Senin, 28 September 2020 - 11:35 WIB

Hancur Lebur Industri Perikanan Akibat Kebijakan Susi Pudjiastuti Saat Jadi Menteri KP

Oleh : Lukman Salasi | Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:18 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Kebijakan Susi Pudjiastuti saat jabat Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) bikin industri perikanan nasional hancur lebur. Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Forum Marikultur Nasional, Muhibbuddin Koto alias Budhy Fantigo.

Menurut Budhy Fantigo, industri perikanan hancur lebur akibat kebijakan Susi adalah fakta.

"Volume ekspor perikanan dalam lima tahun ini menurun. Ada bisa cek datanya. 2014 sekitar 1,2 juta ton. Sejak 2015 sampai dengan sekarang dibawah 1 juta ton," kata Budhy Fantigo dalam keterangannya tahun lalu seperti kembali dikutip Tim BC, Selasa (4/08/2020).

Saat ini, lanjut Budhy, Unit Pengolahan Ikan atau UPI utilitasnya rata rata di bawah 40%, sebelumnya di atas 50%. Termasuk produksi pakan ikan nasional juga turun di bawah 70% dari kapsitas, sebelumnya mendekati 90%.

“Jumlah unit kapal tangkap yang beroperasi juga jauh menurun. Budidaya kerapu, kepiting sudah lenyap di era Susi. Bisa dilihat di Muara Baru sebagai pelabuhan perikanan terbesar, berapa banyak kapal yang parkir dan UPI di Muara Baru juga banyak yang tutup, Harga ikan terutama ikan tangkapan semuanya naik (harga). Ini indikator memang supply yang turun,” tegasnya.

“Hampir semua pelaku usaha mengeluh, kinerja usahanya turun semua. Apa itu industri pencurian? Pencuri ikan Asing sudah berkurang tapi sampai sekarang tetap ada. Namun, kinerja nelayan, pembudidaya dan industri semuanya anjlok, bahkan banyak yang sudah tutup usaha,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Budidaya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) Wajan Sudja juga membenarkan hal tersebut. Akibat kebijakan Susi, ia mengatakan justru yang bangkrut dan sekarat ada ribuan UMKM Perikanan.

"Susi lupa kali ya yang pada kaput atau sekarat, atau bangkrut ada ribuan UMKM perikanan yang semuanya legal. Tidak terlibat dalam kegiatan illegal, apalagi ilegal fishing,” ujarnya.

"Pembudidaya ikan kerapu, bangkrut akibat Permen KP No 32/2016. Pembudi daya berbagai jenis ikan, antara lain pembudidaya ikan nila di Danau Toba, yang dikorbankan untuk tutup usahanya, padahal sumber pencemaran berasal dari industri pariwisata, hotel, restaurant dan lain-lain. Pengumpul benih lobster, bangkrut dan jatuh miskin akibat Permen KP No 56/2016," tegasnya.

Menurut Wajan Sudja, kebijakan Susi yang banyak berdampak negatif ini sengaja ditutupi dengan banyak melakukan pencitraan dengan propaganda penenggalaman kapal.

"Semua ini ditutupi dengan propaganda penenggelaman kapal. Orang awam non-perikanan tidak paham, bahwa kota-kota seperti Bitung, Tual, Sorong dan lain-lain pusat industri pengolahan perikanan sekarang menjadi kota mati. Tadinya kota-kota pusat industri perikanan tersebut adalah wilayah pengekspor produk-produk perikanan Indonesia,” pungkasnya.





Fokus : Akibat Kebijakan Susi Pudjiastuti


#Berita Center #Akibat Kebijakan Susi Pudjiastuti #Industri Perikanan Hancur Lebur #Susi Pudjiastuti Rugikan Nelayan #Forum Marikultur Nasional


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






20 menit yang lalu

Jokowi Minta Perencanaan Vaksinasi di Indonesia Rampung Dalam 2 Pekan

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta para jajarannya untuk merencanakan..
35 menit yang lalu

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya ada orang yang masih memakai..
1 jam yang lalu

Aryo Hanggono Meninggal, Menteri Edhy: "Saya Sangat Kehilangan, Dia Orang Baik"

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berduka dengan meninggalnya Dirjen Pengelolaan..
1 jam yang lalu

Habis Pulang Main Dua Pemuda Dibacok, Dua Dari Empat Pelaku Berhasil Dicokok Polisi

Beritacenter - Pemuda berinisil A (15) warga Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul dan FC (19) warga..
2 jam yang lalu

Jenderal Gatel Mainkan Isu PKI Demi Mendapatkan Dukungan CIA

Kenapa selalu muncul pertanyaan, siapa dalang G30S PKI? Karena G30S adalah satu-satunya kasus "Kudeta Berdarah"..
2 jam yang lalu

Silvany Austin Pasaribu Diplomat Muda Indonesia "SENTIL" Perdana Menteri Republik Vanuatu Di Sidang PBB Terkait "Isu Pelanggaran HAM di Papua"

Beritacenter.COM - Sosok Silvany Austin Pasaribu salah satu diplomat muda Indonesia yang menjadi buah bibir dimedia..
3 jam yang lalu

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa resmi mendapat..
3 jam yang lalu

Empat Dari Tujuh Pelaku Pencabulan Gadis Ingusan Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Polsek Mojowarno berhasil amankan empat pemuda masing-masing berinisal BAK (17), AG (18), MZ (16)..
4 jam yang lalu

JOKOWI LAYAK MENJADI BAPAK INFRASTRUKTUR

Banyak tudingan sejumlah pihak yang kerap menyebut pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah Joko Widodo..
14 jam yang lalu

PPP soal 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan : Jokowi Tak Ingkar Janji soal HAM, Tak Ada yang Kebal Hukum!

Ya tidak (berarti Jokowi ingkari janji) dong. Soal janji itu kan tetap bisa dilakukan. Untuk pengusutannya kan sudah..
14 jam yang lalu

Power Tends to Corrupt and Absolute Power Corrupts Absolutely

Perluasan kewenangan Jaksa dalam hal penyidikan pada RUU Kejaksaan tersebut, patut dikhawatirkan malah makin..
14 jam yang lalu

Pendeta Yeremias Zanambani Tewas, Begini Tanggapan Cepat dari Salah Satu Mantan Komisioner Kompolnas...

Alat bukti yang cukup tidak bisa hanya dari keterangan saksi saja. Saksi juga tdk bisa yang tdk melihat langsung,..
15 jam yang lalu

KontraS Bakal Surati Jokowi, Kritisi Pengangkatan 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan

Beritacenter.COM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat dua eks anggota Tim Mawar menjadi pejabat..
17 jam yang lalu

Duh, Teror Pencurian Celana Dalam Wanita di Kertajaya Cianjur Sisakan Jejak Sperma

Beritacenter.COM - Teror pencuri celana dalam wanita membuat resah warga Desa Kertajaya, Kabupaten Cianjur, Jawa..
17 jam yang lalu

Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

Beritacenter.COM - Menanggapi adanya insiden pembakaran Al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Eropa, Duta Besar..
19 jam yang lalu

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyoroti soal asal usul..
19 jam yang lalu

Seorang Kakek 58 Tahun Terjaring Razia Saat Bercinta dengan Mahasiswi

Beritacenter.COM - Hubungan kekasih tak lazim antara seorang kakek berinisial SA (58) dan seorang mahasiswa..
21 jam yang lalu

Polisi Grebek Pesta Miras Berkedok Acara Sosial di Bandung

Beritacenter.COM - Satuan Narkoba Polresta Bandung menggrebek sekelompok pemuda mengadakan pesta miras di sebuah..
22 jam yang lalu

Mahfud MD Angkat Bicara Soal Tayangan Film G30S/PKI: Silahkan Saja, Hukumnya Mubah

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Polhukam, Mahfud MD mengatakan terkait dengan polemik pemutaran film..
1 hari yang lalu

Bejat! Bapak Kandung Tega Gauli Anaknya Selama 4 Tahun

Beritacenter.COM - Seorang anak di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) harus menanggung beban malu karena prilaku bejat..
1 hari yang lalu

GEGER! Anak Kandung Gorok Leher Kedua Orangtuanya Saat Tertidur Lelap

Beritacenter.COM - Warga Dusun Karupan Sari Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto digegerkan dengan peristiwa..
1 hari yang lalu

Mengetahui Masker Seperti Apa Yang Dilarang Oleh Menkes

Beritacenter.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya melarang masyarakat memakai masker kain yang tipis..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi