Selasa, 07 Juli 2020 - 15:14 WIB

DPR Jangan Jadi Tukang Bikin UU Yang Urgensinya Tak Mendesak, Seperti RUU Kamnas

Oleh : Abe --- | Rabu, 30 Maret 2016 | 14:12 WIB

Shares
Share Twitter Google+ Linkedin


Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memproduksi begitu banyak Undang-Undang sehingga peraturan masa lalu tersebut sering terbentur dengan peraturan Presiden saat akan mengambil keputusan. Bukan hanya presiden, sejumlah anggota kabinet juga sering terbentur dengan adanya peraturan Menteri.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada waktu memberikan sambutan pembukaan pertemuan tahunan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan tema "Membangun Ekonomi Indonesia Yang Berdaya Saing" di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (30/3), yang dihadiri anggota ISEI dan sejumlah Menteri.

Presiden menyesalkan, seringkali terbenturnya keputusan Presiden dengan undang-undang yang sudah dibuat DPR, Seharusnya, peraturan presiden dan peraturan menteri bisa diubah agar keputusan bisa diambil secara cepat. "Peraturan kan yang buat kita sendiri, (peraturan) diubah yang sederhana yang bisa cepat memutuskan," kata Jokowi.

Kepada DPR, Presiden Jokowi mengingatkan agar tak usah memproduksi terlalu banyak undang-undang. "Cukup satu tahun 3 atau 5 (undang-undang), tapi yang betul-betul baik. Bukan jumlah yang diutamakan. Jumlah 40, 50 (UU) untuk apa?" kata Jokowi.

Jokowi mengaku tahu alasan DPR bersemangat mengejar pembahasan undang-undang dengan jumlah banyak. Namun Presiden tak mau menyebutkan alasan tersebut.

"Kenapa DPR senang banyak, saya tahu tapi tak mau menyebutkan saja," kata Jokowi.

Kritikan Presiden Jokowi terhadap DPR yang disebut tukang produksi Undang-undang, bertolak belakang dengan RUU Kemanan Nasional (Kamnas) Yang telah diajukan kembali oleh presiden ke DPR sehingga RUU Kamnas tersebut bisa menjadi salah satu program legislasi nasional.

RUU Keamanan Nasional sudah muncul beberapa tahun lalu. Pada 2010, pembuatan draft RUU Keamanan Nasional sudah disepakati dan diparaf oleh wakil lintas instansi, terutama TNI dan Polri. Pada 23 Mei 2011 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah mengajukan RUU tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah RI. Tapi, RUU ini selalu menuai polemik.

Menurut Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Hermawan Sulistyo, keberadaan RUU ini situasi dan kondisi negara akan kembali seperti di zaman orde baru. Tentara sangat kuat. Selain itu, ada poin berkurangnya kewenangan Polri dalam menjaga keamanan, dan diserahkannya sebagian kewenangan itu ke tentara. "Akibatnya, pada reformasi 1998 TNI-Pori dipisahkan akan jadi percuma," Ujar Hermawan, di Hotel Pandanaran Semarang, Selasa (9 Maret) lalu.

melalui RUU ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengambil beberapa kewenangan yang selama ini menjadi tugas Kepolisian Republik Indonesia (Polri). "Polair yang bertugas menjaga di laut bisa dibubarkan diganti dengan TNI," kata Hermawan. Bahkan, melalui RUU Keamanan Nasional ini TNI bisa diberi kewenangan untuk melakukan penyadapan.

Menurut Hermawan banyak pasal-pasal di RUU Keamanan Nasional yang multitafsir sehingga menjadi tidak jelas. Selain itu, pasal-pasal itu juga berpotensi untuk disalahgunakan oleh kekuasaan. Hermawan mencontohkan perdebatan di DPR yang dianggap memberi ancaman keamanan nasional maka itu bisa dibubarkan.

Hermawan juga heran drat RUU Keamanan Nasional yang beberapa tahun lalu sudah menuai polemik kini justru akan dibahas lagi. "Katanya ada perubahan isi tapi ternyata tidak ada perubahan sama sekali," kata Hermawan.

 





Fokus : Joko Widodo



Shares
Facebook Twitter Google+ Linkedin



Komentar






1 jam yang lalu

Pangandaran Diguncang Gempa Berkekuatan 5,0 SR

Beritacenter.COM - Pangandaran by, Jawa Barat (Jabar) diguncang gempa berkekuatan 5,0 Skala Richter (SR), Selasa..
4 jam yang lalu

Kodim 1402/Polmas Gelar Komunikasi Sosial Dengan Pemerintah Daerah

POLMAN- Komando Distrik Militer  (Kodim) 1402/Polmas menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparat..
7 jam yang lalu

Manfaat Konsumsi Lada Hitam untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Lada hitam merupakan salah satu rempah - rempah yang biasa di gunakan untuk bumbu dapur. Lada..
8 jam yang lalu

Manchester United Perpanjang Kontrak Nemanja Matic

Beritacenter.COM - Manchester United dikabarkan memperpanjang kontrak gelandang serangnya Nemanja Matic hingga musim..
9 jam yang lalu

INI ADA LAGI GELANDANGAN POLITIK NGAREP JADI MENTERI

Akhirnya terjawab rocky gerung hanyalah gelandangan politik persis dengan sengkuni AR atau RR, semua segala macam..
13 jam yang lalu

JOKOWI Akan Menyusul Jejak Dua Presiden Ini....

  JOKOWI MENYUSUL.. Penggantian, atau di ganti adalah konotasi kepada hal buruk, atau tidak baik, atau tidak..
16 jam yang lalu

Selain John Kei, Polisi Beberkan 2 Aktor Intelektual Lainnya di Kasus Penyerangan Nus Kei

Beritacenter.COM - Jajaran Polda Metro Jaya mengungkap 2 aktor intelektual lainnya di kasus penyerangan Nus Kei...
22 jam yang lalu

Rekonstruksi di Kelapa Gading, John Kei Perintahkan Anak Buah 'Ambil Nus Kei Ketemu Bu'

Beritacenter.COM - Rekonstruksi kasus penyerangan Nus Kei digelar jajaran Polda Metro Jaya. Polisi merekonstruksi..
23 jam yang lalu

Duh, Wanita di Bogor Disiram Cairan Diduga Sperma di Wajahnya oleh Pemotor Misterius

Beritacenter.COM - Heboh, seorang wanita di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diteror cairan diduga sperma..
1 hari yang lalu

Letuskan Tembakan, Empat Rampok Bersenpi Satroni Toko Emas di Jambi

Kalau suara tembakan ada tadi, tapi tak tahu berapa kali. Sesudah melakukan aksinya, pelaku kabur dengan menggunakan motor
1 hari yang lalu

John Kei Kirim Surat ke Presiden dan Polri Minta Perlindungan Hukum

Beritacenter.COM - Tim kuasa hukum John Kei akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri..
1 hari yang lalu

Akibat Ulah Suami Jemput Paksa Jenazah, Istrinya Yang Hamil Ikut Terpapar Corona

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan tersangka kepada empat orang kasus jemput paksa jenazah virus Corona atau..
1 hari yang lalu

Pakar Hukum Trisakti: RUU HIP ke PIP Jebakan Batman

Beritacenter.COM - Pakar Hukum Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan RUU HIP harus dicabut dari..
1 hari yang lalu

Pengacara Denny Siregar Ancam Laporkan Balik Jika Tak Terbukti

Beritacenter.COM - Pengacara Denny Siregar, Muannas Alaidid mengancam akan melaporkan balik jika laporan terhadap..
1 hari yang lalu

Rasakan Manfaat Mandi Air Hangat di Pagi Hari untuk Kesehatan

Beritacenter.COM - Memulai aktivitas dengan mandi menggunakan air hangat di pagi hari dapat mempengaruhi aktivitas..
1 hari yang lalu

Prediksi Cuaca di Jakarta Pada Hari ini Cerah Berawan

Beritacenter.COM - Hampir seluruh wilayah di DKI Jakarta pada Senin (6/7/2020) diprediksi akan cerah..
1 hari yang lalu

Pria dengan Luka Bacok di Leher Ditemukan Warga dalam Kondisi Sadar di Bekasi

Beritacenter.COM - Warga Jalan Kapuk Raya, Pengasinan, Bekasi Timur, dihebohkan dengan sesosok pria ditemukan..
1 hari yang lalu

Terus Bertambah, Angka Kesembuhan Pasien COVID-19 di Riau Capai 88,9%

Beritacenter.COM - Pasien positif Corona (COVID-19) yang sembuh di Riau terpantau terus bertambah. Hingga hari ini,..
1 hari yang lalu

Koruptor Was-was, RUU Perjanjian MLA RI-Swiss Disetujui

Beritacenter.COM - Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana atau Treaty on Mutual Legal..
2 hari yang lalu

Polisi Gelar Razia Warung Jamu di Depok, Amankan Puluhan Botol Miras

Beritacenter.COM - Jajaran Polsek Sawangan Depok menggelar razia di sebuah warung jamu yang berada di Kecamtan..
2 hari yang lalu

Digeruduk Massa setelah Viral Tendang Driver Ojol, Pria di Pekanbaru Diamankan Polisi

Beritacenter.COM - Viral di media sosial sebuah video yang menampakkan seorang pria tengah memarahi driver ojek..
2 hari yang lalu

Ini memang salah Jokowi

Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) adalah anak perusahaan PT Pertamina yang terdaftar di Singapura th 1992...

+Indeks

 

About

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi