tidak, PECAT?

"Terus gimana cerita si bungsu bisa bilang korupsi sekarang lebih parah?"

Tanyakan saja pasa mas Ebit, pasti jawabnyabada pada rumput yang bergoyang.

.

.

.

Rahayu

Ditulis Oleh : Karto Bugel

 

Sumber : matamatapolitik

 





Fokus : Joko Widodo


#Pembenci Jokowi #Keluarga Cendana #Toomy Soeharto


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






35 menit yang lalu

Pemerintah Bagikan Bansos ke Warga Terdampak Virus Corona di Pinggir Rel Kereta Api

Beritacenter.COM - Pemerintah terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak virus Corona di Indonesia. Kali ini,..
1 jam yang lalu

Santri Ponpes Al-Amin Hilang Terbawa Arus di Sungai Cibeber

Beritacenter.COM - Seorang santri di Pondok Pesantren Al Amin, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, hilang usai hanyut di..
1 jam yang lalu

Polisi Pastikan Perkara 3 Pelaku Penembakan Tangsel Tetap Lanjut, Meski Keluarga Minta Damai

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian memastikan jika perkara terhadap 3 pelaku teror penembakan di Tangerang akan..
1 jam yang lalu

Dirut Biofarma Sebut Vaksin Sinovac Bakal Diprioristaskan untuk Warga Indonesia

Beritacenter.COM - Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya akan memprioritaskan vaksin Corona dari..
2 jam yang lalu

Tolak Aplikasi, Apple Dituding Manfaatkan Dominasinya di App Store

Beritacenter.COM - Perusahaan pembuat iPhone, Apple, dituding telah melanggar beberapa aturan di pasar aplikasi..
2 jam yang lalu

Pemerintah Sebut Vaksin Corona Asal China yang Paling Maju

Beritacenter.COM - Pemerintah memilih vaksin Covid-19 dari sejumlah kandidat dengan kriteria yang terbaik dan..
2 jam yang lalu

Sri Mulyani Jatuhi Hukuman Financial kepada DPO Veronica Koman

Diketahui juga bahwa sebenarnya status dari Veronica Coman ini tak hanya masuk ke dalam DPO di Kepolisian Indonesia..
3 jam yang lalu

Menteri Edhy: Saya Bukan Menteri Kelautan dan Periklanan

PANDEGLANG - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin menjadi menteri populer..
3 jam yang lalu

Karena Permintaan Suami, Seorang Pembantu Tega Cabuli Bayi Majikannya

Beritacenter.COM - Seorang pembantu berinisial VV (19) diamankan Polres Pariaman karena diduga melakukan..
3 jam yang lalu

Kuasa Hukum Ungkap Cara Korban Pemerkosaan di Bintaro Bongkar Identitas Pelaku

Beritacenter.COM - Polisi telah meringkus pelaku pemerkosaan viral di Bintaro, Tangerang Selatan, Raffi Idzamallah..
4 jam yang lalu

Lakukan Malpraktik, Dokter Gigi Gadungan Ditangkap Polisi

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya menangkap seorang dokter gigi gadungan berinisial ADS. Diketahui,..
5 jam yang lalu

Ledakan Besar Porak-porandakan Pemukiman Warga di Baltimore AS, 1 Tewas, 7 Luka-luka

Beritacenter.COM - Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat ledakan besar yang..
5 jam yang lalu

Sadis! Balita Dianiaya Hingga Tewas Oleh Teman Ibu Kandungnya

Beritacenter.COM - Seorang balita berusia 4,5 tahun ditemukan meninggal dengan kondisi yang tidak wajar di..
5 jam yang lalu

Pedro Rodriguez Tinggalkan Chelsea

Beritacenter.COM - Gelandang Serang Pedro Rodriguez resmi meninggalkan Chelsea pada bursa transfer musim ini. Melalui..
5 jam yang lalu

KKP Ambil Sampel Bangkai Paus Pilot Untuk Ilmu Pengetahuan

Beritacenter.COM - Pengambilan sampel dilakukan oleh Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang..
5 jam yang lalu

Sadis! Lutung Jawa Ditemukan Mati Tergantung di Kawasan Gunung Butak

Beritacenter.COM - Seekor Lutung Jawa ditemukan mati tergantung di pohon di kawasan Perhutani Oro-oro Ombo Batu...
6 jam yang lalu

Polisi Cek CCTV Buru Pelaku Penaruh Tas Ancaman Diduga Bom di Masjid UNY

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian tengah menyelidiki soal siapa pelaku teror yang menaruh benda mencurigakan diduga..
6 jam yang lalu

Sri Mulayani Ungkap Data Penerima Bansos Covid-19 Sudah Basi

Beritacenter.COM - Penyaluran bansos untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tidak berjalan seperti yang..
7 jam yang lalu

Geger !!! Tas Hitam Mencurigakan Diduga Bom di Masjid Mujahidin UNY

Beritacenter.COM - Sebuah tas hitam mencurigakan berada di dalam loker Masjid Mujahidin, UNY, Selasa (11/8). Tas..
7 jam yang lalu

Gunakan Alat Seadanya, Sejumlah Bocah Berhasil Padamkan Kebakaran Hutan di Papua

Beritacenter.COM - Sejumlah bocah di Wamena, Jayawijaya, Papua berhasil memadamkan kebakaran hutan lindung di..
7 jam yang lalu

Beda Keterangan, Vernita Syabilla Ngaku Haid dan Mucikari soal Kondom Khusus

Beritacenter.COM - Terdapat perbedaan keterangan antara Vernita Syabilla dengan terduga mucikari, dalam kasus dugaan..
8 jam yang lalu

Istana Luncurkan Laman "Pandang Istana" Untuk Pendaftaran Upacara Virtual HUT RI ke-75

Beritacenter.COM - Laman "Pandang Istana" resmi diluncurkan oleh Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru..

+Indeks
Buat Artikel






 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi