Senin, 28 September 2020 - 13:10 WIB

KAMI "Kaum Berisik Sama Halu"

Oleh : Indah Pratiwi | Budi | Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:19 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin

Oleh : Agung Wibawanto

Ada kelompok-kelompok di republik ini yang hobinya ngimpi atau halu. Dan sekarang ini sedang sama-sama halu. Kalau kelompok atau pemain lawas (Cendana cs) itu halu akan masa lalu. Mengagung-agungkan pemerintahan era Soeharto juga era SBY.

Ada kelompok lagi berisi pemain anyar, mereka halu kan masa depan. Ngimpi dirikan negara ISIS, dengan sistem khilafah dan berbendera hitam, ada pula yang sampe ngelindur pingin jadi presiden ataupun sekjen PBB. (Maaf klo saya ngakak...).

Jadi mereka sekarang sedang halu? Iya. Lantas apa yang mereka kerjakan? Ya gak ada. Orang sedang ngimpi atau halu itu ngapain? Ya wasting time, sama sekali tidak produktif gimana mau kontributif buat masyarakat bangsa dan negara?

Tanda-tanda orang halu kan mudah sekali. Ngomongnya ngawur terbalik-balim dan tidak sesuai dengan konteks kekinian di mana mereka berada. Tidak mau tau aturan. Ada peraturan dan kebijakan dilabrak, mengaku tidak takut ditangkap apalagi mati (lha wong sedang ngimpi).

Suka bikin aturan sendiri. Tidak mau mendengar jika dijelaskan. Menganggap diri paling benar sementara orang lain yang berbeda pandangan dianggap kafir dan musuh. Asyik dengan hayalan sendiri, merasa seperti di Arab (berbudaya ke-ngarab-araban) atau serasa di masa orba.

Tidak mengakui presiden Jokowi bahkan sering menyerang presiden. Jelas saja karena sedang berhalusinasi punya presiden masing-masing. Terparah, benci dengan bangsa sendiri yang sekarang ini tengah berjuang untuk maju. Tidak mengakui budaya asli Nusantara.

Tidak mau bertoleransi dalam semangat bhinneka tunggal Ika. Bahkan tidak bangga menjadi Indonesia, ingin gabung ke ISIS, merubah NKRI menjadi Negara Islam Internasional. Sampai di sini, masyarakat yang sadar menjadi marah dan tidak suka. Masyarakat marah bukan cuma Jokowi diserang, tapi karena NKRI mau digoyang-goyang.

Lantas bagaimana menghadapi orang yang tengah halu? Ada yang bilang serba repot, disadarkan ya percuma karena mereka Bangkong tidurnya. Tapi didiamkan juga bikin brisik terus (ngelinduran pake teriak-teriak) dan bisa mengganggu masyarakat lain yang mau kerja.

Belum lagi ntar dibilang pemerintah tidak tegas, diam saja dan melakukan pembiaran. Dampak dari halu mereka juga ternyata mulai menular kepada masyarakat yang sadar. Mereka mulai usil ribut dengan kerjaan orang (presiden dihantam, menteri dihantam, dokter tenaga medis dihantam, aparat polisi turut dihantam dll), sementara kerjaan sendiri gak bener.

Namun alasan mereka berbeda, bukan karena halu masa lalu dan masa depan. Mereka bilang dan senang jika dianggap kritis, tidak sekadar sadar dan dukung pemerintah. Dan mereka tidak mau disamakan dengan kelompok yang halu-halu. Sepertinya baik, tapi tetap kontra produktif. Hanya bikin kuota tambah membengkak saja karena ribut di medsos.

Kalau saya lebih milih "kerja senyap" saja seperti yang sudah dilakukan Jokowi selama ini. Tanpa banyak omong dan sisialisasi, tiba-tiba sudah terbangun jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, pos perbatasan, gudang raksasa, kebijakan satu harga, kartu ini itu, sertifikat tanah dll masih banyak lagi.

Mengapa kerja senyap perlu? Tentu saja pertama karena pemerintah perlu fokus tidak direcoki. Jika berdebat terus misi tidak akan selesai. Kedua, masyarakat memang harus ditunjukkan bukti bukan sekadar janji. Jadi biarkan fokus membuat bukti tidak perlu banyak janji, dan nanti tinggal masyarakat melihat, menikmati dan mengakui.

Ketiga, dalam kerja senyap tentu saja tetap lakukan tindakan hukum bila memang dirasa terjadi pelanggaran hukum. Itupun lakukan dengan senyap tanpa gembar gembor, seperti penangkapan Djoko Tjandra, terduga teroris, gembong narkoba ataupun rencana gerakan-gerakan politik radikal. (Awib)

Caption: Kalau cuma kaum halu-halu seperti gambar di bawah mah meski dipantau tapi biarkan saja. Gak terlalu penting. Biarkan dia bahagiyaaaah sebentar asal gak berisik dan bisa mengganggu

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto





#KAMI #Pembenci Jokowi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






24 menit yang lalu

Jokowi Ungkap Sosok Pahlawan Tak Kelihatan yang Berperang Melawan COVID-19

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi mengatakan, seluruh masyarakat di dunia tengah berperang melawan pandemi..
47 menit yang lalu

Bappenas Sebut Anak Penderita TBC Rentan Tertular Covid-19

Beritacenter.COM - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa mengatakan bahwa..
1 jam yang lalu

Puluhan Massa Gelar Aksi Penolakan Acara KAMI di Surabaya

Beritacenter.COM - Puluhan orang di Surabaya Jawa Timur menggelar aksi penolakan terkait acara yang akan..
1 jam yang lalu

Presiden Jokowi: Pembatasan Sosial Berskala Mikro Efektif Kendalikan Penularan Corona

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi mengatakan, pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) lebih efektif mencegah..
1 jam yang lalu

"ISU PKI ALAT PROPAGANDA PENGASONG KHILAFAH UNTUK HANCURKAN NKRI"

Banyak yang tidak paham. Penyebaran isu PKI dengan berbagai narasi adalah upaya para pengasong khilafah. HTI dan kaum..
1 jam yang lalu

Jokowi Minta Perencanaan Vaksinasi di Indonesia Rampung Dalam 2 Pekan

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta para jajarannya untuk merencanakan..
2 jam yang lalu

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya ada orang yang masih memakai..
2 jam yang lalu

Aryo Hanggono Meninggal, Menteri Edhy: "Saya Sangat Kehilangan, Dia Orang Baik"

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berduka dengan meninggalnya Dirjen Pengelolaan..
3 jam yang lalu

Habis Pulang Main Dua Pemuda Dibacok, Dua Dari Empat Pelaku Berhasil Dicokok Polisi

Beritacenter - Pemuda berinisil A (15) warga Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul dan FC (19) warga..
3 jam yang lalu

Jenderal Gatel Mainkan Isu PKI Demi Mendapatkan Dukungan CIA

Kenapa selalu muncul pertanyaan, siapa dalang G30S PKI? Karena G30S adalah satu-satunya kasus "Kudeta Berdarah"..
4 jam yang lalu

Silvany Austin Pasaribu Diplomat Muda Indonesia "SENTIL" Perdana Menteri Republik Vanuatu Di Sidang PBB Terkait "Isu Pelanggaran HAM di Papua"

Beritacenter.COM - Sosok Silvany Austin Pasaribu salah satu diplomat muda Indonesia yang menjadi buah bibir dimedia..
4 jam yang lalu

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa resmi mendapat..
5 jam yang lalu

Empat Dari Tujuh Pelaku Pencabulan Gadis Ingusan Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Polsek Mojowarno berhasil amankan empat pemuda masing-masing berinisal BAK (17), AG (18), MZ (16)..
5 jam yang lalu

JOKOWI LAYAK MENJADI BAPAK INFRASTRUKTUR

Banyak tudingan sejumlah pihak yang kerap menyebut pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah Joko Widodo..
15 jam yang lalu

PPP soal 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan : Jokowi Tak Ingkar Janji soal HAM, Tak Ada yang Kebal Hukum!

Ya tidak (berarti Jokowi ingkari janji) dong. Soal janji itu kan tetap bisa dilakukan. Untuk pengusutannya kan sudah..
16 jam yang lalu

Power Tends to Corrupt and Absolute Power Corrupts Absolutely

Perluasan kewenangan Jaksa dalam hal penyidikan pada RUU Kejaksaan tersebut, patut dikhawatirkan malah makin..
16 jam yang lalu

Pendeta Yeremias Zanambani Tewas, Begini Tanggapan Cepat dari Salah Satu Mantan Komisioner Kompolnas...

Alat bukti yang cukup tidak bisa hanya dari keterangan saksi saja. Saksi juga tdk bisa yang tdk melihat langsung,..
17 jam yang lalu

KontraS Bakal Surati Jokowi, Kritisi Pengangkatan 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan

Beritacenter.COM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat dua eks anggota Tim Mawar menjadi pejabat..
18 jam yang lalu

Duh, Teror Pencurian Celana Dalam Wanita di Kertajaya Cianjur Sisakan Jejak Sperma

Beritacenter.COM - Teror pencuri celana dalam wanita membuat resah warga Desa Kertajaya, Kabupaten Cianjur, Jawa..
19 jam yang lalu

Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

Beritacenter.COM - Menanggapi adanya insiden pembakaran Al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Eropa, Duta Besar..
20 jam yang lalu

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyoroti soal asal usul..
21 jam yang lalu

Seorang Kakek 58 Tahun Terjaring Razia Saat Bercinta dengan Mahasiswi

Beritacenter.COM - Hubungan kekasih tak lazim antara seorang kakek berinisial SA (58) dan seorang mahasiswa..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi