Senin, 28 September 2020 - 12:12 WIB

Menteri Edhy 'SELAMATKAN' Budi Daya Lobster yang 'HANCUR' di Era Susi

Oleh : Lukman Salasi | Jumat, 07 Agustus 2020 | 09:09 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


BeritaCenter.COM – Masa depan Budi daya lobster di Indonesia mendapat angin segar untuk tumbuh berkembang baik setelah sebelumnya hancur lebur di Era Susi Pudjiastuti saat jabat Menteri KP periode 2014-2019.

Pada waktu Susi jadi Menteri KP, ia menerbitkan Permen KP 56/2016. Aturan ini melarang setiap orang menangkap benih lobster untuk segala keperluan, termasuk untuk dibudidaya. Dampaknya budi daya lobster stagnan dan akhirnya hancur akibat kebijakan Susi.

Padahal, sebelum Susi jadi Menteri KP, berdasarkan data dari KKP produksi budi daya lobster yang dimulai dari 2001 terus meningkat. Bahkan pada tahun 2013 budi daya lobster di dalam negeri berhasil menyalip atau mengalahkan produksi Vietnam. Petaka datang saat Susi jabat Menteri KP menerbitkan larangan tersebut. Ribuan nelayan jatuh miskin negara juga alami kerugian besar.

Menteri KP saat ini beralih tampuk kepemimpinan ke Edhy Prabowo. Ia dipercaya dan ditugaskan Jokowi untuk membenahi sektor kelautan dan perikanan yang kacau di Era Susi. Termasuk agar Menteri Edhy bisa menyelematkan budi daya lobster.

Edhy lalu mencabut Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 dan menggantinya dengan Permen KP Nomor 12 Tahun 2020 yang mengatur pengelolaan hasil perikanan seperti lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajunfan (Portunus spp.).

Permen ini terbit setelah dilakukan kajian mendalam dengan melibatkan para ahli. Sekaligus hasil serap aspirasi ribuan nelayan penangkap benih (lobster) dan pembudidaya yang dimatikan matapencahariannya akibat kebijakan Susi.

KKP memastikan semangat regulasi terkait lobster adalah untuk menghidupkan kembali usaha nelayan dari Sabang sampai Merauke yang sempat mati, serta ingin menumbuhkan etos budidaya lobster nasional.

“Setelah melakukan rangkaian kajian, penelitian dan konsultasi publik, KKP menerbitkan Permen KP No. 12 tahun 2020 yang mengizinkan penangkapan benih bening lobster untuk kegiatan budidaya lobster dan ekspor,” sebut KKP dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

KKP menegaskan, kebijakan itu dibuat ditujukan untuk membangkitkan geliat pembudidayaan lobster di berbagai daerah. Selain itu, izin pembukaan ekspor benih losber dilakukan demi kesejahteraan ribuan nelayan yang menggantungkan hidup dari menangkap benih lobster.

"Kita libatkan masyarakat untuk bisa budidaya (lobster). Muaranya menyejahterakan," kata Menteri Edhy dalam siaran pers KKP.

Publik diminta dapat melihat kebijakan itu secara utuh. Kebijakan membolehkan ekspor benur agar rakyat bisa terbantu ekonominya dan ada pemasukan untuk negara. Di sisi yang lain bagaimana budidaya lobster bisa ditingkatkan.

KKP dibawah komando Menteri Edhy pun berjanji akan meningkatkan kapasitas budidaya lobster dalam negeri. Pasalnya, saat ini kapasitas budi daya di dalam negeri belum ada peningkatan dan masih terbatas. Apalagi dibuat stagnan dan mundur di era Susi.

KKP juga berkomitmen untuk memberikan bantuan sebagian sarana budidaya sebagai pemicu. Menurutnya, intensifikasi teknologi perlu digalakkan, peningkatan kualitas ekspor serta perluasan pasar akhir juga perlu akan didorong.

“Kita juga perlu melihat kapasitas budidaya kita, kita juga sama-sama mendorong bagaimana usaha budidaya lobster ini bisa lebih produktif, sehingga memberikan keuntungan yang lebih untuk mereka,” jelas KKP.

“Selain itu, usaha budidaya lobster memberikan peluang bagi usaha penyediaan pakan budidaya lobster berupa jenis-jenis kekerangan, moist pelet, ikan rucah, dll. Dalam hal ini, dengan mengembangkan budidaya lobster akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat pesisir sekitar lokasi budidaya, khususnya nelayan,” sambungya.

Kebijakan yang dibuat Menteri Edhy lantas mendapat apresiasi dan disambut baik sejumlah pihak; para nelayan, pembudidaya, pelaku usaha hingga para pakar.

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengaku sangat besyukur Menteri Edhy mengeluarkan Permen KP 12/2016.

“Kami merasa bersyukur Bapak Menteri (Menteri KP) akhirnya merespon perjuangan kami Nelayan Tradisional melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 12 Tahun 2020 agar boleh menangkap dan menjual Lobster size 150 gram Up," kata Ketua HNSI Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, Rabu (5/8/2020).

Menurut Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, permen itu masuk akal dan wajar disambut luar biasa oleh rakyat.

"Ini disambut pesta yang luar biasa kepada rakyat karena inilah yang masuk akal. Kalau kita berbicara mengelola laut, menciptakan masyarakat pesisir yang lebih baik, inilah kebijakannya. Bukan kemudian ditinggalkan begitu saja, lalu mereka suruh cari hidupnya masing-masing sehingga garis pantai kita adalah garis kemiskinan, itu yang saya kira tadi sudah banyak," ujar Fahri Hamzah, Kamis (16/7/2020) lalu.

Pakar Perikanan dan Kelautan Undip juga memberikan apresiasi atas terbitnya Permen KP tersebut. Permen KP 12/2020 disebut bagus.

“Dengan Permen KP yang sekarang ini sudah bagus,” tutur Dr. Ir. Suminto, M.Sc.Dr. Ir. Suminto, M.Sc, Kamis (9/7/2020).

Dengan kebijakan KKP yang baru ini, Suminto mengatakan, potensi alam bisa digunakan untuk mensejahterakan rakyat. Ia kemudian meminta Menteri Edhy tegas menjalankan peraturan yang tertuang dalam Permen KP terbaru ini.

Kemudian dukungan juga datang dari Menteri KP era Mega. Permen yang dikeluarkan Edhy Prabowo itu dinilai sangat bagus.

"Permen 12 Tahun 2020 yang diluncurkan oleh Pak Edy Prabowo selaku menteri menurut saya itu sangat bagus," sebut Rokhmin Dahuri dalam keterangannya waktu lalu.

Rokhmin menjelaskan, Permen yang dikeluarkan Menteri Edhy dapat memberikan banyak manfaat. Tidak hanya membantu ekonomi nelayan, tapi juga mendorong budidaya. Ada keseimbangan antara ekspor lobster dengan budi daya.

"Seimbang karena beliau sesungguhnya bukan hanya yang heboh ekspornya aja tetapi justru menekankan syarat untuk budi daya, kemudian si pemegang izin ekspor juga disyaratkan yang kedua untuk restocking, restocking itu untuk melepas liarkan (sebanyak) dua persen," papar Rokhmin.





Fokus : Menteri Edhy dan Budi Daya Lobster


#Berita Center #KKP #Menteri Edhy Prabowo #Selamatkan Budi Daya Lobster #Budi daya Lobster #Budi Daya Lobster Hancur di Era Susi


Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






22 menit yang lalu

Puluhan Massa Gelar Aksi Penolakan Acara KAMI di Surabaya

Beritacenter.COM - Puluhan orang di Surabaya Jawa Timur menggelar aksi penolakan terkait acara yang akan..
27 menit yang lalu

Presiden Jokowi: Pembatasan Sosial Berskala Mikro Efektif Kendalikan Penularan Corona

BeritaCenter.COM – Presiden Jokowi mengatakan, pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) lebih efektif mencegah..
32 menit yang lalu

"ISU PKI ALAT PROPAGANDA PENGASONG KHILAFAH UNTUK HANCURKAN NKRI"

Banyak yang tidak paham. Penyebaran isu PKI dengan berbagai narasi adalah upaya para pengasong khilafah. HTI dan kaum..
57 menit yang lalu

Jokowi Minta Perencanaan Vaksinasi di Indonesia Rampung Dalam 2 Pekan

Beritacenter.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meminta para jajarannya untuk merencanakan..
1 jam yang lalu

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya ada orang yang masih memakai..
1 jam yang lalu

Aryo Hanggono Meninggal, Menteri Edhy: "Saya Sangat Kehilangan, Dia Orang Baik"

Beritacenter.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berduka dengan meninggalnya Dirjen Pengelolaan..
2 jam yang lalu

Habis Pulang Main Dua Pemuda Dibacok, Dua Dari Empat Pelaku Berhasil Dicokok Polisi

Beritacenter - Pemuda berinisil A (15) warga Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul dan FC (19) warga..
2 jam yang lalu

Jenderal Gatel Mainkan Isu PKI Demi Mendapatkan Dukungan CIA

Kenapa selalu muncul pertanyaan, siapa dalang G30S PKI? Karena G30S adalah satu-satunya kasus "Kudeta Berdarah"..
3 jam yang lalu

Silvany Austin Pasaribu Diplomat Muda Indonesia "SENTIL" Perdana Menteri Republik Vanuatu Di Sidang PBB Terkait "Isu Pelanggaran HAM di Papua"

Beritacenter.COM - Sosok Silvany Austin Pasaribu salah satu diplomat muda Indonesia yang menjadi buah bibir dimedia..
3 jam yang lalu

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

Beritacenter.COM - Calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa resmi mendapat..
4 jam yang lalu

Empat Dari Tujuh Pelaku Pencabulan Gadis Ingusan Dicokok Polisi

Beritacenter.COM - Polsek Mojowarno berhasil amankan empat pemuda masing-masing berinisal BAK (17), AG (18), MZ (16)..
4 jam yang lalu

JOKOWI LAYAK MENJADI BAPAK INFRASTRUKTUR

Banyak tudingan sejumlah pihak yang kerap menyebut pembangunan infrastruktur yang digenjot pemerintah Joko Widodo..
14 jam yang lalu

PPP soal 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan : Jokowi Tak Ingkar Janji soal HAM, Tak Ada yang Kebal Hukum!

Ya tidak (berarti Jokowi ingkari janji) dong. Soal janji itu kan tetap bisa dilakukan. Untuk pengusutannya kan sudah..
15 jam yang lalu

Power Tends to Corrupt and Absolute Power Corrupts Absolutely

Perluasan kewenangan Jaksa dalam hal penyidikan pada RUU Kejaksaan tersebut, patut dikhawatirkan malah makin..
15 jam yang lalu

Pendeta Yeremias Zanambani Tewas, Begini Tanggapan Cepat dari Salah Satu Mantan Komisioner Kompolnas...

Alat bukti yang cukup tidak bisa hanya dari keterangan saksi saja. Saksi juga tdk bisa yang tdk melihat langsung,..
16 jam yang lalu

KontraS Bakal Surati Jokowi, Kritisi Pengangkatan 2 Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemhan

Beritacenter.COM - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengangkat dua eks anggota Tim Mawar menjadi pejabat..
17 jam yang lalu

Duh, Teror Pencurian Celana Dalam Wanita di Kertajaya Cianjur Sisakan Jejak Sperma

Beritacenter.COM - Teror pencuri celana dalam wanita membuat resah warga Desa Kertajaya, Kabupaten Cianjur, Jawa..
18 jam yang lalu

Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

Beritacenter.COM - Menanggapi adanya insiden pembakaran Al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Eropa, Duta Besar..
19 jam yang lalu

DPR RI Minta PBB Usut Tuntas Penyebab Covid-19

Beritacenter.COM - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyoroti soal asal usul..
20 jam yang lalu

Seorang Kakek 58 Tahun Terjaring Razia Saat Bercinta dengan Mahasiswi

Beritacenter.COM - Hubungan kekasih tak lazim antara seorang kakek berinisial SA (58) dan seorang mahasiswa..
21 jam yang lalu

Polisi Grebek Pesta Miras Berkedok Acara Sosial di Bandung

Beritacenter.COM - Satuan Narkoba Polresta Bandung menggrebek sekelompok pemuda mengadakan pesta miras di sebuah..
22 jam yang lalu

Mahfud MD Angkat Bicara Soal Tayangan Film G30S/PKI: Silahkan Saja, Hukumnya Mubah

Beritacenter.COM - Menteri Koordinator Polhukam, Mahfud MD mengatakan terkait dengan polemik pemutaran film..

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi