Senin, 28 September 2020 - 12:38 WIB

Penyebaran Radikalisme Meresahkan

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Senin, 03 Agustus 2020 | 07:55 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Hananta Penulis warganet tinggal di Bogor

Awal tahun 2020, radikalisme rupanya telah menjadi perhatian pemerintah karena dinilai sangat meresahkan masyarakat. Gerakan Islam Radikala berkecambah subur dalam konteks politik. Ideologi tersebut seakan berusaha bangkit untuk melawan negara bangsa dengan menjadikan Islam sebagai tameng, baik berskala global semacam Khilafah Islamiyah maupun skala nasional seperti Daulah Islamiyah.

Gerakan radikal di Indonesia kerap mengatasnamakan agama dan hal ini sudah berlangsung sejak abad pertangahan. Dalam kasus terorisme, misalnya. Karena pelaku seorang muslim, maka timbul stigma di masyarakat bahwa terorisme itu identik dengan Islam. Namun sebenarnya stigma tersebut merupakan hal yang salah, sebab Islam tidak mengajarkan kekerasan apalagi menyakiti hati semua.

Inspektur Wilayah III Inspektorat Jenderal Kemenag Hilmi Muhammadiyah memaparkan, radikalisme di Indonesia justru terus menggelinding bak bola sajlu. Keberadaannya seakan terus menggerus rasa nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

Agar paham radikalisme tidak terus meluas, maka seluruh elemen masyarakat haruslah membendung paham tersebut agar tidak kecolongan. Karena tidak hanya masyarakat umum saja yang rawan terpapar radikalisme, justru tidak sedikit pengikut paham tersebut dari kalangan terdidik.

Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian tersendiri khususnya bagi kalangan pendidik agar senantiasa memberikan pemahaman tentan wawasan kebangsaan.

Pegiat anti-radikalisme Haidar Alwi menyebutkan bahwa di Indonesia, ada 3 macam radikalisme. Pertama adalah radikalisme secara keyakinan. Radikalisme seperti ini adalah orang yang selalu menilai orang lain kafir.

Radikalisme semacam itu kerap memberikan penilaian atau penghakiman bahwa seseorang akan masuk neraka kecuali golongan/kelompoknya.

Radikalisme jenis kedua adalah secara tindakan. Dalam jenis tersebut, Haidar mencontohkan seperti kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Hasil pengamatannya adalah, JAD merupakan kelompok yang selalu menghalalkan segala cara, termasuk melakukan pembunuhan atas nama agama.

Tentu saja paham radikal masih menjadi ancaman yang serius bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani mengakui, persoalan radikalisme di Indonesia sudah mulai meningkat sejak 10 tahun terakhir.

Menurutnya, selama 10 tahun terakhir ini alarm akan adanya gerakan radikalisme di Indonesia sesungguhnya sudah berbunyi, Termasuk ketika Indonesia sedang melakukan agenda Pemilu yang kerap diiringi dengan meningkatnya intoleransi di Indonesia.

Tak jarang aksi kekerasan tersebut dapat menimbulkan korban jiwa dan menyisakan duka yang amat mendalam.

Jika dilihat dari sudut pandang agama, kata radikalisme dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham/aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham/radikal untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayai untuk diterima secara paksa.

Mereka yang berpikiran radikal, akan menganggap bahwa tindakan seperti teror bom, melakukan penyerangan kepada aparat ataupun perusakan rumah ibadah agama lain merupakan bagian dari jihad.

Bahkan jika ada sebagian dari anggotanya yang meninggal, maka kelompok radikal tersebut akan menganggap almarhum sebagai seorang yang merindukan surga.

Masalah ekonomi ternyata juga menjadi sebab seseorang untuk serta merta percaya pada tokoh-tokoh yang radikal karena dianggap dapat membawa perubahan drastis pada hidup. Selain itu pendidikan maupun pengajaran agama yang salah oleh tenaga pendidik dengan memberikan ajaran yang salah juga menjadi sumber penyebab orang menjadi radikal.

Suoaya paham radikalisme tidak terus meluas, maka seluruh elemen masyarakat haruslah membendung paham tersebut agar tidak kecolongan. Karena tidak hanya masyarakat umum saja yang rawan terpapar radikalisme, justru tidak sedikit pengikut paham tersebut dari kalangan terdidik.

Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian tersendiri khususnya bagi kalangan pendidik agar senantiasa memberikan pemahaman tentan wawasan kebangsaan.

Salah satu upaya konkrit yang bisa dilakukan adalah dengan memahami nilai-nilai nasionalisme, jangan sampai rasa nasionalisme terkikis seiring dengan melesatnya perkembangan teknologi. Sebab, para generasi muda yang rentan terhadap paparan paham radikalisme.

Jika radikal mengajarkan kekerasan, sudah pasti ajaran tersebut tidak sesuai dengan agama Islam di Indonesuaia, karena iIslamslam memiliki arti perdamaian, dan Dakwah Islam bertujuan untuk menyebarkan kasih sayang dan kebaikan, bukan sikap saling membenci dan menyakiti.





Fokus : Bahaya Laten Radikalisme


#Radikalisme #Bahaya Laten Radikalisme #Kelompok radikal


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






15 menit yang lalu

Bappenas Sebut Anak Penderita TBC Rentan Tertular Covid-19

Beritacenter.COM - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan bahwa..
48 menit yang lalu

Puluhan Massa Gelar Aksi Penolakan Acara KAMI di Surabaya

Beritacenter.COM - Puluhan orang di Surabaya Jawa Timur menggelar aksi penolakan terkait acara yang akan..
53 menit yang lalu

Presiden Jokowi: Pembatasan Sosial Berskala Mikro Efektif Kendalikan Penularan Corona

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi mengatakan, pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) lebih efektif mencegah..
58 menit yang lalu

"ISU PKI ALAT PROPAGANDA PENGASONG KHILAFAH UNTUK HANCURKAN NKRI"

Banyak yang tidak paham. Penyebaran isu PKI dengan berbagai narasi adalah upaya para pengasong khilafah. HTI dan kaum..
1 jam yang lalu

Jokowi Minta Perencanaan Vaksinasi di Indonesia Rampung Dalam 2 Pekan

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta para jajarannya untuk merencanakan..
1 jam yang lalu

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya ada orang yang masih memakai..
2 jam yang lalu

Aryo Hanggono Meninggal, Menteri Edhy: "Saya Sangat Kehilangan, Dia Orang Baik"

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berduka dengan meninggalnya Dirjen Pengelolaan..
2 jam yang lalu

Habis Pulang Main Dua Pemuda Dibacok, Dua Dari Empat Pelaku Berhasil Dicokok Polisi

Beritacenter - Pemuda berinisil A (15) warga Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul dan FC (19) warga..
3 jam yang lalu

Jenderal Gatel Mainkan Isu PKI Demi Mendapatkan Dukungan CIA

Kenapa selalu muncul pertanyaan, siapa dalang G30S PKI? Karena G30S adalah satu-satunya kasus "Kudeta Berdarah"..
3 jam yang lalu

Silvany Austin Pasaribu Diplomat Muda Indonesia "SENTIL" Perdana Menteri Republik Vanuatu Di Sidang PBB Terkait "Isu Pelanggaran HAM di Papua"

Beritacenter.COM - Sosok Silvany Austin Pasaribu salah satu diplomat muda Indonesia yang menjadi buah bibir dimedia..
4 jam yang lalu

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa resmi mendapat..
4 jam yang lalu

Empat Dari Tujuh Pelaku Pencabulan Gadis Ingusan Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Polsek Mojowarno berhasil amankan empat pemuda masing-masing berinisal BAK (17), AG (18), MZ (16)..
5 jam yang lalu

JOKOWI LAYAK MENJADI BAPAK INFRASTRUKTUR

Banyak tudingan sejumlah pihak yang kerap menyebut pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah Joko Widodo..
15 jam yang lalu

PPP soal 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan : Jokowi Tak Ingkar Janji soal HAM, Tak Ada yang Kebal Hukum!

Ya tidak (berarti Jokowi ingkari janji) dong. Soal janji itu kan tetap bisa dilakukan. Untuk pengusutannya kan sudah..
15 jam yang lalu

Power Tends to Corrupt and Absolute Power Corrupts Absolutely

Perluasan kewenangan Jaksa dalam hal penyidikan pada RUU Kejaksaan tersebut, patut dikhawatirkan malah makin..
15 jam yang lalu

Pendeta Yeremias Zanambani Tewas, Begini Tanggapan Cepat dari Salah Satu Mantan Komisioner Kompolnas...

Alat bukti yang cukup tidak bisa hanya dari keterangan saksi saja. Saksi juga tdk bisa yang tdk melihat langsung,..
17 jam yang lalu

KontraS Bakal Surati Jokowi, Kritisi Pengangkatan 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan

Beritacenter.COM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat dua eks anggota Tim Mawar menjadi pejabat..
18 jam yang lalu

Duh, Teror Pencurian Celana Dalam Wanita di Kertajaya Cianjur Sisakan Jejak Sperma

Beritacenter.COM - Teror pencuri celana dalam wanita membuat resah warga Desa Kertajaya, Kabupaten Cianjur, Jawa..
18 jam yang lalu

Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

Beritacenter.COM - Menanggapi adanya insiden pembakaran Al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Eropa, Duta Besar..
20 jam yang lalu

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyoroti soal asal usul..
20 jam yang lalu

Seorang Kakek 58 Tahun Terjaring Razia Saat Bercinta dengan Mahasiswi

Beritacenter.COM - Hubungan kekasih tak lazim antara seorang kakek berinisial SA (58) dan seorang mahasiswa..
22 jam yang lalu

Polisi Grebek Pesta Miras Berkedok Acara Sosial di Bandung

Beritacenter.COM - Satuan Narkoba Polresta Bandung menggrebek sekelompok pemuda mengadakan pesta miras di sebuah..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi